Vaksin MR lebih sering ditemui karena menjadi bagian dari program imunisasi massal pemerintah yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Hal ini membuat vaksin MR lebih familiar di kalangan orangtua Indonesia.
Alasan pemerintah lebih mengutamakan vaksin MR adalah karena fokus utama saat ini adalah pengendalian campak dan rubella yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kesehatan masyarakat.
Perbedaan vaksin MR dan MRR ada pada jumlah penyakit yang dapat dicegah. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan yang perlu Mama ketahui:
1. Periode pemberian vaksin
Menurut anjuran IDAI, vaksin MR perlu diberikan saat anak berusia 9 bulan. Sementara vaksin MMR memiliki dua tahap pemberian, yaitu dosis pertama pada usia 15 bulan dan dosis lanjutan (booster) pada usia 5–7 tahun.
2. Cara memperoleh vaksin
Vaksin MR umumnya tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah seperti puskesmas dan posyandu, serta rumah sakit dan klinik. Sedangkan, vaksin MMR biasanya hanya bisa didapatkan secara mandiri di rumah sakit swasta, klinik anak, atau klinik vaksinasi khusus.
3. Harga vaksin
Vaksin MR yang disediakan pemerintah biasanya bisa didapatkan secara gratis. Namun, jika dilakukan di rumah sakit atau klinik, biayanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp900 ribu.
Untuk vaksin MMR, harganya cenderung lebih tinggi, yaitu sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,3 juta per dosis, tergantung merek dan tempat pemberian.