Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab & Cara Mengatasi Jerawat Hormonal yang Membandel
Pexels.com/Polina Tankilevitch
  • Jerawat hormonal muncul akibat perubahan hormon dan dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan.

  • Kondisi ini bisa mengganggu penampilan serta memengaruhi rasa percaya diri.

  • Sebagian jerawat hormonal tidak cukup diatasi dengan obat jerawat saja dan membutuhkan penanganan yang tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jerawat memiliki beberapa jenis, salah satunya jerawat hormonal. Jerawat ini disebabkan oleh beberapa faktor dan untungnya bisa diatasi asal dengan cara yang tepat.

Jerawat hormonal adalah jenis jerawat yang muncul akibat terjadinya perubahan hormon. Jerawat ini bisa saja dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Jerawat ini bisa mengganggu penampilan dan berpengaruh pada rasa percaya diri.

Sayangnya, beberapa jerawat hormonal tidak bisa dihilangkan dengan obat jerawat saja. Popmama.com akan merangkumkan penyebab dan cara mengatasi jerawat hormonal. Cek dulu, yuk!

1. Penyebab umum terjadinya jerawat hormonal

unsplash.com/Emily Horne

Jerawat hormonal muncul saat terjadinya hormon yang tidak seimbang dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini menyebabkan kelenjar minyak memproduksi minyak berlebih. Pada akhirnya, bakteri lebih mudah menempel dan berkembang biak di kulit.

Minyak berlebih, bakteri, dan sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit bisa bercampur dan menyumbat pori-pori. Akibatnya, jerawat pun muncul.

2. Naik turun hormon menjelang menstruasi

Pexels.com/Hanna Pad

Penyebab paling umum pada perempuan yang mengalami jerawat hormonal adalah fase menjelang menstruasi. Fluktuasi hormon yang terjadi pada fase luteal membuat kadar hormon estrogen dan progesteron menurun.

Kedua hormon tersebut turun produksinya, digantikan dengan hormon androgen seperti testosteron yang malah jadi lebih dominan. Kondisi ini merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum secara berlebihan.

Dan kemudian, hadirlah jerawat sebelum haid!

3. Meningkatnya stres

Pexels.com/kaboompics.com

Rasanya, tidak mungkin tidak merasakan stres di waktu seperti ini. Namun bagaimanapun, kamu tetap perlu mengelola stres karena jika tidak maka bisa menyebabkan jerawat.

Tingkat stres yang tinggi membuat hormon kortisol melonjak pesat. Hormon ini memicu kelenjar minyak untuk memproduksi banyak sebum dan jerawat pun muncul.

Tak hanya itu, stres juga memicu peradangan dalam tubuh yang membuat jerawat biasa malah jadi meradang dan makin parah dari biasanya.

4. Salah mengonsumsi makanan

Pexels.com/Pasha Me

Pola makan yang tidak sehat dan seimbang bisa menyebabkan wajah berjerawat karena masalah hormonal. Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti makanan manis, roti, boba, dan gorengan bisa menyebabkan lonjakan kadar gula yang mendadak.

Lonjakan ini memicu pelepasan hormon insulin dan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). Kedua hormon ini akan mengirimkan sinyal ke kulit untuk memproduksi minyak secara berlebih dan jerawat pun muncul di permukaan kulit wajah.

5. Efek samping pil KB

pexels.com/Marta Branco

Jerawat hormonal juga bisa disebabkan oleh mulainya KB atau berakhirnya KB. Karena, alat KB diciptakan untuk memproduksi hormon tertentu untuk menekan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Pada beberapa kasus, para perempuan mengalami perubahan ekstrem pada tubuhnya karena menggunakan pil KB, termasuk jerawat di wajah. Jika mengalami hal tersebut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jenis KB yang paling tepat untuk kamu.

6. Sedang hamil

Freepik.com

Mungkin kamu belum sadar, namun berjerawat bisa jadi salah satu tanda kehamilan. Perubahan hormon yang cukup signifikan membuat wajah memproduksi minyak berlebih dan berujung kulit wajah yang lebih sensitif pada munculnya jerawat.

Namun tenang saja, karena seiring berkembangnya kehamilan, hormon pun akan semakin seimbang dan jerawat bisa sembuh dengan mudah.

7. Cara mengatasi jerawat hormonal

pexels.com/Hanna Pad

Penanganan jerawat hormonal harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Tentu, kamu perlu berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk penanganan yang tepat. Namun, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk membuat jerawat hilang dan produksi minyak pun bisa terjaga.

Apa saja caranya? Pertama tentu saja, menjaga kebersihan kulit dengan membersihkannya secara seksama. Setelahnya, jangan lupa gunakan obat jerawat yang cocok untukmu.

Jika masalahnya adalah hormon androgen yang terlalu banyak, maka kamu bisa mengonsumsi obat anti androgen. Dengan begitu, produksi minyak di wajah pun bisa menurun. Tapi, sebelum mengonsumsinya, pastikan berkonsultasi dengan dokter dulu, ya.

Itu dia beberapa penyebab terjadinya jerawat hormonal dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga membantu!

Curated For You

Editorial Team

Related Article