Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit!

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Intinya Sih
  • Produk tester makeup di mal sering terkontaminasi bakteri, virus, dan jamur akibat digunakan banyak orang tanpa pembersihan rutin, sehingga meningkatkan risiko infeksi kulit dan iritasi.
  • Menggunakan tester langsung pada bibir atau mata dapat menularkan virus herpes serta memicu infeksi seperti konjungtivitis karena area tersebut sangat sensitif terhadap kuman.
  • Tester yang sudah lama terbuka bisa menyebabkan jerawat, alergi, hingga penyakit kulit menular seperti impetigo akibat formula rusak dan perpindahan bakteri dari pengguna sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bagi pencinta makeup, mampir ke gerai kecantikan saat jalan-jalan ke mal tentu menjadi godaan yang paling sulit dilewatkan. Apalagi saat melihat deretan koleksi lip product terbaru atau eyeshadow palette dengan warna-warna yang sedang tren dan cantik memukau. Rasanya tangan ini langsung gatal ingin segera memegang dan mencoba teksturnya langsung di punggung tangan untuk memastikan produk tersebut benar-benar cocok dengan skin tone kamu.

Memang, mencoba produk secara langsung adalah langkah paling meyakinkan sebelum memutuskan untuk membelinya agar kamu tidak menyesal. Namun, di balik kesenangan swatch produk tester tersebut, ada realita kebersihan yang sering kali tanpa sadar kamu abaikan. Coba bayangkan, produk tester yang terpajang bebas di rak toko itu sudah disentuh dan diaplikasikan oleh ratusan orang asing setiap harinya, dan kamu tidak pernah tahu pasti bagaimana kondisi kebersihan tangan atau wajah mereka.

Kamu mungkin merasa bahwa menyapukan sedikit produk ke kulit tidak akan membawa dampak buruk yang berarti. Padahal, hanya dari satu usapan kecil yang tampak sepele itu, kamu bisa saja memindahkan ribuan bakteri, kuman, bahkan jamur langsung ke pori-pori kulit. Jangan sampai niat hati ingin tampil cantik dan menemukan shades makeup andalan justru berakhir petaka dengan masalah kulit yang mengganggu penampilanmu.

Agar kamu lebih aware dengan kesehatan kulit, kali ini Popmama.com sudah merangkum deretan bahaya tersembunyi di balik kebiasaan mencoba tester makeup di mal. Penasaran apa saja risiko kesehatan yang mengintai? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Table of Content

1. Risiko bakteri dan kuman yang menumpuk

1. Risiko bakteri dan kuman yang menumpuk

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 2.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Produk tester terbuka di toko adalah sarang bagi berbagai jenis bakteri, mulai dari Staphylococcus, Streptococcus, hingga E. coli. Ketika produk tersebut disentuh oleh banyak orang sepanjang hari, bakteri dari tangan atau wajah mereka akan berpindah ke produk tersebut. Mengingat produk tester jarang dibersihkan secara mendalam, kuman-kuman ini akan terus berkembang biak dengan bebas.

Dalam kondisi lembap, bakteri dapat bertahan hidup lebih lama dan berpindah dengan mudah saat kamu mengaplikasikannya ke kulit. Menggunakan produk yang sudah terkontaminasi oleh banyak orang secara tidak langsung memindahkan kuman dari tangan orang asing langsung ke pori-pori kulit kamu. Ini tentu menjadi pintu masuk bagi masalah kulit yang tidak diinginkan.

Apalagi jika kamu mencoba tester pada bagian yang sensitif seperti area mata atau bibir. Bagian-bagian ini memiliki lapisan kulit yang jauh lebih tipis dan rentan dibandingkan area tubuh lainnya, sehingga risiko infeksi pun menjadi berkali-kali lipat lebih tinggi. Jadi, jangan heran jika setelah mencoba tester, tiba-tiba muncul bintik merah atau rasa gatal yang tidak biasanya.

