Panduan Waktu Tidur yang Sehat menurut Usia Balita

Ketahui juga apa yang menyebabkan anak sulit tidur

30 Juni 2021

Panduan Waktu Tidur Sehat menurut Usia Balita
Freepik/Aieruana

Setiap anak memiliki jam tidur yang bervariasi, beberapa anak menghabiskan waktu dengan banyak tidur dan yang beberapa anak lainnya memiliki jam tidur yang lebih sedikit.

Disadari atau tidak, bertambahnya usia anak ia semakin susah tidur. Dari tidak mau tidur siang hingga begadang di malam hari.

Padahal, tidur adalah aktivitas yang sangat penting untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Kebiasaan tidur yang baik, sebenarnya dimulai sejak anak lahir.

Anak-anak yang tidak cukup tidur di malam hari, kemungkinan besar akan lebih mudah lelah dan mengantuk di siang harinya. Akhirnya memengaruhi kegiatan anak di esok harinya. Anak juga mungkin saja rewel atau merasa kurang fit.

Sehingga penting sekali bagi Mama untuk mengetahui tentang jumlah tidur yang dibutuhkan anak selama 24 jam, termasuk tidur malam dan tidur siang. Agar nantinya Mama bisa menetapkan pola tidur yang baik dan sehat untuk anak.

Berikut ini Popmama.com akan memberikan panduan umum tentang waktu tidur yang dibutuhkan anak berdasarkan usianya.

1. 1-3 Tahun: 12 - 14 jam per hari

1. 1-3 Tahun 12 - 14 jam per hari
Freepik

Saat anak telah melewati tahun pertama dan sedang menuju usia 18-21 bulan, kemungkinan besar anak memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi lingkungan barunya. Hal ini bisa membuat si Kecil bangun lebih cepat di pagi hari, serta tidur siang yang terlalu menjelang sore.

Sebagian besar anak berusia sekitar 1,5 tahun hingga 3 tahun masih membutuhkan satu kali tidur siang sehari, yang berkisar dari satu hingga tiga setengah jam. Kemudian anak bisa tidur diantara jam 7 malam hingga 9 malam, dan bangun antara jam 6 pagi hingga 8 pagi.

Tidur siang yang terlalu sore dapat membuat anak menjadi lebih terjaga di malam harinya. Sedangkan, seorang balita membutuhkan waktu tidur hingga 14 jam dalam sehari, namun seringkali anak saat ini hanya bisa mendapatkan sekitar 10 jam.

2. Tips untuk menjaga kebiasaan tidur yang sehat untuk anak usia 1-3 tahun

2. Tips menjaga kebiasaan tidur sehat anak usia 1-3 tahun
Freepik

Agar menjaga kebiasaan tidur yang sehat untuk balita, Mama bisa menerapkan tips-tips berikut ini:

  • Tetap penting untuk menjaga pola tidur yang biasa dilakukan anak. Rutinitas yang dibuat selama tahun pertama bahkan lebih penting untuk balita.
  • Hindari tidur siang yang terlalu larut atau menjelang terlalu sore, karena pada usia tersebut dapat memengaruhi tidur malam.
  • Bantu anak beristirahat sekitar setengah jam sebelum tidur dengan cerita dan aktivitas yang tenang.
  • Bersikaplah lembut tetapi tegas jika anak protes.
  • Jagalah agar kamar tidur tenang, nyaman, dan baik untuk tidur, seperti menjaga agar lampu tetap redup.
  • Pasang musik yang lembut dan menenangkan mungkin bisa menghibur.
  • Barang-barang seperti selimut atau boneka binatang seringkali bisa berguna pada usia ini.

Editors' Picks

3. 3-5 Tahun: 10 - 13 jam per hari

3. 3-5 Tahun 10 - 13 jam per hari
Freepik/Pvproduction

Anak usia prasekolah idealnya harus tidur sekitar 10 hingga 13 jam sehari. Saat anak mendekati usia 3 tahun, ia mungkin tidur siang satu kali sehari, tetapi banyak yang masih tidur siang kedua kali di dalam sehari.

Pada hari-hari tertentu anak mungkin membutuhkan tidur siang, sementara di hari-hari lain ia mungkin tidak. Beberapa anak bahkan ada yang tidak tidur siang sama sekali selama periode usia ini.

Mama dapat menggunakan waktu luang tersebut sebagai waktu tenang anak setelah makan siang. Bisa dilakukan dengan cara membaca cerita dan juga bersantai. Pada usia ini, adalah hal yang umum bagi anak untuk mengalami masalah tidur dan menolak tidur.

Anak mungkin juga terbangun di malam hari karena ketakutan atau mimpi buruk di malam hari.

