Mendengar kata "kanker darah" saja sudah cukup bikin banyak orang merasa waswas. Sayangnya, ketakutan itu sering muncul justru karena minimnya pemahaman soal penyakit ini, bukan karena benar-benar tahu apa yang sedang terjadi di dalam tubuh.
Apa Itu Kanker Darah? Ini Penjelasan Lengkap dan Gejalanya

Kanker darah adalah gangguan pada pembentukan sel darah di sumsum tulang. Penyakit ini terjadi akibat mutasi DNA yang menyebabkan sel darah abnormal tumbuh tidak terkendali dan mengganggu produksi sel darah sehat. Jenis utamanya meliputi leukemia, limfoma, dan myeloma.
Gejala kanker darah sering tidak spesifik sehingga perlu diwaspadai. Penderita dapat mengalami kelelahan berkepanjangan, sesak napas, infeksi berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, mudah memar atau berdarah, demam, penurunan berat badan, hingga nyeri tulang. Jika gejala berlangsung selama beberapa minggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Kanker darah memiliki peluang untuk diobati, bahkan mencapai remisi atau sembuh. Penanganannya meliputi kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, terapi target, dan transplantasi sel punca. Peluang kesembuhan dipengaruhi oleh jenis kanker, kondisi pasien, serta seberapa cepat penyakit didiagnosis dan ditangani.
Padahal, semakin kamu memahami apa itu kanker darah, semakin mudah pula untuk mengenali gejalanya sejak dini dan tidak panik berlebihan saat mendengar diagnosisnya.
Supaya kamu semakin memahami kanker darah, berikut Popmama.com mengulas apa itu kanker darah? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Pengertian Kanker Darah

Sederhananya, kanker darah adalah kondisi yang memengaruhi cara tubuh memproduksi sel darah dan seberapa baik sel-sel tersebut bekerja. Mengutip Cleveland Clinic, sebagian besar kanker darah bermula dari sumsum tulang, yaitu jaringan lunak menyerupai spons yang berada di bagian tengah tulang.
Sumsum tulang inilah yang menghasilkan sel punca atau stem cell, yang nantinya berkembang menjadi tiga jenis sel darah utama: sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sel darah putih yang berperan melawan infeksi, dan trombosit yang mengontrol proses pembekuan darah.
Nah, kanker darah muncul saat proses pembentukan sel darah ini terganggu, sehingga sel yang terbentuk justru bersifat abnormal, tumbuh tidak terkendali, lalu "mengalahkan" sel-sel darah normal di dalam tubuh.
Disebutkan pula bahwa ada tiga jenis kanker darah yang paling umum, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma. Leukemia merupakan jenis kanker darah yang paling sering ditemukan dan bermula dari sumsum tulang.
Limfoma menyerang sistem limfatik dan biasanya membentuk benjolan di kelenjar getah bening, sementara myeloma menyerang sel plasma yang juga berasal dari sumsum tulang. Selain ketiganya, ada pula jenis yang lebih jarang seperti neoplasma mieloproliferatif (MPN) dan sindrom mielodisplastik (MDS).
Apa yang Dirasakan oleh Penderita Kanker Darah?

Setelah memahami pengertiannya, mungkin kamu jadi penasaran, memangnya seperti apa sih rasanya jika seseorang mengidap kanker darah?
Menurut Cleveland Clinic, gejala yang paling umum dirasakan meliputi rasa lelah berkepanjangan, sesak napas, kelenjar getah bening yang membengkak, serta infeksi yang datang berulang kali.
Selain gejala utama tersebut, ada pula gejala lain yang bisa muncul, seperti nyeri tulang, keringat malam yang berlebihan hingga membasahi baju, pembesaran hati atau limpa, nyeri sendi, demam yang tidak kunjung reda, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta mudah memar atau berdarah.
Melansir Leukaemia Foundation Australia, tanda mudah memar ini bisa disertai munculnya bintik merah kecil (petekie) atau ruam keunguan (purpura) di kulit yang tidak hilang meski ditekan.
Perlu diketahui, gejala-gejala ini juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan kanker sama sekali.
Jadi, memiliki satu atau dua gejala di atas bukan berarti otomatis kamu mengidap kanker darah. Namun, jika gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa minggu, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis untuk memastikannya.
Apakah Penderita Kanker Darah Bisa Sembuh?

