10 Hal yang Anak Inginkan dari Orangtua, Cari Tahu yuk Ma!

Tidak hanya materi semata lho, Ma yang dibutuhkan anak. Kira-kira apa ya? Simak di bawah ini yuk Ma!

27 Februari 2024

10 Hal Anak Inginkan dari Orangtua, Cari Tahu yuk Ma
Shutterstock/Sorn340 Studio Images

Anak adalah manusia kecil yang sering mengalami masalah, emosi, dan masalah hidup yang besar. Masa anak-anak adalah periode yang singkat dalam kehidupan manusia. Namun, hal itu berdampak pada seluruh hidup mereka lho, Ma. 

Untuk itu, sebagai orangtua harus ingat bagaimana rasanya menjadi anak-anak dan apa yang dibutuhkan anak-anak. Anak tidak membutuhkan hal-hal yang hanya sekedar materi dah, Tetapi sebenarnya orangtua juga perlu memahami bahwa ada hal-hal sederhana yang sebenarnya juga anak inginkan dari Mama dan Papanya.

Apa saja sih hal-hal tersebut? Yuk, simak rangkuman yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini. 

1. Anak butuh seseorang untuk mengakui perasaan mereka

1. Anak butuh seseorang mengakui perasaan mereka
Pinterest.com/@Doramann

Anak-anak belajar segalanya dari pengalaman mereka. Mereka pasti tidak akan mengerti apa yang mereka rasakan sampai seseorang menjelaskannya kepada mereka. Maka dari itu, Mama dan Papa perlu untuk membantu mereka untuk mengakui dan mengidentifikasi perasaannya dengan membicarakan dan mendengarkannya. 

Mama boleh untuk beri tahu anak menggunakan kata-kata yang akan ia pahami, bagaimana rasanya ketika seseorang mengalami emosi tertentu.

Supaya Mama mengenali perasaan anak, Mama juga dapat membuat cerita untuk membantu mereka memahaminya dengan lebih baik. 

Perlahan-lahan mereka akan mengembangkan kosakata emosional yang kaya yang akan membantunya mengidentifikasi perasaannya sendiri. 

2. Ciptakan rumah yang terasa aman untuk anak

2. Ciptakan rumah terasa aman anak
Freepik/standret

Bicara soal rumah yang aman, tidak selalu bebas dari pencuri atau tindak kejahatan lainnya. Bukan juga soal rumah yang aman dari bencana, atau bebas dari hantu dan makhluk gaib. Rumah yang aman bagi anak adalah di mana ia tak merasa ketakutan, terintimidasi, atau bahkan cemas.

Lalu apa yang membuat si Kecil merasa takut dan cemas?

Cara Mama dan Papa berbicara, memberi nasehat, menegur, serta bagaimana interaksi anggota keluarga lain di rumah. Misalnya ada Nenek atau saudara yang menumpang, mereka tentu berpengaruh terhadap rasa aman yang dirasakan anak. 

Anak akan merasa kurang nyaman di rumah jika ia sering dimarahi. Kemudian sering disuruh-suruh karena ia masih kecil dan harus menurut pada orang dewasa.

Untuk merasa aman, ia tak butuh disewakan satpam. Anak hanya butuh suasana harmonis yang tidak menempatkannya sebagai sumber masalah.

3. Berikan kata-kata atau tindakan yang membuat mereka mengetahui bahwa mereka telah dicintai

3. Berikan kata-kata atau tindakan membuat mereka mengetahui bahwa mereka telah dicintai
Pinterest.com/@freepik

Setiap orangtua pasti mencintai anaknya. Tapi belum tentu anak merasa dicintai oleh orang tuanya. Karena anak-anak menilai rasa cinta orang tua lewat tindakan. Bukan sekedar lewat kata-kata.

Beberapa orangtua yang menyatakan cinta pada anaknya di media sosial justru memiliki anak yang tidak merasa dicintai. Hal ini karena apa yang orangtua maksudkan dengan apa yang anak tangkap berbeda.

Melansir Happy You Happy Family, melayangkan kata-kata bijak dan positif juga dapat membuat mereka merasa luar biasa. Misalnya saja dengan kata bisa dengan mengatakan, 'Aku suka sekali menghabiskan waktu bersamamu', 'Aku bangga denganmu', 'Aku merasa sangat beruntung menjadi Mamamu', dan lainnya.

Ungkapan tersebut tidak saja membuat anak-anak merasa dicintai Mama, tetapi juga membuat koneksi antara Mama dan anak semakin lekat daripada sebelumnya.

4. Berikan anak tempat meluapkan rasa marah, kesal, sedih, dan apa pun yang mereka butuhkan rasakan

4. Berikan anak tempat meluapkan rasa marah, kesal, sedih, apa pun mereka butuhkan rasakan
lovewhatmatters.com
Ilustrasi

Kesediaan untuk menjadi tempat untuk anak dengan mendengarkan perasaan akan membuat hubungan orangtua dengan anak semakin melekat secara psikologis. Selain itu, akan membuat komunikasi orangtua dan anak bertumbuh menjadi lebih baik.

