Perut Anak Buncit Tapi Kurus, Apakah Sehat atau Tidak?

Anak dengan tubuh kurus pun bisa alami perut buncit, Ma

27 Januari 2021

Perut Anak Buncit Tapi Kurus, Apakah Sehat atau Tidak
Parents.com

Sebagai orangtua, melihat tumbuh kembang anak yang baik dan sehat adalah kebahagiaan tersendiri. Bukan begitu, Ma?

Namun, ketika terjadi sesuatu pada kondisi si Kecil tak banyak orangtua yang merasa khawatir akan kesehatan buah hati mereka. Misalnya ketika melihat si Kecil memiliki perut buncit. Tentu banyak pertanyaan, apakah itu merupakan sesuatu yang serius?

Perlu diketahui, perut buncit adalah kondisi bagian perut terlihat membesar dan bengkak. Dua hal yang perlu diperhatikan ketika perut anak buncit adalah, apakah ini bersamaan dengan kenaikan berat badan anak atau justru badannya kurus tetapi memiliki perut buncit?

Lantas, apakah perut buncit sebenarnya berbahaya atau tidak pada anak?

Untuk mengetahui jawabannya, berikut Popmama.com telah menyiapkan rangkuman dari berbagai sumber untuk Mama.

Perhatikan jika perut anak buncit tapi kurus dan jangan langsung panik ya, Ma!

Editors' Picks

1. Otot perut balita masih belum kuat

1. Otot perut balita masih belum kuat
Freepik

Sebelumnya, Mama perlu mengetahui bahwa otot perut anak usia balita masih belum kuat. Jadi, saat si Kecil makan banyak dan perutnya membesar, itu adalah hal normal yang sering terjadi dan tak perlu dikhawatiran, Ma.

Membuncitnya perut di usia balita menjadi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, beda kondisi ketika perut buncit membuat si Kecil merasa tak nyaman hingga mengalami berbagai permasalahan seperti hilangnya nafsu makan dan alami mual serta muntah.

2. Penyebab perut buncit pada anak

2. Penyebab perut buncit anak
Health.clevelandclinic.org

Selain kelebihan berat badan, perut buncit juga banyak dialami oleh anak-anak bertubuh kurus. Beberapa penyebabnya bisa dikaitkan sebagai berikut:

  1. Radang usus buntu: Penyebab satu ini ditandai dengan gejala demam, mual dan nyeri yang berpusat di sekitar sisi kanan bawah perut. Jika tidak segera ditangani, tak hanya sebabkan perut buncit saja, Ma. Ini juga berpotensi pecah dan sebabkan infeksi yang mengancam keselamatan anak. Biasanya dibutuhkan obat antibiotik atau operasi pengangkatan usus buntu, tergantung instruksi yang diberikan dokter saat menangani anak mama.
  2. Konstipasi: Gangguan saluran pencernaan memang tak timbulkan masalah serius pada tubuhnya, namun jika anak alami sembelit yang menyebabkan perut buncit pada dalam waktu lama, maka ini adalah kondisi yang perlu Mama waspadai. Gejalanya adalah perut membengkak, mudah rewel, kehilangan napsu makan dan disertai gangguan pencernaan. Ketika si Kecil buang air besar lebih jarang dari biasanya dan tampak sangat keras, ia mungkin mengalami konstipasi. 
  3. Bakteri usus: Selain konstipasi, perut buncit pada anak juga bisa disebabkan karena bakteri atau parasit pada usus. Gejala yang muncul biasanya ialah diare, sakit perut, mual, dan perut buncit. Meski gejalanya mirip sembelit, kondisi ini tetap perlu mendapat diagnosis yang tepat dari dokter ya, Ma.
  4. Mengonsumsi makanan diary: Mengonsumsi makanan produk susu atau diary memang baik untuk tubuh anak, namun jika terlalu banyak justru berbahaya juga, Ma. Sistem pencernaan anak yang masih tipis dan sensitif membuatnya tak mampu memecah laktosa, yaitu gula pada produk makanan olahan susu yang dikonsumsi anak. Itulah yang membuat laktosa pada akhirnya akan difermentasi di usus dan akan menyebabkan gas, kembung, diare, sakit perut dan perut buncit pada anak. 
  5. Mengonsumsi makanan terlalu asin: Kandungan garam pada makanan ternyata juga bisa sebaban retensi air pada pencernaan yang menyebabkan perut buncit pada anak serta membuat perutnya kembung dan tidak nyaman, Ma. Tak hanya pada orang dewasa, kandungan natrium tinggi pada makanan asin juga bisa sebabkan tekanan darah tinggi pada anak, Ma. 
  6. Tumor: Penyebab medis lainnya saat perut anak buncit tetapi tubuhnya kurus adalah lantaran ada tumor di perutnya. Diawali dengan penurunan buang air kecil selama beberapa waktu, namun ternyata perut buncit tersebut ditimbulkan karena sejenis benjolan atau tumor pada daerah perut anak. Tekstur tumor yang halus, tidak nyeri saat ditekan, membuat anak telihat baik-baik saja. Meski tidak disertai gejala yang menonjol, ketika perut anak membuncit tak dalam jangka waktu lama, sebaiknya periksakan ke dokter ya, Ma.

3. Mengatasi perut buncit pada anak

3. Mengatasi perut buncit anak
Todaysparent.com

Nah, setelah mengetahui penyebab yang sudah disebutkan di atas, saatnya mengetahui cara mengatasi atau meredakan perut buncit pada anak mama. Simak jawabannya berikut ini yuk, Ma!

  1. Melakukan pijat perut: memijat perut dapat membantu mengurangi perut buncit pada si Kecil, Ma. Lakukan minimal 15 menit setiap dua kali sehari setelah mandi pagi dan mandi sore. Mama juga bisa menggunakan minyak telon atau minyak zaitun dalam memijat perutnya. Beberapa penelitian menyebutkan, pijat meningkatkan depresi, kecemasan, kesejahteraan, gejala perut kembung, dan mengatasi perut buncit pada anak.
  2. Gaya hidup sehat sejak dini: Mengonsumsi makanan asin terlalu sering menajdi pemicu terjadinya perut buncit pada anak. Untuk itu, Mama perlu mengubah pola hidup sehat dengan memberikan asupan nutrisi anak melalui makanan mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin. Serta menghindari makanan yang menimbulkan gas seperti sayur kubis, kacang-kacangan, makanan yang mengandung natrium tinggi dan makanan diary atau olahan susu.
  3. Konsultasikan pada dokter: Untuk mengetahui apakah perut buncit pada anak termasuk ke dalam kondisi medis tertentu, anak perlu mendapat pengawasan dan perawatan dari dokter, Ma. Jika Mama tak yakin dengan kondisi buncit pada anak, maka memeriksakan pada dokter mampu menjawab pertanyaan Mama untuk segera mengatasi pada si Kecil yang alami perut buncit.

Nah, itu dia informasi seputar perut anak buncit tapi kurus yang bisa Mama ketahui. Meski normal terjadi lantaran otot perut balita yang belum kuat, namun jika ditandai gejala atau membuat anak tak nyaman, segera periksakan hal ini pada dokter ya, Ma.

Semoga informasinya bermanfaat, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.