Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Eksim Basah Jangan Abaikan Kulit yang Mengeluarkan Cairan (1).jpg
pharmaceutical-journal

Intinya sih...

  • Eksim basah adalah kondisi ketika ruam eksim di kulit mengeluarkan cairan, disebut "weeping eczema" atau eksim basah.

  • Penyebab utama eksim basah adalah infeksi kulit sekunder oleh bakteri, jamur, atau virus seperti Staphylococcus aureus, Candida, dan herpes simplex.

  • Eksim basah memiliki tanda khas seperti kulit melepuh, pengurasan cairan bening, sensasi terbakar baru, gatal parah, dan nanah berwarna putih atau kuning.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulit merah, sangat gatal, dan mengeluarkan cairan sering membuat Mama panik. Kondisi ini kerap disebut eksim basah, namun masih banyak yang belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada kulit.

Kondisi ini bisa muncul pada anak maupun orang dewasa dan sering kali terlihat lebih mengkhawatirkan dibanding eksim biasa. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan eksim basah muncul dan bagaimana cara mengenalinya sejak awal?

Berikut ini Popmama.com akan mengulas penjelasan lengkap seputar eksim basah yang perlu Mama ketahui. 

Apa Itu Eksim Basah?

Freepik

Melansir dari American Academy of Dermatology (AAD), eksim basah merupakan kondisi ketika ruam eksim di kulit mengeluarkan cairan. Cairan ini biasanya muncul dari bintik-bintik atau bercak eksim yang mengalami peradangan cukup parah.

Dokter kulit bersertifikasi, John Browning, MD, FAAD, FAAP, menjelaskan bahwa eksim basah terjadi saat kulit mengalami iritasi intens hingga akhirnya mengeluarkan cairan. Kondisi inilah yang kemudian disebut sebagai “weeping eczema” atau eksim basah. 

Meski terlihat berbeda, eksim basah tetap disertai dengan gejala khas eksim lainnya. Mama atau anak masih bisa merasakan gatal, pembengkakan, hingga peradangan pada area kulit yang terdampak, bersamaan dengan ruam yang tampak lembap atau berair.

Gejala Eksim Basah

medicalnewstoday

Menurut HealthCentral, salah satu penyebab utama eksim basah (weeping eczema) adalah infeksi kulit sekunder. Infeksi ini dapat terjadi ketika kulit yang sudah meradang akibat eksim menjadi terbuka atau rusak, misalnya karena sering digaruk atau lepuhan eksim yang pecah.

HealthCentral juga menjelaskan bahwa bakteri Staphylococcus aureus merupakan penyebab infeksi paling umum pada eksim basah, yang dapat memperparah peradangan hingga kulit mengeluarkan cairan bening, kekuningan, atau nanah.

Selain bakteri, eksim basah juga dapat dipicu oleh infeksi jamur atau virus. Jamur Candida dan virus herpes simplex bisa memperparah eksim, bahkan menyebabkan kondisi serius seperti eczema herpeticum yang membuat kulit semakin basah dan meradang.

Seperti Apa Tampilan Eksim Basah?

Healthline

Eksim basah memiliki tampilan yang cukup khas dan mudah dikenali. Berikut tanda-tanda yang paling umum adalah:

  • Kulit melepuh

  • Pengurasan cairan bening

  • Sensasi terbakar baru

  • Gatal parah

  • Nanah berwarna putih atau kuning

Jika Mama atau si Kecil mengalami satu atau beberapa tanda di atas, sebaiknya kondisi kulit tidak diabaikan.

Apakah Eksim Berair Menular?

Freepik

Banyak Mama bertanya-tanya apakah eksim basah bisa menular, terutama saat muncul pada anak. Perlu diketahui, eksim pada dasarnya tidak menular dan tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan.

Menurut National Eczema Association, jenis eksim yang paling umum, yaitu dermatitis atopik, terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan, bukan karena infeksi yang dapat menular.

Artinya, Mama tidak perlu khawatir tertular eksim dari orang lain. Eksim merupakan kondisi peradangan kulit, sehingga tidak bisa “ditularkan” melalui kontak fisik.

Meski begitu, infeksi sekunder yang menyertai eksim basah bisa menular. Bakteri atau virus dapat berkembang pada kulit yang terluka dan basah, sehingga penting menjaga kebersihan kulit, menghindari menggaruk, dan segera mencari perawatan medis bila muncul tanda infeksi.

Mengobati Eksim Berair

allergyasthmanetwork

Mengutip dari laman Health Central,  Dr. Mikkilineni mengatakan, perawatan eksim basah dimulai dengan membersihkan area kulit yang terdampak secara lembut menggunakan sabun ringan dan air hangat. Langkah ini penting untuk menjaga kebersihan kulit tanpa memperparah iritasi.

Ia juga menegaskan agar penderita eksim basah menghindari kebiasaan menggaruk. Kulit yang pecah dan meradang membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga garukan justru dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, penggunaan obat topikal yang biasa dipakai, baik obat bebas maupun resep dokter, tetap dapat dilanjutkan. Diskusikan pula dengan dokter mengenai penggunaan obat topikal antibakteri resep seperti mupirocin untuk membantu mencegah infeksi.

Nah, itulah penjelasan lengkap seputar eksim basah yang penting untuk Mama pahami.

Editorial Team