Sudahkah Mama mendengarkan isi hati anak Mama? Tentu lebih baik Mama melakukannya sejak dini dan tidak perlu menunggu datangnya keluhan dari anak. Kenali dan pahamilah isi hati anak Mama ya, maka nantinya Mama akan menuai hubungan kekeluargaan yang indah dengan anak!

Editors' Pick

5. Menjadi seseorang yang bisa menjelaskan segala bentuk kejadian yang terjadi

5. Menjadi seseorang bisa menjelaskan segala bentuk kejadian terjadi
Freepik/gpointstudio

Kejadian-kejadian seperti, perceraian, kematian dan lainnya menjadi topik yang sangat sulit sekaligus emosional untuk dibicarakan dengan anak-anak. Namun, Mama dan Papa harus tetap memberitahukan pada anak-anak.

Hal yang bisa lakukan oleh orangtua dengan cara sebagai berikut: 
- Pilih waktu yang tepat
- Mama dan Papa bisa menjelaskan secara bersama-sama
- Ungkapkan kata-kata sayang
- Buat penjelasan yang mudah

Selain itu, Mama juga perlu ya untuk mengetahui tentang perasaan si Anak. 

6. Sebagai orang tua posisikan diri sebagai teman bagi anak

6. Sebagai orang tua posisikan diri sebagai teman bagi anak
Pinterest.com/@TinnyHoaiThu

Bicaralah dari hati ke hati dengan anak. Ketika anak sudah mulai tumbuh, Mama bisa komunikasikan kepadanya bahwa ia akan mengalami perubahan fisik, pada usia ini anak juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan.

Sudah pasti dalam melewati semua itu, anak akan menghadapi masalah. Saat itu posisi orang tua menjadi sahabat atau teman sangat diperlukan supaya anak tidak lari ke dunia luar.
 

7. Menjadi orangtua yang bertanggungjawab

7. Menjadi orangtua bertanggungjawab
Freepik/Pch.vector

Bertanggung jawab di sini artinya adalah bila Mama dan Papa sudah melakukan kesalahan pada anak katakan dengan jujur padanya dan mintalah maaf. Tak lupa, katakan bahwa Mama akan memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan demikian, anak akan belajar untuk bertanggungjawab bila melakukan kesalahan, dan tahu bahwa terkadang orangtua pun salah.
 

8. Berikan anak kesempatan kedua

8. Berikan anak kesempatan kedua
Freepik/Dimaberlin

Mungkin anak memang melakukan kesalahan yang membuat emosi Mama memuncak, tapi ada baiknya Mama memberikan kesempatan lagi padanya. Sehingga, ia berusaha memperbaiki diri dan belajar untuk lebih baik di kemudian hari.

9. Fokus pada aksi positif dan tidak memberikan ekpetasi tinggi

9. Fokus aksi positif tidak memberikan ekpetasi tinggi
Freepik/coffeekai

Orangtua mana yang tidak menginginkan anaknya berhasil dalam bidang akademis, tentu semua orangtua menginginkan hal serupa. Namun, bukan berarti Mama dan Papa memberikan ekpetasi tinggi pada mereka ya.

Cobalah untuk berfokus pada aksi positif, misalnya dengan memberikan dukungan sepenuhnya saat anak menyelesaikan setiap pekerjaannya. Sebab, saat Mama dan Papa berekspetasi tinggi pada mereka dan akhirnya tidak sesuai yang diharapkan, ini yang menjadi pemicu anak diabaikan oleh orangtuanya.

Sehingga hal yang anak inginkan adalah memberikan dukungan positif untuk setiap langkahnya. Ketika anak mendapatkan hal demikian, maka bukan tidak mungkin mereka bisa mendapatkan keberhasilan.

10. Hargai keberadaan dan keputusan anak

10. Hargai keberadaan keputusan anak
Pexels/Matilda Wormwood

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, cobalah untuk memberikan kasih sayang kepada setiap anak tanpa membedakan. Hargailah keberadaan mereka sebagaimana Mama dan Papa ingin dihargai oleh setiap anak.

Sama seperti orang dewasa, anak pun tidak suka dan akan sedih jika dirinya dibandingkan dengan orang lain, termasuk saudaranya sendiri. Jadi, cobalah untuk menghargai keberadaan anak dengan tetap menyayangi dan mendukung setiap langkahnya.

Nah, itulah tadi beberapa yang telah Popmama.com rangkum mengenai 10 hal yang anak inginkan dari orangtua. Semoga Mama dapat mewujudkan semuanya. Semangat terus ya, Ma!

Baca juga: 

The Latest