Kanker kulit melanoma sering kali berkembang diam-diam tanpa menimbulkan keluhan berarti di awal kemunculannya. Berikut, 6 gejala kanker kulit melanoma yang perlu diketahui:
1. Perubahan pada tahi lalat yang sudah ada
Perubahan pada tahi lalat merupakan tanda melanoma yang paling sering ditemukan. Tahi lalat bisa berubah ukuran, bentuk, warna, atau tepinya menjadi tidak beraturan.
Gejala ini umumnya muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan lengan, yaitu area tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Perubahan ini sering terjadi secara perlahan sehingga banyak orang tidak langsung menyadarinya.
Tahi lalat yang sebelumnya tampak normal bisa menjadi asimetris atau warnanya tidak lagi merata. Karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit, kondisi ini kerap diabaikan.
Padahal, perubahan tersebut terjadi akibat sel melanoma yang aktif membelah di dalam jaringan kulit. Jika tidak terdeteksi sejak dini, sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitar dan meningkatkan risiko metastasis.
2. Muncul lesi kulit baru
Melanoma juga dapat muncul sebagai lesi kulit baru yang berbeda dari kulit di sekitarnya. Lesi ini sering muncul di punggung, kaki, lengan, wajah, atau kulit kepala, dengan warna hitam, cokelat, kemerahan, atau keabu-abuan. Bentuknya biasanya tidak simetris dan mudah berubah.
Lesi baru pada melanoma cenderung tumbuh lebih cepat dibanding tahi lalat biasa. Dalam beberapa kasus, perubahan ukuran dan warna dapat terlihat hanya dalam beberapa minggu. Kondisi ini menjadi tanda bahwa sel melanoma sudah aktif sejak awal kemunculannya.
Mama perlu waspada jika menemukan lesi baru yang tidak sembuh atau terus berubah. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lain.
3. Gatal, nyeri, atau perih
Rasa gatal, nyeri, atau perih dapat muncul ketika melanoma memengaruhi saraf di sekitar kulit. Gejala ini sering dirasakan di sekitar tahi lalat atau lesi, terutama di wajah, punggung, dan kaki. Banyak orang mengira keluhan ini hanyalah iritasi ringan.
Sensasi tidak nyaman ini terjadi akibat peradangan lokal yang dipicu oleh aktivitas sel kanker. Karena dianggap sepele, pemeriksaan medis sering kali tertunda. Padahal, keluhan yang menetap bisa menjadi tanda serius.
Jika rasa gatal atau nyeri berlangsung lama dan disertai perubahan visual pada kulit, sebaiknya segera diperiksakan. Penanganan sejak dini membantu mencegah melanoma berkembang lebih lanjut.
4. Pendarahan atau luka yang sulit sembuh
Melanoma dapat menyebabkan luka yang mudah berdarah atau tidak kunjung sembuh. Gejala ini sering muncul di leher, bahu, punggung, kaki, atau area yang sering bergesekan dengan pakaian. Luka bisa tampak kecil tetapi berdarah berulang kali.
Jaringan melanoma cenderung rapuh sehingga mudah mengalami kerusakan. Luka dapat mengering, lalu berdarah kembali tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini berbeda dengan luka biasa yang umumnya cepat sembuh.
Pendarahan berulang menandakan adanya gangguan serius pada struktur kulit. Jika dibiarkan, melanoma dapat terus berkembang dan menyebar ke jaringan lain.
5. Perubahan tekstur kulit
Kulit di area melanoma dapat terasa lebih keras, menebal, bersisik, atau tampak berkerut. Gejala ini sering muncul di punggung, dada, wajah, atau kulit kepala. Karena tidak selalu nyeri, perubahan ini kerap luput dari perhatian.
Perubahan tekstur terjadi akibat gangguan jaringan kolagen dan dermis oleh sel kanker. Awalnya tampak ringan, tetapi bisa semakin jelas seiring waktu. Banyak orang baru menyadarinya ketika kondisinya sudah berkembang.
6. Perubahan warna yang tidak biasa
Lesi melanoma sering memiliki warna yang tidak seragam. Warna dapat berupa kombinasi cokelat, hitam, biru, merah muda, hingga putih. Gejala ini sering terlihat di tahi lalat atau lesi pada wajah, lengan, dan kaki.
Warna tidak merata muncul akibat distribusi melanin yang terganggu. Mutasi sel melanosit menyebabkan pigmen berkumpul secara tidak merata. Ini merupakan salah satu tanda peringatan penting melanoma.