Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Bulan Hantu dalam Budaya Cina? Kenali Tradisi dan Pantangannya

5 min read
Apa Itu Bulan Hantu dalam Budaya Cina? Kenali Tradisi dan Pantangannya
Pinterest/andamarine
  • Bulan Hantu adalah bulan ketujuh kalender lunar dalam kepercayaan rakyat Tiongkok, ketika gerbang dunia arwah diyakini terbuka dari hari pertama hingga hari ke-30.

  • Masyarakat menghormati leluhur dan arwah lewat persembahan, pembakaran uang kertas, lentera, serta Festival Zhongyuan pada hari ke-15 sebagai puncak ritual.

  • Sejumlah pantangan dipercaya berlaku, termasuk menghindari aktivitas malam bagi anak-anak dan lansia, bersiul malam hari, serta kegiatan berisiko seperti berenang di laut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap budaya memiliki cara tersendiri dalam menghormati leluhur dan mengenang orang-orang yang telah tiada.

Dalam budaya Cina, terdapat sebuah periode yang dikenal sebagai Bulan Hantu atau Ghost Month, yang dipercaya menjadi waktu ketika dunia manusia dan dunia arwah saling berdekatan.

Tradisi ini menjadi salah satu bagian dari kepercayaan masyarakat Cina yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melansir Your Chinese Astrology, Popmama.com telah merangkum informasi seputar Bulan Hantu yang menarik untuk diketahui.

  1. Apa Itu Bulan Hantu?

    Apa Itu Bulan Hantu?
    Pinterest/jayakafle2060

    Dalam kepercayaan rakyat Tiongkok, bulan ketujuh dalam kalender lunar dikenal sebagai Bulan Hantu (Ghost Month).

    Masyarakat meyakini bahwa pada hari pertama bulan tersebut, gerbang dunia arwah terbuka sehingga roh-roh dapat kembali ke dunia manusia hingga akhirnya tertutup pada hari ke-30.

    Selama periode ini, masyarakat Tiongkok melakukan berbagai tradisi penghormatan kepada leluhur dan arwah yang telah meninggal.

    Persembahan biasanya diberikan pada hari-hari tertentu, seperti tanggal 1, 2, 15, dan hari terakhir bulan ketujuh kalender lunar.

    Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia arwah.

    Bulan Hantu juga dipercaya memiliki sejumlah pantangan yang perlu dihindari.

    Beberapa di antaranya adalah tidak mengenakan pakaian bertuliskan nama sendiri, tidak menepuk bahu orang lain secara sembarangan, tidak bersiul pada malam hari, serta membatasi anak-anak dan lansia untuk bepergian setelah malam.

  2. Sejarah Bulan Hantu

    Sejarah Bulan Hantu
    Pinterest/womansday

    Pada zaman Tiongkok kuno, masyarakat banyak mempercayai keberadaan roh dan dewa. 

    Dalam kepercayaan rakyat, seseorang yang meninggal secara wajar dipercaya dapat melanjutkan kehidupan melalui reinkarnasi.

    Sementara itu, mereka yang meninggal secara tidak wajar atau dianggap memiliki kesalahan besar diyakini dapat menjadi roh yang berkeliaran di dunia manusia.

    Beberapa roh bahkan dipercaya dapat membawa gangguan hingga menyebabkan musibah bagi orang yang masih hidup.

    Kepercayaan tersebut kemudian melahirkan tradisi untuk memberikan penghormatan kepada para arwah.

    Masyarakat meyakini bahwa ritual persembahan dapat membantu roh-roh tersebut mendapatkan ketenangan sekaligus mencegah mereka mengganggu kehidupan manusia. 

    Karena itu, selama bulan ketujuh kalender lunar, masyarakat Tiongkok melakukan berbagai ritual seperti memberikan persembahan dan membakar uang kertas untuk para arwah.

    Tradisi ini juga berkembang menjadi kebiasaan lain, seperti memasang lentera dan menghormati para “saudara baik” (good brothers), sebutan untuk roh-roh yang dipercaya masih berada di dunia manusia.

    Puncak penghormatan tersebut berlangsung saat Festival Hantu Lapar atau Festival Zhongyuan yang jatuh pada hari ke-15 bulan ketujuh kalender lunar.

