Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ekonomi Sulit, Ini 8 Skincare yang Tidak Perlu Dibeli Kata Dermatologi
Freepik/freepik
  • Dermatolog menilai beberapa produk seperti toner, essence, dan krim leher tidak wajib dibeli karena manfaatnya bisa digantikan oleh skincare dasar yang lebih sederhana.
  • Eye cream dan krim wajah mahal dianggap tidak selalu memberikan hasil lebih baik; pelembap biasa sudah cukup menjaga kelembapan kulit tanpa perlu biaya tambahan besar.
  • Tisu makeup dan masker detoks dinilai kurang efektif, karena pembersihan optimal tetap membutuhkan cleanser berbahan minyak dan proses detoks alami dilakukan oleh organ tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah kondisi ekonomi yang membuat banyak orang lebih selektif dalam mengatur pengeluaran, kebutuhan perawatan kulit juga sering menjadi pertimbangan. Tidak sedikit orang yang tergoda membeli berbagai produk skincare karena tren. 

Padahal, tidak semua produk skincare yang beredar di pasaran benar-benar diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit. Dengan memilih produk secara lebih bijak, kamu tetap bisa merawat kulit secara optimal tanpa harus menguras anggaran.

Lalu, skincare apa saja yang sebenarnya tidak wajib dibeli menurut dermatolog? Berikut Popmama.com siap membahas informasinya lebih lanjut melansir dari Real Simple.

1. Toner

Freepik/freepik

Toner selama ini dikenal sebagai produk yang digunakan setelah mencuci wajah dan sebelum memakai serum atau pelembap.

Banyak orang percaya bahwa toner dapat membantu menyeimbangkan kondisi kulit sekaligus mempersiapkan wajah untuk menerima produk skincare berikutnya. 

Namun, menurut dermatolog Mona Gohara, penggunaan toner saat ini tidak lagi menjadi kebutuhan utama.

Formula pembersih wajah modern sudah dirancang untuk membersihkan kulit secara efektif tanpa meninggalkan banyak residu. 

Karena itu, toner dianggap sebagai produk tambahan yang tidak terlalu memberikan manfaat signifikan bagi sebagian besar orang 

"Cleanser modern sudah membuat kulit bersih. Toner itu seperti ponsel lipat, nostalgia tapi tidak perlu," ujar Gohara mengutip dari Real Simple.

2. Eye cream

Pexels/Misolo Cosmetic

Eye cream menjadi salah satu produk yang cukup populer karena diklaim dapat mengatasi kantung mata, garis halus, hingga lingkaran hitam. Kemasannya yang kecil juga membuat produk ini terlihat lebih eksklusif dibandingkan pelembap biasa.

Namun, dermatolog menilai bahwa banyak eye cream pada dasarnya memiliki fungsi yang mirip dengan pelembap wajah. Keduanya sama-sama bekerja untuk menjaga kelembapan kulit. 

Oleh karena itu, jika tidak memiliki masalah khusus pada area mata, penggunaan pelembap biasa sering kali sudah cukup membantu.

3. Essence

Freepik/freepik

Essence sering menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit ala Korea. Produk ini biasanya diaplikasikan setelah toner dan sebelum serum atau pelembap untuk memberikan hidrasi tambahan pada kulit.

Meski demikian, ahli dermatologi Kavita Mariwalla menilai bahwa essence bukanlah produk yang wajib dimiliki. Menurutnya, manfaat yang diberikan sering kali tidak jauh berbeda dengan produk hidrasi lainnya. 

Jika ingin berhemat, langkah penggunaan essence bisa saja dilewati tanpa memberikan dampak besar terhadap kesehatan kulit.

4. Krim leher

Freepik/freepik

Banyak merek skincare menawarkan krim khusus leher dengan klaim mampu menjaga elastisitas kulit dan mencegah tanda-tanda penuaan. Tidak sedikit orang yang kemudian merasa perlu membeli produk terpisah untuk area tersebut.

Padahal, menurut Gohara, pelembap wajah yang digunakan sehari-hari sudah cukup diaplikasikan hingga area leher. 

Kandungan yang terdapat dalam krim leher umumnya tidak jauh berbeda dari pelembap biasa, sehingga membeli produk khusus sering kali hanya menambah pengeluaran tanpa manfaat yang terlalu berbeda.

5. Krim wajah dengan harga mahal

Unsplash/Maria Kovalets

Tidak sedikit orang yang menganggap semakin mahal harga skincare, semakin baik pula kualitasnya. Padahal, harga tinggi tidak selalu menjamin hasil yang lebih efektif bagi kulit.

Gohara menyarankan untuk lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran perawatan kulit. Daripada menghabiskan banyak uang untuk basic skincare yang mahal, lebih baik fokus pada produk dengan kandungan yang terbukti memiliki manfaat jelas sesuai kebutuhan kulit masing-masing.

6. Tisu makeup

Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Tisu pembersih makeup sering menjadi pilihan karena praktis digunakan, terutama saat bepergian atau ketika merasa terlalu lelah untuk membersihkan wajah secara menyeluruh.

Meski praktis, tisu makeup umumnya tidak mampu mengangkat kotoran, minyak, dan sisa kosmetik secara maksimal.

Membersihkan wajah menggunakan cleansing oil atau pembersih berbahan dasar minyak, kemudian dilanjutkan dengan sabun wajah, dinilai jauh lebih efektif untuk menjaga kebersihan kulit.

7. Masker detoks

Pexels.com/Mikhail Nilov

Istilah detoks dalam dunia kecantikan sering digunakan untuk menarik perhatian konsumen. Banyak masker wajah dipasarkan dengan klaim mampu mengeluarkan racun dari kulit dan membuat wajah menjadi lebih bersih.

Padahal, proses detoksifikasi tubuh sebenarnya dilakukan secara alami oleh organ seperti hati dan ginjal. Penggunaan masker wajah memang dapat memberikan sensasi relaksasi dan membantu membersihkan permukaan kulit, tetapi tidak berfungsi sebagai alat detoksifikasi tubuh seperti yang sering dipromosikan.

Itu dia beberapa skincare yang tidak perlu dibeli kata dermatologi. Fokuslah pada produk dasar yang sesuai dengan kebutuhan kulit agar hasil tetap optimal tanpa harus menguras dompet. 

Editorial Team

Related Article