Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Cara Downgrade Isi Lemari, Gaya Nggak Harus Pakai Merek Mahal

5 min read
7 Cara Downgrade Isi Lemari, Gaya Nggak Harus Pakai Merek Mahal
ilustrasi perempuan menyusun baju di lemari (magnific.com/magnific)
  • Downgrade isi lemari dilakukan dengan menyortir pakaian, mempertahankan model timeless yang nyaman, lalu menjual, mendonasikan, atau mendaur ulang barang yang tak terpakai.

  • Konsep capsule wardrobe 30–40 item berwarna netral membantu menciptakan banyak padu padan; inspirasi media sosial dan teknik layering dapat memaksimalkan koleksi yang sudah ada.

  • Penampilan rapi mengandalkan pakaian yang pas dan terawat; thrifting, perbaikan di penjahit, serta penjualan pakaian layak pakai menjadi opsi hemat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tampil modis dan stylish tidak selalu harus menggunakan pakaian dari merek mahal, lho. Dengan memilih pakaian yang tepat dan memaksimalkan koleksi yang sudah dimiliki, kamu tetap bisa tampil percaya diri tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan downgrade isi lemari, yaitu menyederhanakan koleksi pakaian agar lebih fungsional, mudah dipadupadankan, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Selain membantu menghemat pengeluaran, cara ini juga membuat lemari lebih rapi dan mengurangi kebiasaan membeli pakaian yang sebenarnya tidak diperlukan.

Lantas, bagaimana cara melakukan downgrade isi lemari agar tetap bisa tampil modis tanpa harus memakai merek mahal? Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh cara yang bisa diterapkan.

  1. 1. Mulai sortir isi lemari dengan memisahkan pakaian yang masih terpakai

    ilustrasi membuka lemari baju (freepik.com/freepik)
    ilustrasi membuka lemari baju (freepik.com/freepik)

    Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menyederhanakan isi lemari adalah mengeluarkan seluruh pakaian dan menyortirnya satu per satu.

    Pisahkan pakaian ke dalam beberapa kategori, seperti pakaian yang sering digunakan, pakaian yang jarang dipakai, serta pakaian yang sudah tidak muat atau mengalami kerusakan.

    Setelah itu, prioritaskan pakaian yang masih nyaman digunakan dan mudah dipadukan dengan koleksi lainnya.

    Kamu bisa mempertahankan pakaian dengan potongan timeless atau model yang tidak lekang oleh waktu, sehingga tetap cocok digunakan dalam berbagai kesempatan.

    Sementara itu, pakaian yang sudah tidak digunakan bisa dipertimbangkan untuk dijual, didonasikan, atau didaur ulang sesuai dengan kondisinya.

  2. 2. Terapkan konsep Capsule Wardrobe dengan warna netral

    ilustrasi lemari baju (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
    ilustrasi lemari baju (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Konsep capsule wardrobe bisa menjadi solusi bagi yang ingin memiliki koleksi pakaian lebih sederhana, tetapi tetap fleksibel untuk berbagai gaya.

    Konsep ini berfokus pada kepemilikan sejumlah pakaian esensial yang berkualitas baik, mudah dipadukan, dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

    Kamu bisa mulai dengan menyiapkan sekitar 30 hingga 40 item pakaian, termasuk atasan, bawahan, pakaian luaran, dan sepatu.

    Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta gaya hidup masing-masing. Dengan memilih koleksi yang tepat, kamu tetap bisa menciptakan beragam penampilan tanpa harus terus-menerus membeli pakaian baru.

    Untuk memudahkan proses padu padan, prioritaskan warna-warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, beige, cokelat, dan navy.

    Warna-warna tersebut relatif mudah dikombinasikan satu sama lain, sehingga bisa menghasilkan berbagai gaya dari koleksi pakaian yang terbatas.

  3. 3. Maksimalkan teknik mix and match dengan inspirasi dari media sosial

    ilustrasi mix and match pakaian
    ilustrasi mix and match pakaian (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Tampil modis tidak ditentukan oleh banyaknya pakaian baru yang dimiliki, melainkan juga oleh kreativitas dalam memadupadankan koleksi yang sudah ada.

    Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli pakaian baru, cobalah mengeksplorasi kembali isi lemari dan mencari kombinasi berbeda dari pakaian yang selama ini digunakan.

    Kamu bisa mencari inspirasi gaya melalui Pinterest atau media sosial lainnya. Jika menemukan inspirasi penampilan yang terlihat elegan dan seolah menggunakan pakaian dari merek mahal, coba perhatikan potongan, warna, serta jenis pakaian yang dikenakan.

