Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Hanya Sunscreen, Outfit yang Tepat Bisa Bantu Melindungimu dari Sinar UV

Bukan Hanya Sunscreen, Outfit yang Tepat Bisa Bantu Melindungimu dari Sinar UV
Dok. UNIQLO
Intinya Sih
  • Indonesia menerima paparan sinar UV tinggi sepanjang tahun, sehingga perlindungan terhadap sinar matahari perlu menjadi bagian dari rutinitas harian, bukan hanya saat musim panas atau liburan.
  • Paparan UV bisa datang dari aktivitas sederhana sehari-hari dan tetap terjadi meski cuaca mendung, karena sebagian besar radiasi UV mampu menembus awan dan memengaruhi kulit secara akumulatif.
  • Pakaian kini berperan sebagai perlindungan tambahan dari sinar UV, dengan hadirnya koleksi seperti UNIQLO UV Protection Wear yang menggabungkan fungsi proteksi, kenyamanan, dan gaya untuk aktivitas harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat berbicara tentang perlindungan dari sinar matahari, kebanyakan orang langsung memikirkan sunscreen. Tak heran, produk perawatan kulit ini memang sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang, terutama mereka yang aktif beraktivitas di luar ruangan.

Namun, tahukah Mama bahwa perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) sebenarnya tidak hanya bergantung pada sunscreen?

Faktanya, apa yang kita kenakan setiap hari juga berperan penting dalam membantu mengurangi paparan sinar UV. Mulai dari jaket, kardigan, topi, hingga kacamata hitam, pilihan outfit yang tepat dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan yang sering kali luput dari perhatian.

Hal ini menjadi semakin relevan bagi masyarakat Indonesia. Sebagai negara tropis yang berada di wilayah khatulistiwa, Indonesia menerima paparan sinar matahari sepanjang tahun.

Menurut World Health Organization (WHO), wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa cenderung memiliki tingkat paparan UV yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Artinya, tanpa disadari, kita terpapar sinar UV hampir setiap hari, baik saat mengantar anak sekolah, berjalan menuju transportasi umum, berpindah gedung saat bekerja, maupun ketika menikmati waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Karena itu, para ahli kini melihat perlindungan UV sebagai kombinasi dari berbagai langkah, mulai dari penggunaan sunscreen, mencari area teduh saat memungkinkan, hingga memilih pakaian dan aksesori yang dirancang untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Berikut ini Popmama.com akan mengulas mengenai informasi bahwa di negara tropis seperti Indonesia, outfit bukan lagi sekadar soal tampil stylish atau nyaman. Pakaian yang tepat juga dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan yang menemani aktivitas sehari-hari.

Table of Content

1. Indonesia berada di "Jalur Cepat" paparan UV sepanjang tahun

1. Indonesia berada di "Jalur Cepat" paparan UV sepanjang tahun

 Indonesia berada di "Jalur Cepat" paparan UV sepanjang tahun
Dok. UNIQLO

Sebagai negara yang berada di wilayah khatulistiwa, Indonesia menerima paparan sinar matahari secara konsisten sepanjang tahun. Menurut WHO, wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa cenderung memiliki tingkat paparan UV yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di dunia.

WHO juga merekomendasikan penggunaan perlindungan terhadap sinar matahari ketika UV Index berada pada level 3 atau lebih. Sementara itu, indeks UV rata-rata tahunan di Jakarta berada di kisaran 3,6 hingga 4,3 dan dapat meningkat ke kategori tinggi hingga sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu.

Artinya, perlindungan UV bukan kebutuhan musiman yang hanya diperlukan saat liburan atau musim kemarau. Bagi masyarakat Indonesia, perlindungan UV merupakan kebutuhan sepanjang tahun yang sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian.

2. Paparan UV terbesar justru datang dari aktivitas yang terlihat sepele

Paparan UV terbesar justru datang dari aktivitas yang terlihat sepele
Dok. UNIQLO

Saat mendengar risiko paparan sinar matahari, kebanyakan orang langsung membayangkan aktivitas outdoor yang ekstrem. Padahal, dalam kehidupan urban, paparan UV justru lebih sering datang dari aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari.

