Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya? Ini Kata Dokter

Apakah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya? Ini Kata Dokter
cdc.gov/phil/Heinz F. Eichenwald, MD
Intinya Sih
  • Campak disebabkan oleh virus yang dapat melemahkan sistem imun anak dan memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak jika tidak ditangani dengan baik.
  • Pemberian vitamin A penting selama anak terkena campak karena membantu menjaga daya tahan tubuh, melindungi mata, serta menurunkan risiko komplikasi paru dan pencernaan secara signifikan.
  • Meskipun campak bisa sembuh sendiri dalam 7–10 hari, anak tetap perlu perawatan suportif, pemantauan medis, serta vaksin MR untuk mencegah gejala berat dan komplikasi berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Campak merupakan penyakit infeksi yang cukup sering terjadi pada anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit. Meski terlihat seperti penyakit ringan, campak sebenarnya tidak boleh dianggap sepele, Ma.

Lantas, apakah campak bisa sembuh dengan sendirinya? Dokter pun mengingatkan bahwa penyakit ini memiliki risiko komplikasi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com rangkum berdasarkan penjelasan dokter spesialis anak.

1. Campak dapat menjadi awal dari berbagai komplikasi serius

Campak bukan hanya sekadar ruam merah di kulit. Infeksi virus ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit lain.

“Campak adalah pintu masuk bagi komplikasi berat karena ia melemahkan sistem imun tubuh. Bahaya yang mengintai bukan sekedar ruam merah, tapi risiko sesak napas berat atau pneumonia, diare terus menerus, hingga radang otak yang bisa berakibat passed away,” kata dr. Ria Yonita, Sp.A, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Carolus melansir dari akun Instagram @rscarolusjakarta. 

Ketika daya tahan tubuh melemah, virus maupun bakteri lain lebih mudah menyerang tubuh anak. Karena itu, penting bagi orangtua untuk tetap memantau kondisi anak dengan campak dan segera mencari pertolongan medis jika gejala terlihat semakin berat.

2. Vitamin A berperan penting saat anak terkena campak

Pexels/Odin Mcraig
Pexels/Odin Mcraig

Selain pengobatan untuk meredakan gejala, pemberian vitamin A juga sering dianjurkan dokter pada anak yang terkena campak. Hal ini bukan tanpa alasan, Ma.

Pasalnya, vitamin A dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus mendukung sistem imun. Dengan cadangan vitamin A yang cukup, tubuh anak dapat melawan infeksi dengan lebih baik dan menurunkan risiko komplikasi yang berbahaya.

“Tahu nggak kenapa sih dokter anak cerewet soal vitamin A saat campak? Karena virus ini sangat rakus dan menghabiskan cadangan vitamin A di dalam tubuh. Pemberian vitamin A dosis tinggi bukan hanya untuk melindungi mata, tapi jadi tameng yang utama menurunkan risiko komplikasi paru dan pencernaan hingga 50 persen,” jelas dr. Ria Yonita, Sp.A.

3. Kenali gejala awal campak dengan rumus 3M

Pexels/RENE Stock Project
Pexels/RENE Stock Project

Sebelum ruam merah muncul, campak biasanya diawali dengan beberapa tanda yang sering tidak disadari oleh orangtua. Karena itu, penting untuk mengenali gejala awalnya.

“Jangan cuma fokus ke ruamnya ya, Ma. Ingat rumus 3M, mata merah atau berair, meler atau pilek, mendidih atau demam tinggi. Gejala ini biasa yang muncul 2-4 hari sebelum ruam merah yang khasnya, dimulai dari belakang telinga, lalu menjalar ke seluruh tubuh. Jadi, kalau ada 3M, alarm kita harus langsung bunyi,” tegas dr. Ria Yonita, Sp.A.

Gejala tersebut biasanya muncul beberapa hari sebelum ruam khas campak terlihat. Jika anak mengalami tanda-tanda ini, orangtua sebaiknya lebih waspada dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Pentingnya vaksin MR agar campak tidak semakin parah

Pexels/Karola G
Pexels/Karola G

Tidak sedikit orangtua yang merasa bingung ketika anak yang sudah divaksin masih bisa terkena campak. Meski begitu, vaksin tetap memiliki peran besar dalam melindungi anak dari kondisi yang lebih parah.

“Anak sudah vaksin tapi masih kecolongan? Bayangkan vaksin itu kayak payung. Saat hujan badai atau virus datang, si Kecil mungkin tetap kena percikan air, tapi nggak akan basah kuyup apalagi keseret arus. Vaksin MR atau MMR terbukti efektif hingga 97% dalam mencegah gejala berat dan kematian akibat campak,” ungkapnya. 

Artinya, meskipun kemungkinan terinfeksi tetap ada, vaksin membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Anak yang sudah mendapatkan vaksin biasanya memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih rendah dibandingkan yang belum divaksin.

5. Apakah campak bisa sembuh dengan sendirinya?

Freepik/freepik
Freepik/freepik

Pada dasarnya, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus sehingga tubuh memang dapat melawannya secara alami. 

Dalam banyak kasus, campak bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–10 hari seiring sistem kekebalan tubuh melawan infeksi virus tersebut.

Namun, bukan berarti penyakit ini boleh dianggap ringan atau dibiarkan tanpa pemantauan. Campak tetap membutuhkan perawatan suportif, seperti istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, obat penurun demam, serta pemantauan kondisi anak oleh tenaga medis. 

Hal ini penting untuk membantu tubuh pulih sekaligus mencegah kondisi anak menjadi lebih parah. Selain itu, dokter juga sering merekomendasikan pemberian vitamin A karena virus campak dapat menguras cadangan vitamin ini di dalam tubuh. 

Vitamin A berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan membantu menurunkan risiko komplikasi serius, seperti infeksi paru-paru atau gangguan pencernaan.

Jadi, meskipun campak dapat sembuh dengan sendirinya, anak tetap memerlukan perawatan dan pengawasan medis. Jika muncul gejala berat seperti sesak napas, demam sangat tinggi, diare terus-menerus, atau anak terlihat sangat lemas, orangtua sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter.

Demikian pembahasan mengenai campak yang menyerang anak. Melihat berbagai risiko tersebut, campak sebaiknya tidak dianggap sebagai penyakit ringan. 

Dengan mengenali gejala sejak dini, memberikan perawatan yang tepat, serta memastikan anak mendapatkan vaksinasi, Mama dapat membantu melindungi kesehatan si Kecil dengan lebih optimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More