Seiring tumbuhnya rasa percaya diri, si Kecil mulai ingin menentukan identitasnya sendiri, termasuk dalam hal berpakaian. Memaksa mereka memakai baju pilihan Mama tanpa diskusi sering kali berakhir dengan aksi mogok berpakaian.
Mereka ingin merasa punya suara dalam menentukan apa yang melekat di tubuh mereka. Untuk menghindari emosi ini, Mama bisa memberikan "pilihan terbatas", misalnya dengan menawarkan dua kaos yang berbeda.
Dengan cara ini, Mama tetap bisa mengontrol keserasian pakaian, sementara Si Kecil tetap merasa bangga karena ia diberi kesempatan untuk memilih dan memutuskan sendiri apa yang ia inginkan.
Memahami apa yang menjadi "pemicu emosi" si Kecil memang butuh observasi yang jeli. Dengan memberikan sedikit ruang bagi kemandirian mereka, Mama bisa mengurangi frekuensi tantrum dan membangun komunikasi yang lebih harmonis.
Pernahkah Mama niatnya mau bantu, tapi si Kecil malah marah besar? Hal sepele apa yang biasanya paling cepat bikin si Kecil Mama emosi di rumah?