2. Risiko penularan virus herpes

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 3.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Salah satu bahaya paling nyata dari berbagi tester lipstik atau lip gloss adalah risiko penularan virus herpes simpleks tipe 1. Virus ini bisa bertahan di permukaan lipstik selama beberapa waktu. Jika orang sebelumnya yang menggunakan tester tersebut memiliki luka kecil atau sedang mengalami gejala herpes, ada kemungkinan besar virus tersebut berpindah ke kamu.

Bahayanya, banyak orang yang sudah terinfeksi virus herpes namun tidak menunjukkan gejala yang jelas atau tidak menyadarinya. Kamu mungkin merasa aman-aman saja saat memulas lipstik tersebut ke bibir, namun di saat yang sama kamu sedang melakukan kontak langsung dengan virus yang bisa menyebabkan luka lepuh atau sariawan di area sekitar bibir.

Sekali saja virus ini masuk ke sistem tubuh, ia akan menetap secara permanen dan bisa muncul kapan saja saat daya tahan tubuh sedang menurun. Ini adalah risiko jangka panjang yang sangat serius. Jadi, alih-alih langsung memulas lipstik tester ke bibir, lebih baik gunakan tangan atau cotton bud bersih jika benar-benar harus mencobanya.

3. Memicu timbulnya jerawat yang membandel

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 4.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Produk tester yang terkontaminasi minyak wajah dan sel kulit mati orang lain dapat menyumbat pori-pori kulit kamu. Saat kamu mengaplikasikan tester yang sudah kotor ke wajah, kamu secara otomatis memindahkan kotoran dan sebum milik orang lain ke kulitmu sendiri. Ini adalah resep instan untuk munculnya komedo hingga jerawat yang meradang.

Jerawat yang muncul akibat penggunaan produk tester sering kali sulit diatasi karena melibatkan kontaminasi bakteri eksternal. Apalagi, produk makeup yang dipajang di rak toko sering kali tidak terjaga suhunya, sehingga formula di dalamnya bisa saja sudah teroksidasi atau rusak, yang justru semakin memperburuk kondisi kulit yang berjerawat.

Bagi kamu yang memiliki tipe kulit sensitif atau cenderung berjerawat, bahaya ini jauh lebih besar. Cukup sekali mencoba produk yang sudah kotor, kulit bisa langsung bereaksi dalam waktu beberapa jam. Menghilangkan jerawat tentu jauh lebih sulit dan mahal dibandingkan dengan mencegahnya, bukan?

4. Infeksi mata akibat tester maskara dan eyeliner

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 5.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Produk tester maskara dan eyeliner adalah yang paling berisiko karena diaplikasikan sangat dekat dengan area mukosa mata. Area mata adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap infeksi. Menggunakan aplikator yang sama berkali-kali oleh orang yang berbeda dapat memicu infeksi seperti konjungtivitis atau sering kita kenal dengan istilah mata merah.

Selain infeksi bakteri, aplikator maskara yang digunakan bersama-sama juga berisiko membawa kotoran dari satu orang ke orang lainnya. Partikel debu atau kotoran yang menempel pada sikat maskara bisa menggores kornea atau menyebabkan iritasi parah. Efeknya bisa membuat mata kamu terasa panas, perih, dan memerah selama berhari-hari.

Sangat disarankan untuk tidak pernah mencoba tester maskara atau eyeliner secara langsung pada area mata. Jika kamu penasaran dengan pigmentasinya, cukup aplikasikan sedikit pada punggung tangan saja. Jangan pernah mengambil risiko kesehatan mata demi mencoba warna yang mungkin bisa dilihat melalui foto atau swatch di internet.

5. Reaksi alergi yang tidak terduga

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 6.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Produk tester sering kali sudah terbuka dalam jangka waktu yang lama. Paparan udara, debu, dan cahaya lampu di toko dapat mengubah stabilitas formula produk, terutama pada produk yang mengandung bahan aktif atau wewangian tertentu. Kondisi ini bisa memicu reaksi alergi yang parah, bahkan pada kulit yang biasanya tidak sensitif.

