Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Life Skill yang Bisa Diajarkan Lewat Challenge Kegiatan Berbelanja
Instagram.com/almirantifira
  • Konten parenting @almirantifira menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti belanja bisa jadi sarana belajar life skill penting bagi anak secara alami dan menyenangkan.
  • Melalui challenge harian, anak-anak belajar tanggung jawab, kerja sama antar saudara, kemandirian, serta keberanian berinteraksi dengan orang lain.
  • Kegiatan ini juga melatih problem solving, kesabaran, pengendalian emosi, dan etika sosial tanpa perlu pembelajaran formal yang kaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan life skill ke anak ternyata nggak harus selalu lewat kelas khusus atau aktivitas yang rumit, Ma. Justru, kegiatan sederhana sehari-hari bisa jadi momen belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Hal ini terlihat dari konten seru yang dibagikan content creator parenting @almirantifira bersama dua anaknya yang akrab dipanggil Ao (kakak) dan Ea (adek). Lewat challenge sederhana seperti membeli sushi sendiri hingga belanja buah di toko, keduanya terlihat belajar banyak hal secara natural.

Yang bikin gemas, Ao terlihat beberapa kali memastikan adiknya tetap mengikuti alur belanja, bahkan sampai menukar keranjang agar sang adik membawa yang lebih ringan. Sementara Ea juga tampak belajar mencari solusi sendiri saat kesulitan membawa keranjang belanja.

Sekilas memang terlihat seperti aktivitas biasa, tapi tanpa sadar ada banyak kemampuan hidup penting yang sedang dilatih di sana lho, Ma.

Berikut Popmama.com rangkum 7 life skill yang bisa diajarkan lewat challenge kegiatan sehari-hari saat berbelanja ala Ao dan Ea.

1. Anak belajar tanggung jawab

Saat diberi challenge membeli sesuatu sendiri, anak belajar bahwa mereka punya tugas yang perlu diselesaikan sampai akhir.

Misalnya saat membeli sushi, Ao dan Ea tidak hanya memilih makanan, tapi juga membawa keranjang, menjaga barang bawaan, antre, hingga menyelesaikan proses pembayaran.

Tanggung jawab kecil seperti ini membantu anak memahami bahwa setiap keputusan punya proses yang perlu dijalani dengan baik.

2. Melatih kerja sama antar saudara

Pexels/gustavofring

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah cara Ao dan Ea bekerja sama selama challenge berlangsung.

Ao terlihat beberapa kali memastikan adiknya tetap mengikuti arah, menanyakan makanan yang ingin dipilih, sampai membantu dengan menukar keranjang agar lebih ringan dibawa.

Hal-hal sederhana seperti ini bisa membantu anak belajar bekerja dalam tim, saling membantu, sekaligus memahami kebutuhan orang lain.

3. Membantu anak jadi lebih mandiri

Pexels/gustavofring

Saat anak diberi kesempatan mencoba sendiri, rasa percaya dirinya juga ikut tumbuh.

Waktu belanja buah misalnya, kakak terlihat mengambil plastik sendiri, memilih buah, memasukkannya ke kantong, hingga ikut terlibat selama proses belanja.

Mungkin terlihat sepele untuk orang dewasa, tapi buat anak, pengalaman seperti ini bisa membantu mereka merasa, “Oh, ternyata aku bisa melakukannya sendiri.”

4. Mengajarkan keberanian berbicara dengan orang lain

Pexels/gustavofring

Tidak semua anak langsung percaya diri berbicara dengan orang asing. Karena itu, challenge kecil seperti membeli sesuatu sendiri bisa jadi latihan sosial yang baik.

Saat belanja buah, Ao tampak belajar meminta bantuan petugas untuk menimbang buah. Momen sederhana seperti ini membantu anak belajar cara berbicara sopan, meminta tolong, hingga membangun keberanian saat berinteraksi dengan orang baru.

Skill ini akan sangat berguna ketika anak mulai sekolah lebih besar atau menghadapi lingkungan baru.

5. Melatih kemampuan memecahkan masalah (problem solving)

Anak ternyata bisa jauh lebih kreatif dari yang kita bayangkan, Ma.

Ada satu momen ketika Ea tampak kesulitan membawa keranjang hingga sempat tersandung. Bukannya langsung menyerah, ia mencoba mencari cara agar lebih nyaman membawanya dan akhirnya menggunakan dua tangan.

Momen kecil seperti ini sebenarnya adalah latihan problem solving. Anak belajar bahwa saat ada kesulitan, mereka bisa mencari solusi sendiri.

6. Mengembangkan kesabaran dan kemampuan mengatur emosi

Pexels/gustavofring

Challenge sehari-hari juga bisa membantu anak belajar sabar.

Saat menunggu sushi selesai di-scan sebelum membayar, Ao dan Ea tampak menunggu giliran dengan tenang tanpa terburu-buru. Mereka juga terlihat tetap mengikuti proses sampai selesai.

Kemampuan menunggu, mengikuti aturan, dan mengelola rasa tidak sabar merupakan bagian penting dari self-regulation atau kemampuan mengatur diri.

7. Mengenalkan kebiasaan baik dan etika sosial

Pexels/gustavofring

Ada detail kecil yang bikin banyak orang gemas, yaitu saat mereka tidak lupa mengucapkan terima kasih setelah selesai membayar dan mengembalikan keranjang ke tempat semula.

Tanpa perlu ceramah panjang, anak belajar kebiasaan baik lewat praktik langsung. Mereka jadi memahami pentingnya bersikap sopan, menghargai orang lain, dan menjaga lingkungan sekitar.

Jadi Ma, ternyata challenge sederhana seperti beli makanan atau belanja buah bisa jadi “kelas kehidupan” kecil untuk anak, ya. Selain seru, kegiatan seperti ini juga membantu mereka belajar tanggung jawab, kerja sama, hingga percaya diri secara natural. Yang terpenting, proses belajarnya terasa menyenangkan tanpa terasa seperti sedang diajari.

Editorial Team

Related Article