Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mitos atau Fakta, Anak Tidur Lebih dari Jam 9 Malam Bikin Pendek?
Magnific.com/pvprofuctions
  • Tidur maksimal pukul 9 malam disebut membantu anak usia 4–5 tahun memasuki tidur nyenyak, saat hormon pertumbuhan dilepas tinggi untuk pembentukan tulang dan regenerasi sel.

  • Kualitas tidur perlu dijaga dengan mencegah anak sering terbangun, termasuk mengganti popok sebelum tidur, karena gangguan istirahat dapat menurunkan fase tidur nyenyak.

  • Anggapan tidur pukul 9 malam membuat anak pendek dinyatakan mitos; pertumbuhan juga didukung kesehatan gigi, nutrisi seimbang, dan kebiasaan orangtua mendampingi anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa tumbuh kembang anak usia 4–5 tahun merupakan salah satu periode emas yang paling krusial bagi orangtua. 

Pada rentang usia prasekolah ini, anak-anak mengalami perkembangan fisik, otak, dan motorik yang sangat pesat, Ma. 

Untuk menunjang tumbuh kembang si Kecil yang optimal adalah dengan kualitas serta kuantitas waktu istirahat harian mereka. 

Tidak sedikit orangtua yang mulai cemas ketika mendapati anak mereka sering tidur larut malam karena khawatir hal tersebut dapat berdampak buruk pada tinggi badan mereka di masa depan.

Perdebatan mengenai jam tidur anak sering kali dibumbui dengan berbagai anggapan yang membingungkan di tengah masyarakat. 

Jadi sebenarnya, mitos atau fakta bahwa anak yang tidur di jam 9 malam akan membuat tinggi badannya stuck atau pendek?

Nah, disampaikan oleh dr. Shane Tuty Cornish dalam Instagramnya @breastfeedo.mom, ia menjelaskan bahwa anak yang tidur di jam 9 adalah sebuah kewajiban.

Maka dari itu, yuk simak di Popmama.com apakah mitos atau fakta, anak tidur lebih dari jam 9 malam bikin pendek?

1. Optimalisasi hormon pertumbuhan anak

Pinterest.com/moelyadi

Ma, ketika malam hari, si Kecil wajib tidur maksimal jam 9 malam, ya!

Hal tersebut dikarenakan pada awal malam, hormon pertumbuhan (Growth Hormone atau GH) diproduksi oleh kelenjar pituitari dan dilepaskan paling tinggi saat anak memasuki fase tidur nyenyak (deep sleep). 

Jika anak usia 4–5 tahun konsisten tidur maksimal pukul 9 malam, tubuh mereka memiliki kesempatan emas untuk memaksimalkan produksi hormon pertumbuhan.

Pastikan si Kecil maksimal tidur jam 9 malam ya Ma, demi pembentukan tulang panjang dan regenerasi sel mereka secara optimal. 

2. Menjaga kualitas tidur anak

Magnific.com/rawpixel.com

Selain jam tidur yang tepat, kualitas istirahat anak sangat dipengaruhi oleh kenyamanan sepanjang malam. 

Usahakan agar anak tidak sering terbangun di tengah malam akibat ketidaknyamanan, seperti popok yang terlalu penuh. 

Bagi si Kecil yang masih memerlukan popok, pastikan untuk menggantinya sebelum ia tertidur pulas, Ma!

Tujuannya agar waktu istirahat anak tidak terganggu.

Karena jika si Kecil sering terbangun dapat menyebabkan menurunnya kualitas deep sleep yang krusial bagi pertumbuhannya. 

3. Peran kesehatan gigi anak untuk pertumbuhan

Magnific.com/mdjaff

Kesehatan gigi memegang peranan yang sangat besar terhadap tinggi dan berat badan anak secara tidak langsung, lho!

Kenapa bisa seperti itu, ya?

Ternyata Ma, rutin menyikat gigi pada si Kecil sebelum tidur dapat mengoptimalkan pertumbuhannya.

Terlebih ketika Mama menggunakan pasta gigi berfluoride sekitar 1000 ppm serta kalsium fosfat sangat penting untuk mencegah karies pada gigi anak. 

Gigi yang berlubang dan dibiarkan sakit akan membuat si Kecil merasa tidak nyaman saat makan, sering mengemut makanan, hingga membuat berat dan tinggi badan anak seret akibat kekurangan nutrisi.

Kesimpulannya, kedisiplinan waktu tidur di malam hari merupakan salah satu pilar penting yang tidak boleh diabaikan oleh para orangtua. 

Jadi, apakah mitos atau fakta, anak tidur jam 9 malam bikin pendek? Jawabannya mitos ya, Ma!

Selagi Mama melakukan ketiga hal di atas, pertumbuhan dan perkembangan si Kecil akan aman sentosa.

Selain ketiga hal tersebut, pemenuhan nutrisi seimbang juga dibutuhkan untuk memastikan anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan memiliki tinggi badan optimal sesuai usianya.

Peran aktif orangtua dalam mendampingi kebiasaan baik ini tentu akan membuahkan hasil manis bagi masa depan si Kecil, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article