Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Masuk Pre-Menopause, Intip Cara Happy Salma Tetap Bahagia!
Dok. Dermalogia
  • Happy Salma memandang masa pre-menopause sebagai momen introspeksi dan kesempatan untuk lebih mengenal diri, bukan fase yang menakutkan dalam perjalanan hidupnya sebagai perempuan.
  • Di usia 50-an, ia tetap aktif menjalani peran sebagai ibu, istri, dan seniman sambil menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, serta kesehatan fisik dan mental.
  • Happy menekankan pentingnya pengetahuan, perawatan diri, serta penerimaan terhadap perubahan agar perempuan dapat menghadapi pre-menopause dengan tenang dan penuh kesadaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki usia 50an, Happy Salma mulai merasakan berbagai perubahan baik fisik maupun mental. Proses pre-menopause yang dilaluinya tidak hanya mengubah keadaan fisiknya, tetapi juga memengaruhi emosinya serta pandangannya terhadap kehidupan. Pengalaman ini ia bagikan dalam acara Dermalogica, HER, Intelligent Beauty: The Kartini Collective Edit.

Alih-alih memandangnya sebagai suatu hal yang menakutkan, Happy memutuskan untuk lebih mendalami dirinya sendiri. Dia menyadari bahwa perubahan ini adalah bagian wajar dari perjalanan seorang wanita yang harus dilalui dengan kesadaran yang tinggi.

Di tengah kesibukan sebagai seniman, ibu, serta perempuan dengan berbagai peran, Happy berusaha untuk menjaga keseimbangan dalam hidupnya. Dari introspeksi, mengumpulkan informasi, hingga merawat tubuh dan mental, semua itu menjadi aspek krusial dalam rutinitas sehari-harinya.

Melalui pengalaman tersebut, Happy Salma menunjukkan bahwa pre-menopause bukanlah akhir segalanya, melainkan periode untuk lebih terhubung dengan diri sendiri dan menjalani kehidupan dengan lebih penuh kesadaran.

Lantas, bagaimana cara Happy Salma menghadapi masa pre-menopause dengan lebih tenang dan penuh perhatian? Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa langkah yang dapat Mama tiru dari pengalaman Happy Salma.

1. Menganggap pre-menopause sebagai kesempatan untuk terhubung dengan diri sendiri

Dermalogia

Bagi Happy Salma, fase pre-menopause bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia justru melihat waktu ini sebagai kesempatan untuk lebih mengenal dan memahami dirinya secara mendalam.

"Sebenernya ini fase dimana kita sangat romantis dengan diri kita dan juga secara spiritual,” ungkap Happy Salma.

Dalam momen ini, Happy merasakan bahwa perempuan diajak untuk lebih peka terhadap perubahan fisik, emosi, dan kebutuhan dalam jiwa. Dia juga beranggapan bahwa ini merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun relasi yang lebih baik dengan diri sendiri.

Secara tidak langsung, Happy ingin menyampaikan bahwa pre-menopause adalah waktu terbaik untuk introspeksi bukan hanya sekadar fase perubahan, tetapi juga momen untuk berkembang menjadi versi diri yang lebih utuh.

2. Menjaga aktivitas dengan berbagai peran di usia lanjut

Popmama.com/Nadya Julyanti

Di usia 50-an, Happy Salma membuktikan bahwa wanita masih dapat berperan aktif meskipun sedang menjalani masa pre-menopause. Ia terus menjalani perannya sebagai ibu, istri, dan seniman melalui berbagai proyek kreatif.

“Saya punya dua anak, mengurus keluarga, masih bekerja, saya sedang mempersiapkan beberapa pertunjukan teater… lalu juga sedang membuat buku," ungkapnya.

Kesibukan ini menjadi cara Happy untuk merasa “hidup” dan tetap terhubung dengan minatnya. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan, tanpa memaksakan diri.

3. Menjadi lebih sensitif terhadap perubahan tubuh, termasuk kabut pikiran

Popmama.com/Nadya Julyanti

Memasuki tahap pre-menopause, Happy Salma mulai merasakan pergeseran yang cukup terasa, tidak hanya dalam aspek fisik tetapi juga dalam hal kognitif. Salah satu yang ia perhatikan adalah kehadiran brain fog, sebuah kondisi di mana pikiran menjadi kurang tajam dan mudah lupa.