Mulai dari berjalan menuju stasiun atau halte, mengantar anak sekolah, menunggu transportasi umum, berpindah gedung saat jam makan siang, hingga duduk di dekat jendela kantor yang terkena sinar matahari langsung.

Yang sering terlupakan adalah sifat paparan UV yang akumulatif. Artinya, bukan hanya paparan besar saat berlibur yang berpengaruh, tetapi juga paparan kecil yang terjadi berulang setiap hari selama bertahun-tahun.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa paparan sinar UV yang dikombinasikan dengan panas dan polusi udara dapat mempercepat kerusakan kulit lebih besar dibandingkan jika faktor-faktor tersebut berdiri sendiri. Temuan ini menjadi semakin relevan bagi masyarakat perkotaan yang setiap hari berhadapan dengan cuaca panas dan kualitas udara yang terus berubah.

3. Cuaca mendung bukan berarti kulit aman dari paparan UV

Cuaca mendung bukan berarti kulit aman dari paparan UV
Dok. UNIQLO

Masih banyak orang yang merasa tidak perlu melakukan perlindungan UV saat langit terlihat mendung atau matahari tidak terasa terlalu terik.

Padahal, WHO menyebutkan bahwa paparan sinar UV tetap dapat terjadi meski cuaca sedang berawan. Bahkan, sekitar 60–80 persen radiasi UV masih dapat menembus lapisan awan dan mencapai permukaan bumi.

Fakta lain yang cukup mengejutkan, kelembapan udara yang tinggi seperti yang sering terjadi di Indonesia juga tidak mengurangi kekuatan sinar UV. Inilah yang membuat banyak orang tanpa sadar tetap terpapar sinar UV meski merasa cuaca sedang "tidak panas".

Karena itu, mengandalkan cuaca sebagai indikator perlindungan sering kali kurang tepat. Perlindungan UV tetap diperlukan, bahkan pada hari-hari ketika matahari tidak terlihat terlalu menyengat.

4. Jam makan siang ternyata bertepatan dengan puncak paparan UV

Jam makan siang ternyata bertepatan dengan puncak paparan UV
Dok. UNIQLO

Ada alasan mengapa para ahli menyarankan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan pada tengah hari.

Di Jakarta, paparan radiasi UV biasanya mencapai puncaknya pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi. Menariknya, rentang waktu tersebut bertepatan dengan jam makan siang dan waktu ketika banyak orang melakukan aktivitas di luar ruangan.

Mulai dari berjalan menuju tempat makan, menghadiri meeting di lokasi berbeda, hingga sekadar membeli kopi atau menjemput anak dari sekolah. Aktivitas singkat yang terlihat biasa ini justru sering terjadi pada waktu dengan tingkat paparan UV tertinggi.

BMKG sendiri secara berkala memantau indeks UV di berbagai wilayah Indonesia yang pada periode tertentu dapat mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi. Bahkan, suhu maksimum di beberapa kota besar Indonesia pernah mencapai 35–38 derajat Celsius dengan imbauan khusus agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan sinar UV.

5. Efek sinar UV tidak hanya terlihat pada kulit

Efek sinar UV tidak hanya terlihat pada kulit
Dok. UNIQLO

Banyak orang mengenal dampak sinar UV dari sisi kecantikan, seperti munculnya flek hitam atau tanda-tanda penuaan dini. Padahal, dampaknya jauh lebih luas.

WHO menyebut paparan UV berlebih sebagai salah satu penyebab utama berbagai jenis kanker kulit dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata seperti katarak.

Dari sisi penampilan, sejumlah penelitian juga menemukan bahwa paparan UV yang terjadi secara terus-menerus dapat mempercepat munculnya kerutan, perubahan tekstur kulit, serta hiperpigmentasi yang membuat kulit tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Karena sifatnya yang akumulatif, kerusakan akibat UV sering kali tidak langsung terlihat hari ini atau besok. Dampaknya dapat muncul bertahun-tahun kemudian sebagai hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Fashion Kini Menjadi Bagian dari Perlindungan UV

Ketika Fashion Menjadi Bagian dari Perlindungan UV
Dok. UNIQLO

Meningkatnya kesadaran terhadap dampak paparan UV membuat banyak orang mulai melihat pakaian bukan hanya sebagai elemen gaya, tetapi juga bagian dari perlindungan diri sehari-hari.

