Cara Menyisir Rambut Sesuai dengan Jenis Rambut yang Dimiliki

Jangan sampai salah ya, Ma!

9 April 2021

Cara Menyisir Rambut Sesuai Jenis Rambut Dimiliki
Pexels/diana.grytsku

Mungkin bagi sebagian orang menyisir rambut adalah hal yang sepele dan tidak perlu memperhatikan hal-hal tertentu.

Namun, perlu Mama ketahui bahwa setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda sehingga memerlukan cara menyisir rambut yang juga berbeda.

Pada umumnya memang menyisir rambut ada baiknya dilakukan dari bawah ke atas untuk menghindari rambut yang kusut. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu Mama ketahui seputar menyisir rambut sesuai dengan jenis rambutnya.

Oleh karena itu, kali ini Popmama.comtelah merangkum cara menyisir rambut yang benar sesuai dengan jenis yang dimiliki. Yuk, disimak!

1. Rambut halus atau lurus

1. Rambut halus atau lurus
Pexels/diana.grytsku

Rambut halus cukup mudah untuk dirawat dan Mama perlu untuk menemukan sikat rambut yang lembut untuk digunakan pada helai rambut yang lurus.

Mama bisa menggunakan sisir rambut yang memiliki bulu sikat lembut dan fleksibel seperti paddle brush untuk memastikan rambut tidak menjadi kusut karena tersangkut atau patah.

Lakukan dari rambut bagian bawah secara perlahan dan mulai menyisir ke bagian atas, baru setelahnya Mama bisa menyisir rambut dari atas ke bawah secara perlahan.

Editors' Picks

2. Rambut tebal atau keriting

2. Rambut tebal atau keriting
Pexels/Yan Krukov

Memiliki rambut yang tebal atau keriting memerlukan perjuangan tersendiri dalam mengurai rambutnya agar tidak menjadi kusut dan menggumpal. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan tidak menyisir rambut keriting yang sedang dalam keadaan basah atau setelah berkeramas.

Mama bisa menggunakan jari-jari tangan untuk menguraikan rambut yang basah tanpa menggunakan alat pengering seperti hairdryer.

Jika tidak ingin menggunakan jari-jari tangan, Mama bisa menggunakan sisir yang memiliki jarak sikat yang cukup berjauhan atau wide tooth comb sehingga tidak akan membuat rambut menjadi kusut.

3. Rambut yang rawan kusut

3. Rambut rawan kusut
Freepik.com

Jika Mama memiliki jenis rambut yang mudah kusut, Mama perlu untuk menggunakan produk rambut yang dapat membantu untuk merapikan kutikula pada rambut.

Mama bisa menyisir rambut dengan menggunakan jari-jari tangan pada saat rambut dalam keadaan basah atau setengah basah.

Mama bisa menggunakan bristle brush atau detangling brush untuk menyisir rambut Mama yang mudah kusut tersebut.

4. Rambut tipis keriting

4. Rambut tipis keriting
Pexels/Cottonbro

Tidak semua perempuan yang memiliki jenis rambut keriting memiliki helai rambut yang tebal, tak sedikit dari mereka yang memiliki rambut keriting yang tipis.

Dalam kondisi ini, Mama perlu berhati-hati dalam menyisir rambut karena helai rambutnya yang terlalu tipis akan lebih rentan untuk patah.

Mama bisa menggunakan paddle brush untuk menyisir rambut secara perlahan dan dilakukan dari rambut bagian bawah ke atas.

Yang perlu Mama perhatikan adalah menyisir jenis rambut ini pada saat kondisi rambut sedang setengah basah dan gunakan minyak rambut yang dapat membuat rambut menjadi lebih halus.

5. Rambut yang tipis dan rusak

5. Rambut tipis rusak
Freepik.com

Untuk jenis rambut yang tipis atau rusak, maka Mama perlu melakukan perawatan yang ekstra hati-hati karena jenis rambut seperti ini lebih rentan patah.

Mama bisa menggunakan sisir yang memiliki sikat rambut halus seperti bristle brush karena jenis sisir ini dapat memisahkan helai rambut dengan halus.

Untuk jenis rambut ini, jangan sampai Mama menyisir rambut dalam keadaan yang basah karena akan menyebabkan kerusakan pada rambut.

Biarkan rambut mengering hampir 90% sebelum menyisir rambut untuk menghilangkan kusut dan helai rambut yang patah.

Nah, itulah lima cara menyisir rambut yang perlu Mama perhatikan. Hal ini dilakukan karena setiap orang memiliki jenis rambut yang berbeda sehingga memerlukan cara menyisir rambut yang juga berbeda.

Jadi, apakah Mama sudah menyisir rambut dengan cara yang benar sesuai dengan jenis rambut yang Mama miliki?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.