Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Penyebab Sakit di Bawah Payudara Sebelah Kiri

7 Penyebab Sakit di Bawah Payudara Sebelah Kiri
Freepik/stefamerpik
  • Sakit di bawah payudara kiri bisa berasal dari berbagai organ seperti jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan sehingga penyebabnya perlu dikenali dengan hati-hati.
  • Tujuh penyebab umum meliputi serangan jantung, gastritis, costochondritis, hiatal hernia, mastitis, pleurisy, dan cedera limpa yang masing-masing memiliki gejala khas.
  • Gejala seperti nyeri berat, sesak napas, atau pusing tidak boleh diabaikan dan memerlukan konsultasi medis segera untuk memastikan diagnosis serta penanganan yang tepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sakit di bawah payudara kiri bisa disebabkan oleh berbagai kondisi yang melibatkan organ di sekitar dada, seperti jantung, paru-paru, atau saluran pencernaan. Rasa nyeri ini kadang sulit dikenali karena penyebabnya bisa berasal dari lokasi yang berbeda. 

Berikut Popmama.com merangkum 7 penyebab sakit di bawah payudara sebelah kiri dari berbagai sumber kesehatan! Simak yuk!

  1. 1. Serangan jantung

    Serangan jantung
    Unsplash/Darius Bashar

    Melansir dari Healthline, serangan jantung dapat menimbulkan rasa nyeri di bawah payudara kiri karena letak jantung yang berada di sisi kiri tengah dada.

    Gejalanya sering kali berupa nyeri dada yang disertai dengan sesak napas, mual, atau tekanan berat di area dada. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera.

  2. 2. Gastritis

    Gastritis
    Freepik/sitthiphong

    Berdasarkan Medical News Today, gastritis atau peradangan pada lapisan lambung dapat menyebabkan nyeri di sisi kiri tubuh bagian atas.

    Nyeri ini kadang terasa seperti terbakar dan sering kali diperburuk oleh makanan pedas atau asam. Gejala lain yang menyertai bisa meliputi mual, muntah, atau perut kembung.

  3. 3. Costochondritis

    Costochondritis
    Freepik/cookie_studio

    Verywell Health menjelaskan bahwa costochondritis adalah peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.

    Nyeri akibat kondisi ini biasanya terasa tajam dan memburuk saat disentuh atau bergerak. Meskipun tidak berbahaya, rasa sakitnya bisa meniru gejala serangan jantung.

  4. 4. Hiatal Hernia

    Hiatal Hernia
    Freepik/Jcomp

    Menurut Women's Health Magazine, hiatal hernia terjadi ketika sebagian lambung terdorong melalui diafragma ke rongga dada.

    Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri di bawah payudara kiri, terutama setelah makan besar atau berbaring. Gejalanya sering kali disertai dengan heartburn atau sensasi asam di tenggorokan.

  5. 5. Mastitis

    Mastitis
    Pexels/Alina Matveycheva

    Melansir dari HealthCentral, mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang sering terjadi pada ibu menyusui.

    Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri di bawah payudara kiri, disertai pembengkakan, kemerahan, dan demam. Jika tidak ditangani, mastitis dapat berkembang menjadi abses payudara.

  6. 6. Pleurisy

    Pleurisy
    Freepik/Jcomp

    Berdasarkan Medical News Today, pleurisy adalah peradangan pada membran yang melapisi paru-paru dan rongga dada.

    Kondisi ini menyebabkan nyeri tajam di bawah payudara kiri, terutama saat menarik napas dalam-dalam atau batuk. Pleurisy sering dikaitkan dengan infeksi paru-paru seperti pneumonia.

  7. 7. Cedera limpa

    Cedera limpa
    Freepik/stefamerpik

    Cedera limpa akibat trauma dapat menyebabkan rasa sakit di bawah payudara kiri. Healthline menyebutkan bahwa limpa, yang berfungsi menyaring darah, dapat pecah atau mengalami perdarahan dalam.

    Hal tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri yang menjalar ke bahu kiri. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan penanganan medis segera.

    Itu dia 7 penyebab sakit di bawah payudara sebelah kiri. Penting untuk tidak mengabaikan gejala ini, terutama jika disertai dengan sesak napas, pusing, atau nyeri yang tak kunjung hilang. Jika mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More