Vaksin MR (Measles-Rubella) – Melindungi anak dari campak dan rubella.
Vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella) – Selain campak dan rubella, juga memberikan perlindungan terhadap gondongan.
7 Cara Mencegah Campak pada Bayi yang Perlu Mama Ketahui

Campak adalah penyakit menular akibat virus morbillivirus yang berisiko tinggi bagi bayi.
Pencegahan utama dilakukan melalui imunisasi lengkap dengan vaksin MR atau MMR sesuai jadwal IDAI.
Langkah penting yang harus diketahui untuk melindungi bayi dari campak.
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus morbillivirus dan bayi menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi. Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan orang yang terkena campak.
Pada bayi, campak tidak hanya menimbulkan demam dan ruam merah di kulit, tetapi juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, bayi yang terinfeksi lebih mudah terkena penyakit lain, dan dalam beberapa kasus, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membahayakan kesehatan.
Untuk melindungi si Kecil sejak dini, Mama perlu mengetahui langkah-langkah pencegahan yang tepat. Berikut Popmama.com rangkum cara mencegah campak pada bayi yang perlu Mama ketahui.
Table of Content
1. Lakukan imunisasi lengkap termaksud vaksin campak

Langkah paling penting untuk melindungi bayi dari campak adalah memastikan imunisasi mereka lengkap termaksud dalam hal Vaksin. Vaksinasi berperan menyiapkan sistem kekebalan tubuh anak agar mampu melawan virus campak, sehingga risiko infeksi dan komplikasi serius dapat diminimalkan.
Di Indonesia, vaksin campak termasuk dalam program imunisasi rutin yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Ada dua jenis vaksin utama yang digunakan:
Untuk dosis, anak-anak menerima 0,5 ml vaksin per suntikan. Jadwal pemberian vaksin campak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah:
Dosis pertama (primer): saat bayi berusia 9 bulan.
Booster pertama: pada usia 18 bulan.
Booster kedua: antara usia 5–7 tahun.
2. Cukupi asupan cairan

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, terutama pada usia di bawah 12 bulan, sehingga lebih rentan terhadap infeksi seperti campak. Untuk itu, pastikan si Kecil selalu mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Bagi bayi yang masih mengandalkan ASI, pastikan frekuensi menyusui terpenuhi, karena ASI secara alami mengandung antibodi yang membantu melawan virus dan bakteri. Jika bayi sudah mulai mengonsumsi susu formula, pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi mereka dan pastikan diberikan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga hidrasi dan daya tahan tubuh.
3. Perbaiki gizi anak

Memberikan asupan gizi seimbang sangat penting untuk memperkuat daya tahan tubuh anak. Nutrisi seperti protein hewani dan vitamin A dapat membantu tubuh melawan infeksi dan menurunkan risiko komplikasi serius jika anak terkena campak.
Untuk bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah mulai MPASI, lengkapi menu mereka dengan sayuran dan buah-buahan yang bergizi. Kombinasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membantu menjaga kesehatan dan memperkuat sistem imun.
4. Cukupi waktu istirahatnya

Gejala awal campak pada bayi sering mirip dengan flu biasa, seperti demam, pilek, dan batuk ringan. Untuk itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan bayi mendapatkan cukup istirahat di rumah. Batasi aktivitas bermainnya agar tubuhnya lebih fokus melawan infeksi.
Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang supaya si Kecil lebih mudah tidur dan beristirahat. Istirahat yang cukup membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih efektif, sehingga tubuh bayi dapat melawan virus campak dengan lebih baik.
5. Pastikan barang yang disentuh atau digunakan bayi selalu bersih

Campak tidak hanya menular melalui batuk atau bersin, tetapi juga bisa menyebar lewat benda yang terkontaminasi. Virus dapat menempel di mainan, meja, sofa, atau peralatan makan. Jika bayi menyentuh benda tersebut lalu memasukkan tangan ke mulut, hidung, atau mata, virus bisa masuk ke tubuh dan menyebabkan infeksi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan semua barang yang digunakan bayi. Bersihkan secara rutin mainan, botol, alat makan, meja, kursi, dan permukaan lain yang sering disentuh bayi, terutama setelah ada tamu berkunjung atau bayi bermain di luar rumah.
6. Terapkan strategi cocooning

Bagi bayi yang belum cukup umur untuk menerima vaksin, penting untuk memberikan perlindungan ekstra melalui strategi yang dikenal sebagai cocooning, atau perlindungan seperti “kepompong”.
Strategi ini dilakukan dengan membatasi interaksi bayi dengan orang di luar rumah dan mengurangi aktivitas sosial di tempat ramai, terutama ketika ada kasus campak di sekitar lingkungan.
7. Pastikan orang yang berada di dekat bayi sudah mendapat vaksin

Agar bayi terlindungi dari campak, penting memastikan semua orang yang sering berada di dekatnya, seperti orangtua, saudara serumah, dan pengasuh sudah mendapatkan vaksin MR (Measles-Rubella) atau MMR (Measles-Mumps-Rubella).
Cara ini membantu membentuk “lapisan pelindung” di sekitar bayi sehingga risiko penularan virus berkurang. Orangtua juga disarankan untuk menghindari membawa bayi bertemu dengan orang yang sedang sakit, terutama yang batuk, pilek, atau menunjukkan gejala campak.
Nah, itu dia cara mencegah campak pada bayi yang perlu Mama ketahui. Yuk, terapkan caranya demi melindungi si Kecil!

















