Pengobatan artritis eksudatif disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Tujuannya adalah mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menjaga fungsi sendi agar tetap optimal. Berikut cara mengobati artritis eksudatif.
Pemeriksaan dan analisis cairan sendi
Dokter dapat melakukan aspirasi cairan sendi untuk membantu memastikan penyebab peradangan. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar penentuan pengobatan selanjutnya.
Obat anti inflamasi
Obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) digunakan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan anjuran dokter.
Antibiotik atau obat khusus
Antibiotik diberikan bila penyebabnya adalah infeksi bakteri. Pada penyakit autoimun, dokter dapat meresepkan obat penekan sistem imun untuk mengendalikan peradangan.
Kortikosteroid
Kortikosteroid dapat membantu menekan peradangan dengan cepat. Menurut MSD Manuals, obat ini bisa diberikan dalam bentuk minum atau suntikan ke sendi.
Fisioterapi
Setelah peradangan mereda, fisioterapi membantu mengembalikan kekuatan dan kelenturan sendi. Latihan yang tepat juga dapat mencegah kekakuan berulang.
Kadang tubuh sudah memberi tanda, tapi kita memilih menunggu karena merasa “nanti juga hilang sendiri”. Sendi yang nyeri atau membengkak sering masuk kategori itu dianggap biasa, lalu dibiarkan, sampai akhirnya mulai mengganggu aktivitas.
Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi petunjuk adanya peradangan sendi seperti artritis eksudatif. Setelah mengetahui apa itu artritis eksudatif yang ternyata adalah peradangan pada sendi yang berbahaya, maka dari itu Mama dan Papa mesti mewaspadainya.
Tidak untuk membuat Mama atau Papa panik, tapi cukup jadi pengingat bahwa memperhatikan tubuh dan mencari tahu penyebabnya lebih awal sering kali jauh lebih membantu daripada menunggu keluhan bertambah berat.