"Perkosmi akan terus memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat untuk membangun industri kosmetik Indonesia," ungkap Sancoyo Antarikso.
Perjalanan Menuju 50 Tahun, Rencana dan Perkembangan Perkosmi 2026

Perkosmi, yang berdiri sejak 1977, menyiapkan strategi menuju 50 tahun dengan memperkuat peran sebagai pusat pengetahuan dan kolaborasi industri, pemerintah, akademisi, media, serta masyarakat.
Gen Z menjadi kelompok dengan pertumbuhan pembelian kosmetik tercepat secara omnichannel, sementara konsumen kecantikan dinilai semakin eksploratif dengan kebutuhan berbeda antar-generasi.
Perkosmi mendorong ekosistem digital yang aman melalui kolaborasi melawan ulasan, pesanan, dan produk palsu.
Perkosmi (Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia) tahun ini telah mengalami berbagai perkembangan, pertama kali didirikan tahun 1977 Perkosmi jadi wadah resmi ratusan perusahaan kosmetik.
Menuju usia 50 tahun, Perkosmi telah menyiapkan berbagai rencana termasuk memperkuat fungsi organisasi sebagai pusat pengetahuan serta mendorong kolaborasi erat untuk membangun masa depan industri kosmetik Indonesia.
Rencana dan perkembangan ini dijelaskan dalam acara Perkosmi “Membangun Industri Kosmetik Indonesia yang Terpercaya, Berdaya Saing, dan Siap Menghadapi Masa Depan” di Rumah Wijaya, Kebayoran Baru pada Selasa, 1 September 2026.
Nah, berikut Popmama.com telah rangkum informasi selengkapnya untuk Mama simak di bawah ini!
Table of Content
1. Hampir 50 tahun berdiri

Dok. Perkosmi Sejak berdiri pada tahun 1977, Perkosmi konsisten menyatukan berbagai perusahaan untuk mempererat hubungan baik dengan regulator, hingga aktif mengawal harmonisasi regulasi tingkat regional melalui ASEAN Cosmetic Association.
Berbagai pameran bergengsi seperti Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) yang rutin digelar sejak 2006, Perkosmi terus membuka ruang kolaborasi yang berharga bagi kemajuan industri kecantikan Indonesia.
Seperti yang ditegaskan ketua umum Perkosmi, Sancoyo Antarikso bahwa momentum emas ini digunakan untuk meletakkan fondasi masa depan yang lebih kokoh.
2. Gen Z mendominasi pembelian kosmetik

Dok. Perkosmi Industri beauty saat ini mengalami pergeseran tren, di mana perilaku konsumen menjadi penyebab utama pertumbuhan pasar.
Menariknya kalangan generasi muda, Gen Z kini mendominasi pembelian produk kecantikan tercepat secara omnichannel. Ratu Zahra selaku beauty lead di Worldpanel, menyampaikan fakta terkait perilaku belanja beauty shoppers yang semakin eksploratif.
"Beauty shoppers saat ini semakin eksploratif, dengan kebutuhan yang semakin beragam di setiap generasi. Dimana Gen Z menjadi kelompok dengan pertumbuhan pembelian tercepat," ungkap Ratu Zahra.
3. Mendorong ekosistem digital industri kosmetik

Dok. Perkosmi Dibalik kemudahan berbelanja dimana dan kapan saja, Perkosmi kembali mengingatkan pentingnya mewaspadai berbagai perdagangan digital yang tidak bertanggung jawab seperti maraknya ulasan palsu, pesanan palsu, hingga peredaran produk ilegal.
Maka untuk melindungi Mama, Ribut Purwanti dari tim kebijakan publik dan keberlanjutan Perkosmi menegaskan kolaborasi erat antara regulator, platform e-commerce, dan pelaku usaha sangat dibutuhkan demi keamanan konsumen.
"Kolaborasi antara regulator, platform digital, dan pelaku usaha jadi penting untuk membangun ekosistem digital yang lebih adil dan terpercaya,” ungkap Ribut Purwanti.
4. Persiapan dalam wajib sertifikasi halal

Dok. Perkosmi Saat ini Perkosmi sedang mengusahakan seluruh produk kosmetik di Indonesia diwajibkan untuk sudah memiliki sertifikasi halal mulai tanggal 18 Oktober 2026 mendatang.
Riva Dwitya sebagai ketua bidang teknis ilmiah Perkosmi memberikan pernyataan penting dan pemaparan data, sekitar 56% produk kosmetik yang beredar sebenarnya sudah memiliki sertifikat halal. Sementara survei internal menunjukkan bahwa sisanya masih terus berproses mengurus sertifikasi produk mereka.
"Penerapan implementasi jaminan produk halal perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai, kepastian regulasi, panduan yang jelas, waktu transisi yang cukup, serta koordinasi yang baik dengan pelaku usaha," ungkap Riva Dwitya.
5. Menjadi konsumen cerdas

Dok. Perkosmi Mengetahui berbagai tren belanja digital, hingga regulasi ketat di industri kosmetik tentu memberikan kesadaran baru bagi Mama sebagai konsumen.
Menjadi smart buyer di era modern bukan lagi sekadar memilih produk yang menjanjikan hasil instan, melainkan juga memastikan bahwa produk kecantikan yang digunakan sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM, dan teruji keamanannya.
Dari perjalanan Perkosmi menuju usia emas 50 tahun membuktikan bahwa industri kosmetik tidak hanya terfokus pada keuntungan, tapi juga berkomitmen penuh terhadap keamanan Mama dalam menggunakan kosmetik. Nah, semoga informasi ini dapat membantu ya, Ma!















-erd9kGCZV695Ebun7DrTlllcSf8fgmBF.png)







