Setelah membahas area tempat duduk, mari kita memandang ke depan, tepatnya ke area kaca spion tengah. Menggantungkan pernak-pernik di area ini seolah sudah menjadi kebiasaan tak terpisahkan bagi banyak pengemudi.
Mulai dari gantungan pengharum ruangan, kalung dreamcatcher, kacamata hitam, untaian tasbih, hingga kartu identitas untuk masuk kantor. Meskipun terlihat memberikan sentuhan personal yang unik pada interior, nyatanya ini termasuk dalam daftar aksesori mobil yang paling mengancam keselamatan.
Ada dua alasan utama mengapa kebiasaan sederhana ini sangat berisiko tinggi.
Pertama, barang-barang yang berayun-ayun di tengah kaca depan secara terus-menerus akan mengganggu tingkat fokus dan menghalangi jarak pandang (blind spot) pengemudi, terutama saat melihat posisi pejalan kaki atau pengendara motor di depan.
Kedua, ini berkaitan erat dengan hukum fisika dasar. Apabila kamu harus melakukan pengereman keras secara mendadak atau terjadi benturan dari depan, barang-barang tersebut akan terpelanting dengan tenaga ayunan yang cukup kuat.
Benda yang memiliki bobot atau tekstur keras berpotensi membuat kaca depan mobil retak dari dalam, atau lebih parahnya lagi, membentur wajah penumpang.