Jika dulu perlindungan dari sinar matahari identik dengan sunscreen atau payung, kini semakin banyak pilihan fashion yang dirancang untuk membantu melindungi kulit tanpa mengorbankan kenyamanan maupun penampilan. Menjawab kebutuhan tersebut, UNIQLO menghadirkan koleksi UV Protection Wear yang menggabungkan fungsi perlindungan sinar UV dengan kenyamanan khas LifeWear. Koleksi ini dirancang sebagai solusi perlindungan harian yang praktis, nyaman, dan tetap stylish untuk berbagai aktivitas.

Dengan filosofi "Wearable UV Protection is your best solution for effective sun protection", perlindungan UV hadir dalam bentuk yang sederhana: tinggal dipakai dan siap menemani aktivitas sepanjang hari. Sebagian besar koleksi UV Protection Wear menawarkan perlindungan hingga UPF50+, sekaligus dilengkapi berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan di iklim tropis. Mulai dari AIRism yang terasa ringan dan sejuk di kulit, DRY-EX yang membantu mengelola kelembapan dan cepat kering saat cuaca panas, hingga material Ultra Stretch yang memberikan keleluasaan bergerak.

Menariknya, perlindungan UV kini tidak hanya hadir dalam pakaian olahraga. Pilihannya semakin beragam dan mudah dipadukan dengan gaya sehari-hari. Bagi perempuan yang memiliki mobilitas tinggi, AIRism Jaket Ultra Stretch Proteksi Sinar UV hadir dengan perlindungan UPF50+, teknologi AIRism yang adem di kulit, serta desain hoodie dengan visor dan high neck untuk perlindungan ekstra. Sementara itu, Jaket Hoodie Ritsleting DRY-EX Proteksi Sinar UV menjadi pilihan praktis untuk aktivitas aktif berkat material breathable yang cepat menyerap dan mengeringkan keringat.

Untuk tampilan yang lebih kasual maupun profesional, Cardigan Kerah Bulat Proteksi Sinar UV menawarkan desain klasik yang mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Terbuat dari bahan katun-rayon yang ringan dan nyaman, cardigan ini memberikan perlindungan UV tanpa terlihat terlalu sporty. Perlindungan juga dapat dilengkapi melalui aksesori seperti UV Protection Sunglasses dengan lensa UV400 yang membantu memblokir hingga 99 persen sinar UV, serta Payung Compact Proteksi Sinar UV yang praktis digunakan saat cuaca panas maupun hujan.

Tak hanya itu, pilihan lain seperti AIRism Jaket Mesh Hoodie Ritsleting Proteksi Sinar UV, AIRism Manset Lengan Tipe Seamless Proteksi Sinar UV, Topi Brim Lebar Katun Linen Proteksi Sinar UV, hingga Topi Bucket Reversible Proteksi Sinar UV menunjukkan bahwa perlindungan dari sinar matahari kini bisa hadir dalam berbagai bentuk yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.

Di negara tropis seperti Indonesia, sinar matahari adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan UV juga merupakan salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan dalam jangka panjang.

Karena itu, perlindungan UV bukan lagi sesuatu yang dilakukan sesekali saat berlibur atau berolahraga di luar ruangan. Perlindungan UV adalah kebiasaan yang bisa dimulai dari langkah sederhana dan konsisten setiap hari.

Dan ketika perlindungan tersebut dapat menyatu dengan gaya hidup serta cara kita berpakaian, menjaga diri dari paparan sinar matahari tidak lagi terasa sebagai kewajiban. Sebaliknya, ia menjadi bagian dari cara kita merawat diri dengan tetap nyaman, percaya diri, dan siap menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More