Ini mungkin pertanyaan yang paling banyak dicari saat seseorang atau orang terdekatnya baru saja didiagnosis kanker darah. Kabar baiknya, jawabannya adalah bisa. Menurut Cleveland Clinic, tujuan utama pengobatan kanker darah memang untuk menyembuhkan pasien secara total, artinya kanker benar-benar hilang dan tidak kembali lagi.
Jika kesembuhan total belum bisa dicapai, ada pula kondisi yang disebut remisi, yaitu saat pengobatan berhasil menurunkan jumlah sel kanker hingga tidak lagi terdeteksi.
Soal angka harapan hidup, disebutkan bahwa tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bervariasi tergantung pada jenis kanker darahnya, mulai dari leukemia sekitar 67 persen, limfoma Hodgkin sekitar 88,9 persen, limfoma non-Hodgkin sekitar 74,3 persen, hingga myeloma sekitar 61,1 persen.
Meski begitu, angka-angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk memprediksi harapan hidup seseorang, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Yang jelas, berkat perkembangan pengobatan medis, semakin banyak orang yang berhasil bertahan dan hidup lebih lama setelah didiagnosis kanker darah dibandingkan dengan beberapa dekade lalu.
Penyebab Utama Kanker Darah

Lantas, apa sebenarnya yang memicu munculnya kanker darah? Disebutkan bahwa kanker darah dimulai ketika terjadi perubahan atau mutasi pada DNA sel darah. Padahal, DNA inilah yang seharusnya memberi "perintah" kepada sel darah kapan harus tumbuh, membelah, atau mati.
Ketika DNA memberikan instruksi yang keliru, tubuh pun mulai memproduksi sel darah abnormal yang tumbuh dan berkembang biak lebih cepat daripada seharusnya. Akibatnya, sel darah normal menjadi tersisih oleh tumpukan sel abnormal tersebut, sehingga lama-kelamaan sumsum tulang memproduksi lebih sedikit sel darah normal yang dibutuhkan tubuh.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker darah, di antaranya usia yang makin bertambah, jenis kelamin (kanker darah disebut lebih sering ditemukan pada laki-laki), riwayat merokok atau terpapar asap rokok, paparan bahan kimia beracun seperti benzena dan formaldehida dalam jangka panjang.
Meski begitu, kanker darah pada dasarnya tidak selalu bisa dicegah, bahkan orang yang tampak sehat sekalipun tetap berisiko mengalaminya.
Bagaimana Bisa Sembuh dari Kanker Darah?

Menurut Cleveland Clinic, ada beberapa jenis pengobatan yang umum digunakan, mulai dari kemoterapi untuk membunuh sel kanker, terapi radiasi yang merusak DNA sel abnormal agar tidak bisa memperbanyak diri, hingga imunoterapi yang bekerja dengan cara memperkuat sistem imun tubuh agar lebih mampu melawan sel kanker.
Selain itu, ada pula terapi target yang menyasar kelemahan spesifik pada sel kanker akibat mutasi genetik tertentu, serta transplantasi sel punca. Transplantasi ini terbagi menjadi dua, yaitu transplantasi autologus yang menggunakan sel punca dari tubuh pasien sendiri dan transplantasi alogenik yang menggunakan sel punca dari pendonor yang cocok.
Di luar pengobatan medis, ada juga beberapa hal yang bisa membantu penderita kanker darah merasa lebih baik selama menjalani perawatan, seperti menjaga asupan makanan bergizi seimbang, tetap aktif bergerak sesuai anjuran dokter, dan mengutamakan waktu istirahat.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu kanker darah? Semoga informatif dan bermanfaat!








-fakSsi1ISAUfjjUKyVs8O5tKSXpIBTaA.png)