    Setelah itu, periksa apakah kamu memiliki pakaian serupa di lemari yang bisa dipadukan untuk menciptakan tampilan tersebut.

    Selain itu, kamu juga bisa mencoba teknik layering seperti mengenakan kemeja flanel di atas kaus polos agar penampilan terlihat lebih menarik.

  4. 4. Rawat pakaian bermerek mahal agar bisa digunakan lebih lama

    ilustrasi beli baju mahal (pexels.com/ cottonbro studio)
    ilustrasi beli baju mahal (pexels.com/ cottonbro studio)

    Jika kamu memiliki satu atau dua pakaian dari merek high-end, tidak perlu terburu-buru membeli koleksi baru hanya untuk mengikuti tren.

    Sebaiknya, rawat pakaian tersebut dengan baik agar tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

    Perhatikan petunjuk pencucian pada label pakaian, gunakan metode perawatan yang sesuai dengan jenis bahan, dan simpan pakaian di tempat yang bersih serta kering.

    Selain itu, cobalah memadukan pakaian bermerek tersebut dengan koleksi pakaian yang lebih sederhana.

    Misalnya, atasan dari merek high-end bisa dikenakan bersama celana berpotongan klasik yang sudah dimiliki. Dengan begitu, kamu tetap bisa tampil elegan tanpa harus terus mengeluarkan uang untuk membeli pakaian mahal.

  5. 5. Beralih ke thrifting untuk mendapatkan pakaian berkualitas

    Ilustrasi mencari baju obral
    Ilustrasi mencari baju obral (pexels.com/cottonbro studio)

    Berburu pakaian bekas atau thrifting bisa menjadi alternatif bagi yang ingin memperbarui koleksi lemari dengan anggaran lebih terjangkau. Melalui toko thrift, kamu berkesempatan menemukan pakaian bagus, termasuk pakaian bermerek, dengan harga yang bisa lebih rendah dibandingkan harga barang baru.

    Meski begitu, jangan hanya terpaku pada merek atau harga murah saat memilih pakaian bekas. Periksa kondisi bahan, jahitan, kancing, resleting, serta kemungkinan adanya noda atau kerusakan.

    Selain membantu menghemat anggaran belanja, thrifting juga dapat mendukung praktik sustainable fashion atau mode berkelanjutan. Membeli dan menggunakan kembali pakaian yang masih layak pakai dapat memperpanjang masa penggunaan barang serta membantu mengurangi limbah tekstil.

  6. 6. Utamakan kenyamanan dan potongan pakaian yang pas di tubuh

    ilustrasi memasukan baju ke dalam celana
    ilustrasi memasukan baju ke dalam celana (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Pakaian yang terlihat elegan tidak selalu harus berasal dari merek terkenal. Salah satu hal yang membuat penampilan terlihat lebih rapi adalah ukuran pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuh atau memiliki fit yang tepat.

    Selain itu, kenyamanan bahan dan kualitas jahitan juga berperan penting dalam menunjang penampilan sehari-hari. Pakaian dengan harga terjangkau sekalipun bisa terlihat menarik jika memiliki potongan yang pas, tidak terlalu longgar atau sempit, serta nyaman saat digunakan.

    Jika memiliki pakaian yang sebenarnya bagus, tetapi ukurannya kurang pas, kamu bisa membawanya ke penjahit lokal untuk disesuaikan. Perubahan sederhana, seperti memperpendek panjang celana, mengecilkan bagian pinggang, atau menyesuaikan panjang lengan, dapat membuat pakaian terlihat lebih rapi dan nyaman dikenakan.

  7. 7. Jual atau donasikan pakaian yang sudah tidak terpakai

    ilustrasi memilih baju
    ilustrasi memilih baju (unsplash.com/Nimble Made)

    Cara terakhir untuk melakukan downgrade isi lemari adalah menyingkirkan pakaian yang sudah tidak lagi digunakan. Jika pakaian masih dalam kondisi bagus dan layak pakai, kamu bisa menjualnya melalui platform jual beli barang bekas, toko thrift daring, atau aplikasi marketplace.

    Uang yang diperoleh dari hasil penjualan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain atau ditabung, sehingga kamu tidak harus selalu mengeluarkan uang tambahan ketika ingin memperbarui koleksi pakaian.

    Apabila pakaian tersebut tidak kunjung terjual, tetapi masih layak digunakan, kamu bisa mempertimbangkan untuk mendonasikannya kepada orang yang membutuhkan. Dengan cara ini, isi lemari menjadi lebih teratur dan menyingkirkan pakaian yang sudah tidak lagi terpakai.

    Itu dia cara melakukan downgrade isi lemari. Selamat diterapkan!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More