Jika detak jantung cepat disertai pusing, nyeri dada, sesak napas, atau terasa seperti “melompat”, ini bisa menjadi tanda gangguan irama jantung (arrhythmia).
Menurut Cleveland Clinic, kondisi seperti supraventricular tachycardia (SVT) atau atrial fibrillation (AFib) menyebabkan jantung berdetak sangat cepat meski tanpa pemicu jelas.
Beberapa kondisi kardiovaskular lain seperti penyakit jantung koroner atau gagal jantung juga dapat menyebabkan gejala serupa. Segera periksakan diri ke dokter atau IGD bila jantung berdebar disertai gejala berat.
Dokter biasanya akan melakukan EKG (elektrokardiogram), tes darah, dan evaluasi medis untuk menentukan penyebab pastinya. Segera temui tenaga medis jika detak jantung cepat sering terjadi atau disertai gejala:
Nyeri dada atau tekanan berat di dada
Sesak napas atau pusing ekstrem
Rasa seperti akan pingsan
Palpitasi lebih dari 10 menit tanpa sebab jelas
Penanganan dini bisa mencegah komplikasi serius seperti gangguan irama jantung kronis atau serangan jantung mendadak. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kamu lakukan:
Tidur cukup 7–8 jam setiap malam
Olahraga rutin dengan intensitas sedang
Batasi kafein, alkohol, dan rokok
Kelola stres dengan meditasi atau pernapasan dalam
Konsumsi makanan sehat yang kaya kalium, magnesium, dan zat besi
Detak jantung cepat walau sedang diam bisa disebabkan oleh hal ringan seperti stres, kafein, atau dehidrasi, tapi juga dapat menjadi tanda gangguan medis seperti anemia, hipertiroid, atau aritmia.
Menurut American Heart Association, memantau detak jantung istirahat secara rutin dapat membantu mengenali tanda awal masalah jantung.
Jika gejala ini sering muncul tanpa sebab yang jelas, jangan abaikan, segera periksakan ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah serius.
Demikianlah pembahasan mengenai 6 alasan detak jantung cepat walau sedang diam yang perlu kamu tahu. Semoga bermanfaat ya, Ma!