Selain melatih kemampuan berpikir kritis, orangtua juga perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk terbuka.
Anak perlu tahu bahwa Mama dan Papa akan selalu menjadi tempat paling nyaman untuk bercerita, termasuk ketika mereka mengalami hal yang tidak menyenangkan.
Orangtua bisa menanamkan kalimat sederhana yang menenangkan, seperti meyakinkan anak bahwa mereka akan dilindungi apa pun yang terjadi.
Bahkan ketika ada seseorang yang meminta anak merahasiakan sesuatu dari orangtua, anak perlu diajarkan bahwa hal tersebut justru harus segera diceritakan.
Dengan membangun suasana yang hangat dan penuh dukungan, anak akan melihat orangtuanya sebagai safe space yang selalu siap mendengarkan dan melindungi mereka.
“Jadi timbulkan perasaan aman bahwa apapun kamu boleh cerita. Apalagi kalau misalnya diberikan kalimat-kalimat seperti ‘jangan ngomong mama’. Kalau ada orang bilang ‘jangan ngomong mama, nanti kamu aku marahin’, itu berarti tandanya kamu harus ngomong mama. Karena mama akan jadi jagoan untuk bisa lindungi kamu. Dibikin sesuatu yang menarik biar dia melihat mamanya itu benar-benar safe space buat dia,” pungkasnya.
Itu dia cara melatih critical thinking anak tanpa membuatnya tertekan. Yang terpenting, bangun hubungan yang membuat anak merasa aman dan didengar.
Saat anak melihat orangtuanya sebagai tempat paling nyaman untuk berbagi cerita, kemampuan berpikir kritis dan keberaniannya untuk menyampaikan perasaan pun akan tumbuh dengan lebih alami.
POPMAMA TALK Mei 2026 - Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt
Psikolog Klinis
Senior Editor - Novy Agrina
Host - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Mayang Ulfah
Photographer - David Andrew
Videographer - Bellinna Putri, David Andrew & Albertus Olav
Video Editor - David Andrew
Design - Aristika Medinasari