Ciri Anak Kidal, Penyebab dan Cara Menjelaskan Hal Ini pada si Kecil

Anak yang kidal bukan berarti mendapat kutukan kok, Ma. Yuk jelaskan padanya agar tak salah kaprah

27 Januari 2021

Ciri Anak Kidal, Penyebab Cara Menjelaskan Hal Ini si Kecil
Carlagrobler.co.za

Anak adalah anugerah Tuhan yang dititipkan kepada kita sebagai orangtua. Akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orangtua dapat melihat anak tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Namun, saat masa tumbuh kembangnya, tak jarang Mama melihat si Kecil banyak menggunakan tangan kirinya dalam melakukan berbagai hal.

Kondisi ini sering kali disebut dengan kidal. Meski demikian, bukan berarti kidal adalah kutukan yang diberikan kepada si Kecil kok, Ma!

Dengan mengetahui penyebab dan ciri anak kidal sejak dini, maka Mama dapat memahami lebih lanjut guna menjelaskan pada anak perihal kondisinya.

Berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai penyebab dan bagaimana cara menjelaskan pada anak jika mereka alami kidal. 

1. Apa yang membuat anak kidal?

1. Apa membuat anak kidal
Scmp.com

Banyak orangtua bertanya-tanya, mengapa anak mereka kidal tak seperti anak pada umumnya? 

Para ahli memercayai bahwa penyebab seseorang menjadi kidal berasal dari saraf di sumsum tulang belakang mereka.

Memasuki usia kehamilan 13 minggu, melalui pemeriksaan USG bayi sudah memulai terlihat adanya gerakan dengan mengemut jempol dan bisa memilih tangan favoritnya sebelum otak mulai mengendalikan gerak tubuhnya.

Penulis utama studi dan peneliti di Max Plank Institute for Psycholinguistics, Carolien de Kovel dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa perbedaan menggunakan tangan kiri dan kanan ini juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan, yang nantinya akan berpengaruh pada tumbuh kembang bayi seiring bertambahnya usia.

Jadi, secara sederhana perkembangan tangan kidal sebenarnya sudah terjadi sejak dalam kandungan, Ma. Faktor genetik serta paparan lingkungan selama kehamilan pun dipercaya memiliki peran penting dalam menjadikan seseorang bertangan kiri, tutup de Kovel.

Editors' Picks

2. Mengetahui kapan anak mulai kidal

2. Mengetahui kapan anak mulai kidal
Schreibmotorik-institut.com

Meski beberapa penelitian menyebutkan seperti demikian, tetapi orangtua bisa mengetahui apakah anak mereka kidal atau tidak adalah saat usia anak mulai lebih besar.

Melansir dari Baby Center, anak yang menunjukkan penggunaan tangan kiri mulai terlihat ketika usianya memasuki 2 atau 3 tahun.

Ada juga kok, Ma, yang sudah terlihat sejak usia 18 bulan. Jika Mama ingin mengetahui pasti apakah si Kecil kidal atau tidak, Mama bisa melakukan beberapa percobaan.

Misalnya, memberikan mainan dan menunggu anak meraihnya, atau menggelindingkan bola dan lihat tangan mana yang akan meraih bola lebih dahulu. 

Cara ini bisa dengan mudah mengetahui apakah anak kidal atau tidak. Sebab, anak akan cenderung memilih tangan dominan untuk meraih mainan yang diberikan padanya lantaran tangan dominan tersebut dirasa lebih kuat dari tangan satunya. 

3. Ciri-ciri anak yang kidal

3. Ciri-ciri anak kidal
Occupationaltherapy.com

Untuk mengetahui lebih jelas apakah anak mama alami kidal atau tidak, berikut adalah ciri-ciri anak kidal yang umum dialami. Diantaranya:

  1. Lebih banyak menggunakan tangan kiri untuk kegiatan hariannya, seperti menulis, menggambar dan mewarnai, atau memegang sendok saat makan.
  2. Ketika menendang sesuatu seperti bermain bola, biasanya anak yang kidal lebih banyak menggunakan kaki sebelah kiri.
  3. Saat berdiri, kaki kiri anak akan terasa lebih nyaman atau aman karena merasa lebih mudah berdiri di atas kaki kirinya.
  4. Telinga kirinya lebih peka terhadap suara. Ketika mendengarkan musik, tanya pada anak mama telinga sebelah mana yang lebih peka terhadap suara musik yang didengarnya.

Dari ciri di atas, tidak selamanya ciri anak kidal hanya berfokus pada tangannya saja, Ma. Ketahui juga dari fisik lainnya yang bisa juga menjadi ciri dari anak yang alami kidal.

4. Menjelaskan tangan kidal pada anak

4. Menjelaskan tangan kidal anak
Today.com
Memotivasi anak untuk belajar

Melihat perbedaan anak dengan anak lainnya mungkin membuat Mama ingin mengubahnya agar terlihat normal.

Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa orangtua tak perlu memaksa anak mengubah hal itu, Ma.

Jika memang anak terlahir kidal, maka biarkan. Sebab jika dipaksa untuk berubah, justru akan membuat anak frustrasi dan menghambat proses belajar mereka saat memasuki usia sekolah.

Setiap anak adalah anugerah dan karunia bagi orangtua. Untuk itu, berikan dorongan pada mereka untuk tetap percaya diri dengan keunikan dan perbedaan yanh dimilikinnya.

Saat usianya sudah cukup besar, Mama bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa meski ia berbeda dari temannya, itu bukan hal yang buruk kok!

Beri tahu anak bahwa ada banyak orang-orang kidal yang terkenal akan kemampuan kreatif dan kritis di luar perkiraan.

Anak kidal juga biasanya memiliki imajinasi, kreativitas, serta pengendalian emosi yang lebih baik dibandingkan anak yang dominan menggunakan tangan kanan.

Jadi, jangan patah semangat untuk terus memberikan dorongan pada anak yang kidal ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.