Selain karena formula yang rusak, alergi bisa dipicu oleh kandungan bahan dalam produk yang tidak cocok dengan kulit kamu. Menggunakan tester tanpa mengecek daftar bahan secara teliti bisa menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, atau gatal-gatal hebat. Dalam beberapa kasus, reaksi alergi bisa merambat hingga menyebabkan dermatitis kontak.

Mengatasi alergi kulit setelah mencoba produk tester tentu sangat merepotkan. Kamu mungkin harus segera membilasnya, menggunakan krim pereda iritasi, atau bahkan berkonsultasi ke dokter kulit jika reaksinya cukup serius. Jadi, selalu pastikan untuk memeriksa kandungan produk sebelum memutuskan untuk menyapukannya ke kulit.

6. Kontaminasi jamur pada produk creamy

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 7.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Produk dengan tekstur creamy seperti foundation, concealer, atau cream blush yang dikemas dalam wadah terbuka (jar) adalah tempat favorit tumbuhnya jamur. Kelembapan dan suhu ruangan di dalam mal yang tidak selalu terjaga menciptakan lingkungan ideal bagi jamur untuk berkembang biak. Apalagi jika produk tersebut sering disentuh langsung dengan jari oleh calon pembeli.

Kontaminasi jamur pada wajah bisa menyebabkan masalah kulit yang sangat mengganggu, seperti panu, kurap, atau infeksi jamur kulit lainnya yang membutuhkan perawatan medis khusus. Tanda-tandanya mungkin tidak langsung terlihat, namun setelah beberapa waktu, area yang terpapar bisa mengalami perubahan warna atau tekstur kulit yang bersisik.

Selalu perhatikan kondisi fisik produk tester tersebut sebelum mendekatkan wajah kamu. Jika produk terlihat berubah warna, berbau tidak sedap, atau teksturnya sudah tidak rata, itu adalah tanda jelas bahwa produk tersebut sudah tidak layak pakai dan penuh dengan kuman atau jamur. Sebaiknya hindari dan pilih cara yang lebih aman untuk mencoba.

7. Risiko penularan penyakit kulit menular (impetigo)

Waspada Bahaya Tester Makeup di Mal, Bisa Picu Infeksi Kulit! 8.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Salah satu bahaya paling nyata dari penggunaan tester yang terkontaminasi adalah risiko penularan penyakit kulit menular seperti impetigo. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke kulit melalui luka kecil atau iritasi, dan sangat mudah berpindah lewat benda yang terkontaminasi bakteri Staphylococcus atau Streptococcus.

Jika orang sebelumnya yang menggunakan tester tersebut sedang mengalami infeksi kulit ringan di area wajah atau tangan, bakteri tersebut bisa berpindah ke produk dan kemudian menempel pada kulit kamu. Begitu bakteri ini masuk ke pori-pori atau luka kecil di wajah, ia akan mulai berkembang biak dan menyebabkan luka lepuh atau koreng yang terasa gatal dan nyeri.

Ini bukan sekadar jerawat biasa, karena impetigo memerlukan penanganan medis seperti salep antibiotik khusus untuk menyembuhkannya. Tentu kamu tidak ingin agenda santai ke mal berakhir dengan masalah kulit yang membutuhkan perawatan dokter, bukan? Selalu ingat bahwa produk tester adalah benda yang dipakai bersama, jadi risiko perpindahan kuman penyebab penyakit kulit menular ini selalu mengintai setiap kali kamu menggunakannya secara sembarangan.

Menjaga kesehatan kulit adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh kamu abaikan hanya demi mencoba produk baru di mal. Ingatlah bahwa kulit wajahmu adalah aset berharga yang harus dijaga dari kontaminasi bakteri dan risiko iritasi. Masih banyak cara lain untuk mencari tahu apakah sebuah produk cocok untukmu, seperti mencari review di internet atau mencoba menggunakan tester sekali pakai yang disediakan oleh SPG.

Nah, dari deretan bahaya di atas, apakah kamu pernah punya pengalaman kurang menyenangkan setelah mencoba tester makeup di mal?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More