4. Tips untuk menjaga kebiasaan tidur yang sehat untuk anak usia 3-5 tahun

4. Tips menjaga kebiasaan tidur sehat anak usia 3-5 tahun
Freepik/Freepic-diller

Berikut ini juga ada beberapa tips yang akan membantu kebiasaan tidur sehat untuk anak prasekolah:

  • Jangan beri anak minuman yang mengandung kafein.
  • Hindari penggunaan layar sebelum tidur. Jangan izinkan penggunaan tablet, televisi, komputer atau video game di kamar tidur.
  • Beberapa anak akan mencoba menunda waktu tidur. Sehingga tetapkan batasan, seperti berapa banyak buku yang akan Mama baca bersama, dan pastikan anak juga tahu tentang buku yang akan dibaca.
  • Tempatkan anak di tempat tidur dengan pas untuk mendapatkan perasaan nyaman.
  • Jangan abaikan ketakutan waktu tidur. Jika anak mengalami mimpi buruk, kuatkan, dan hibur anak.

5. Masalah tidur yang dapat ditemukan pada beberapa anak

5. Masalah tidur dapat ditemukan beberapa anak
Freepik/Pvproduction

Masalah tidur dapat ditemukan pada beberapa anak, Mama dapat mencari tahu apa saja masalah tidur anak sehingga dapat diatasi sesegera mungkin:

Kurang tidur: Beberapa anak mengalami kurang tidur. Jika anak rewel, ngambek, atau sulit tidur di malam hari, itu mungkin karena ia tidak mendapatkan waktu tidur siang yang cukup atau jam tidur yang terlalu malam.

Masalah perpisahan: Anak mungkin mengalami kesulitan untuk rileks dan pergi tidur jika ia merasa kesal karena Mama tidak ada di sana menemaninya. Cobalah berikan pelukan lebih lama sebelum tidur, berikan selimut atau boneka binatang, atau biarkan pintunya terbuka saat Mama menidurkannya.

Mimpi buruk: Kebanyakan anak akan mengalami mimpi buruk pada satu waktu atau lainnya. Mimpi buruk dapat terjadi setelah peristiwa fisik atau emosional yang membuat stress, atau dapat disebabkan oleh demam. Anak mungkin meminta Mama untuk menemaninya. Bicaralah dengan tenang, peluk dan kuatkan anak.

6. Bawa anak ke dokter jika mengetahui anak memiliki kondisi tidur ini

6. Bawa anak ke dokter jika mengetahui anak memiliki kondisi tidur ini
Freepik/Shapovalphoto

Berikut ini adalah kondisi tidur pada anak yang harus Mama waspadai, sehingga Mama bisa langsung membawa anak ke dokter atau rumah sakit setempat:

Mendengkur keras

Jika anak terus menerus mendengkur dengan keras, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatannya.

Berjalan dalam tidur (sleepwalking)

Berjalan dalam tidur adalah gangguan di mana anak sebagian sadar, tetapi tidak sepenuhnya, pada malam hari. Anak mungkin bisa duduk di tempat tidur dan mengulangi gerakan tertentu, seperti menggosok matanya.

Atau mungkin bangun dari tempat tidur dan berjalan di sekitar ruangan. Kemudian saat Mama mengajak anak berbicara, ia biasanya tidak akan menjawab. Jika anak tidur sambil berjalan, penting untuk memastikan area disekitarnya aman.

Bimbing anak kembali ke tempat tidur dengan lembut tanpa membangunkannya. Jika masalah berlanjut, hubungi dokter.

Teror malam (night terror)

Teror malam berbeda dari mimpi buruk. Anak dengan teror malam bisa menjerit tak terkendali, mungkin bernapas dengan cepat, dan tampak seperti terjaga. Jika Mama membangunkannya, ia mungkin akan bingung, dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk tenang dan kembali tidur.

Teror malam biasanya terjadi antara usia 4 dan 12 tahun, tetapi dapat terjadi pada anak-anak berusia 18 bulan. Kebanyakan saat bertambahnya usia anak mulai bisa mengatasinya, tetapi bicarakan dengan dokter jika teror malam terus berlanjut.

7. Beberapa faktor yang menyebabkan anak susah tidur

7. Beberapa faktor menyebabkan anak susah tidur
Freepik/Jes2ufoto

Jika anak terus menerus susah tidur, berikut ini adalah beberapa alasan yang menyebabkannya:

  • Beberapa anak sulit tidur sendiri dan bisa terjaga dalam waktu lama. Hal ini bisa disebabkan oleh terlalu banyak waktu menatap layar sebelum tidur, atau kafein dari minuman bersoda.
  • Jika anak menonton TV atau bermain video game dalam waktu lama, cobalah batasi waktu layar atau hentikan kebiasaan ini dari kebiasaan sebelum waktu tidurnya.
  • Cobalah melakukan aktivitas santai sebelum tidur seperti membaca, mendengarkan musik yang menenangkan, kemudian berbaring di tempat tidur dengan anak, dan berbicara dengan tenang tentang harinya.

Jika alasan-alasan di atas bukan penyebabnya, maka sebaiknya Mama bisa bicarakan dengan dokter tentang cara lain untuk membantu anak belajar tertidur sendiri. Semoga informasinya bermanfaat Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.