    Selain memberikan persembahan, masyarakat juga mengadakan pertunjukan seni dan jamuan makan sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

    Namun, seiring perkembangan zaman, beberapa tradisi mulai mengalami perubahan dan dilakukan dengan cara yang lebih sederhana.

    Dahulu, masyarakat Tiongkok juga menganggap bulan ketujuh sebagai periode yang penuh kekhawatiran karena dipercaya menjadi waktu munculnya berbagai bencana alam maupun kejadian buruk.

    Dari keyakinan tersebut, muncul berbagai pantangan selama Bulan Hantu.

    Meski beberapa di antaranya mulai ditinggalkan karena perkembangan zaman, masih ada tradisi yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat Tiongkok.

  3. Ritual selama Bulan Hantu

    Ritual selama Bulan Hantu
    Pinterest/herworldsingapore

    Gerbang Dunia Arwah Terbuka
    Pada hari pertama Bulan Hantu, masyarakat Tiongkok percaya bahwa gerbang dunia arwah mulai terbuka sehingga roh-roh dapat kembali ke dunia manusia.

    Di momen ini, keluarga biasanya mengadakan ritual persembahan sebagai bentuk penghormatan.

    Persembahan dapat berupa hidangan lengkap untuk ritual besar atau makanan sederhana seperti buah dan makanan manis.

    Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar para arwah tidak mengganggu kehidupan manusia.

    Ritual di Tempat Umum
    Jika di rumah ritual dilakukan pada hari pertama, tempat-tempat umum seperti toko dan kantor pemerintahan biasanya mengadakan persembahan pada hari kedua Bulan Hantu. 

    Pada zaman dahulu, ritual ini dilakukan untuk memohon keselamatan dan perlindungan agar terhindar dari kejadian buruk selama bulan tersebut.

    Festival Zhongyuan
    Puncak Bulan Hantu berlangsung pada tanggal 15 bulan ketujuh kalender lunar melalui Festival Zhongyuan atau yang dikenal juga sebagai Festival Hantu.

    Masyarakat percaya bahwa pada malam hari tersebut, roh-roh berkumpul dan energi spiritual berada pada puncaknya.

    Untuk menghormati para leluhur dan arwah, masyarakat melakukan berbagai ritual seperti membakar uang kertas dan memberikan persembahan.

    Sementara itu, tempat-tempat umum biasanya melakukan ritual serupa pada keesokan harinya.

    Gerbang Dunia Arwah Ditutup
    Pada hari terakhir bulan ketujuh kalender lunar, masyarakat percaya bahwa gerbang dunia arwah kembali tertutup dan roh-roh kembali ke alamnya.

    Sebelum periode tersebut berakhir, masyarakat biasanya melakukan persembahan terakhir sebagai doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan di hari-hari berikutnya.

  4. Pantangan selama Bulan Hantu

    Pantangan selama Bulan Hantu
    Pinterest/mi23cg0127

    Dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok, Bulan Hantu dianggap sebagai periode ketika roh-roh dipercaya berada dalam kondisi paling kuat.

    Karena itu, terdapat berbagai pantangan yang diyakini perlu diperhatikan, terutama untuk menghindari hal-hal buruk.

    Beberapa orang percaya bahwa anak-anak, lansia, serta mereka yang dianggap lebih rentan sebaiknya tidak bepergian keluar rumah saat malam hari karena berisiko diganggu oleh roh jahat.

    Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas berisiko, seperti berenang di laut atau bermain permainan yang berkaitan dengan dunia gaib, terutama saat malam Festival Hantu.

    Sebagian masyarakat juga membawa benda-benda yang dipercaya dapat memberikan perlindungan, seperti jimat, tasbih, garam kasar, beras ketan, simbol salib, atau batu magnet tertentu.

    Bagi sebagian orang, benda-benda tersebut memberikan rasa aman dan ketenangan selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Itu dia penjelasan mengenai Bulan Hantu dalam budaya Cina yang masih lekat dengan berbagai kepercayaan dan tradisi.

    Meski sebagian pantangannya sudah mulai ditinggalkan, perayaan dan ritualnya tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang menarik untuk dikenali.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More