“Katanya perimenopause ini ada yang namanya brain fog, akhirnya kita kayak berkabut semua kepala kita," Ungkap Happy Salma.

Dia bahkan pernah melupakan apa yang hendak dikatakan, yang menunjukkan bahwa kondisi ini memang ada dan dapat memengaruhi keseharian. Hal ini diakibatkan oleh perubahan hormon yang berdampak pada fungsi otak.

Dengan pemahaman tentang kondisi ini, perempuan dapat lebih bijak dalam menghadapinya, contohnya dengan tidak terlalu keras kepada diri sendiri, meluangkan waktu untuk beristirahat, dan mulai mencari cara untuk mempertahankan fokus.

4. Memberdayakan diri dengan pengetahuan untuk menghadapi perubahan

Popmama.com/Nadya Julyanti

Menurut pendapat Happy Salma, salah satu hal terpenting di tahap ini adalah terus mencari informasi. Kekurangan pengetahuan seringkali membuat perempuan merasa sendirian dan bingung saat menghadapi perubahan fisik.

“Yang menyelamatkan kita adalah pengetahuan… mencari tahu… membuat keputusan,” tambahnya.

Happy banyak belajar dari pengalaman orang-orang terdekat dan berbagai sumber informasi. Dari pengalaman tersebut, ia memahami bahwa setiap perempuan dapat mengalami pre-menopause dengan cara yang berbeda.

5. Merawat Diri Sebagai Ekspresi Cinta Terhadap Diri Sendiri

Popmama.com/Nadya Julyanti

Di tengah perubahan hormonal dan perubahan kondisi tubuh, merawat diri menjadi aspek yang tak boleh diabaikan. Happy Salma memandang perawatan diri sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terhadap diri sendiri.

“Itu sebagai bukti kita mencintai diri kita," tambah Happy Salma.

Perawatan ini tidak selalu perlu rumit. Bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga pola makan yang seimbang, memastikan waktu istirahat yang cukup, hingga menyisihkan waktu untuk diri sendiri.

Namun, Happy juga terbuka terhadap berbagai metode perawatan lain, termasuk bantuan dari profesional, sebagai bagian dari usaha menjaga kualitas hidup di usia dewasa.

6. Menggunakan perawatan modern untuk mendukung kesehatan mental

Dermalogia

Selain perawatan dasar, Happy Salma juga mencoba teknologi perawatan modern di Dermalogia, salah satunya Exomind (Mind Lift) yang berfokus pada kesehatan mental dan otak.

"Saya lumayan cukup terbantu untuk bisa relax… ada waktu untuk diri kita," katanya.

Perawatan ini bekerja dengan membantu mengatur suasana hati, meningkatkan konsentrasi, hingga memberikan efek relaksasi. Ini penting, terutama ketika hormon tidak seimbang dan memengaruhi emosi serta pikiran.

Bagi Mama yang memiliki aktivitas yang padat atau sering merasa terbebani, perawatan seperti ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu menjaga keseimbangan mental.

7. Menyadari bahwa kecantikan batin lebih utama daripada penampilan luar

Dermalogia

Di balik semua perubahan fisik dan usaha perawatan yang dilakukan, Happy Salma menekankan bahwa kecantikan sejati berasal dari dalam.

“Inner beauty itu nggak akan bisa bohong,” kata Happy Salma.

Seiring bertambahnya usia, rasa percaya diri justru diperoleh dari bagaimana seseorang menerima dirinya sendiri. Ketika Mama merasa nyaman, tenang, dan bahagia dari dalam, hal tersebut akan terpancar secara alami.

Inilah yang menjadikan fase pre-menopause bukan hanya tentang perubahan, tetapi juga tentang menemukan versi diri yang lebih kuat dan utuh.

Menghadapi tahap pre-menopause memang membawa berbagai perubahan, namun bukan berarti harus dilalui dengan rasa khawatir. Seperti yang ditunjukkan oleh Happy Salma, momen ini justru dapat menjadi kesempatan untuk Mama lebih memahami diri, meningkatkan kualitas hidup, dan menemukan cara-cara baru untuk terus bahagia.

Dengan memahami tubuh, melengkapi diri dengan informasi, serta merawat diri dari dalam dan luar, Mama tetap bisa menjalani fase ini dengan lebih tenang dan percaya diri.

Jadi bagaimana dengan Mama, apakah sudah siap menghadapi fase pre-menopause dengan lebih sadar?

Editorial Team