El Nino dan La Nina merupakan dua fenomena iklim yang dapat memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.Â
Apa Perbedaan El Nino dan La Nina? Ini Penjelasan Lengkapnya

El Nino dan La Nina adalah pola iklim dalam ENSO, dipicu perubahan suhu permukaan laut di Pasifik tropis yang kemudian memengaruhi atmosfer serta cuaca Indonesia.
El Nino merupakan fase hangat dengan suhu laut Pasifik tengah-timur meningkat, yang umumnya mengurangi curah hujan Indonesia, terutama Juni–November, dan membuat kemarau lebih kering.
La Nina merupakan fase dingin dengan suhu laut menurun, umumnya meningkatkan curah hujan Indonesia hingga lebih dari 40% pada periode tertentu, serta menaikkan risiko banjir dan longsor.
Keduanya sama-sama berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, tetapi memberikan dampak yang berbeda.Â
Lantas, apa perbedaan El Nino dan La Nina? Simak penjelasan lengkapnya dari Popmama.com berikut ini.
Table of Content
Apa Itu El Nino dan La Nina?

Pexels/Hendryson Taebenu Melansir dari laman National Geographic Society, El Nino dan La Nina merupakan dua pola iklim yang menjadi bagian dari El Nino-Southern Oscillation (ENSO). Keduanya terjadi akibat perubahan suhu permukaan laut di wilayah tropis Samudra Pasifik.
El Nino merupakan fase hangat ENSO yang ditandai dengan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian timur yang lebih hangat dari biasanya. Sebaliknya, La Nina adalah fase dingin ENSO ketika suhu permukaan laut di wilayah tersebut justru lebih rendah dari kondisi normal.
Sederhananya, El Nino identik dengan pemanasan suhu laut, sedangkan La Nina dengan pendinginan suhu laut.Â
Perubahan suhu laut akibat keduanya ini kemudian dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Perbedaan El Nino dan La Nina

Magnific/jcomp Perbedaan El Nino dan La Nina yang paling mencolok dapat dilihat dari suhu permukaan laut dan dampaknya terhadap cuaca di Indonesia.Â
Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino dan La Nina memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.
El Nino merupakan fenomena yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah tropis bagian tengah dan timur Samudra Pasifik.Â
Fenomena El Nino umumnya membuat curah hujan di Indonesia berkurang, terutama pada periode Juni–November. Akibatnya, beberapa wilayah bisa mengalami musim kemarau yang lebih kering dan risiko kekeringan pun meningkat.
Sementara itu, La Nina merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di wilayah yang sama justru lebih dingin dari biasanya.Â
Fenomena La Nina umumnya membuat curah hujan di Indonesia meningkat, tetapi pengaruhnya bisa berbeda-beda tergantung wilayah dan musim. Pada beberapa periode, peningkatan curah hujan bahkan dapat mencapai lebih dari 40% dibandingkan tahun normal.
Secara sederhananya, El Nino cenderung membawa kondisi lebih kering, sedangkan La Nina membuat Indonesia lebih basah.
Dampak El Nino dan La Nina di Indonesia

Magnific/DC Studio Perubahan suhu laut yang terjadi selama El Nino dan La Nina dapat memberikan dampak pola cuaca yang berbeda di Indonesia.
Saat El Nino, curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia cenderung berkurang. Kondisi ini dapat membuat musim kemarau terasa lebih panjang dan meningkatkan risiko kekeringan, kekurangan air, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, La Nina dapat meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah. Jika terjadi dalam kondisi yang cukup kuat, hujan yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Itulah penjelasan lengkap tentang apa perbedaan El Nino dan La Nina. Semoga informasi ini dapat berguna dalam memahami perbedaan keduanya agar bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca dan berbagai dampaknya.





















