Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Kanker Kulit Melanoma? Ini Gejala dan Penyebabnya
Freepik/Freepik

  • Kanker kulit melanoma adalah kanker yang berasal dari sel melanosit dan sangat agresif

  • Gejala kanker kulit melanoma termasuk perubahan pada tahi lalat, munculnya lesi baru, gatal, nyeri, pendarahan atau luka sulit sembuh, dan perubahan tekstur kulit

  • Penyebab kanker kulit melanoma antara lain paparan sinar UV, banyaknya tahi lalat atipikal, faktor genetik dan riwayat keluarga, serta kulit cerah dan sistem imun yang lemah

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker kulit melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat dan berisiko menyebar ke organ tubuh lain.

Meski jumlah kasusnya lebih sedikit dibanding kanker kulit non melanoma, melanoma justru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker kulit. Kondisi ini sering kali terjadi karena melanoma tidak terdeteksi sejak awal dan kerap disalahartikan sebagai masalah kulit biasa.

Banyak orang mengabaikan perubahan kecil pada kulit, seperti tahi lalat yang tampak sedikit berbeda atau bercak baru yang muncul tanpa rasa sakit. Padahal, perubahan tersebut bisa menjadi sinyal penting dari tubuh.

Menurut para ahli, peluang kesembuhan melanoma sangat tinggi jika ditemukan pada tahap awal sebelum menyebar ke jaringan yang lebih dalam.

Oleh karena itu, Popmama.com akan membahas tentang apa itu kanker kulit melanoma, bagaimana gejalanya, serta faktor penyebabnya. Simak pembahasannya dibawah ini.

Apa Itu Kanker Kulit Melanoma?

Freepik/Freepik

Kanker kulit melanoma adalah kanker yang berasal dari sel melanosit, yaitu sel yang memproduksi pigmen melanin. Melanin berfungsi memberi warna pada kulit sekaligus melindungi kulit dari dampak buruk sinar ultraviolet (UV).

Menurut American Cancer Society, pada melanoma, sel melanosit dapat berkembang secara tidak terkendali sehingga membentuk tumor yang agresif dan berpotensi menyebar ke jaringan lain jika tidak ditangani lebih cepat.

Ketika sel melanosit mengalami mutasi, pertumbuhannya dapat berkembang menjadi melanoma. Secara medis, melanoma tergolong sangat agresif karena mampu menembus lapisan kulit lebih dalam dibanding jenis kanker kulit lainnya.

Bahkan lesi kecil yang tampak tidak mencurigakan bisa mengandung sel kanker yang aktif. Sel-sel ini dapat masuk ke pembuluh darah maupun sistem limfatik dan menyebar ke organ lain.

Melanoma biasanya dimulai di lapisan atas kulit (epidermis) dan sering terlihat sebagai perubahan pada tahi lalat yang sudah ada atau muncul sebagai bercak pigmen baru dengan bentuk, ukuran, atau warna yang tidak biasa.

Kemampuan melanoma untuk menyebar dengan cepat membuat deteksi dini menjadi faktor penentu utama kesembuhan. Jika ditemukan sejak awal, pengobatan biasanya lebih sederhana dan peluang sembuh jauh lebih besar.

Kanker kulit melanoma pada dasarnya bisa muncul di mana saja pada kulit, karena berasal dari sel melanosit yang tersebar di seluruh permukaan kulit. Namun, lokasi yang paling sering terkena melanoma biasanya berbeda antara pria dan wanita:

Pada Mama, melanoma paling sering muncul di punggung bagian bawah, kaki, dan lengan. Sedangkan pada Papa, melanoma biasanya muncul di punggung bagian atas, wajah, dan leher.

6 Gejala Kanker Kulit Melanoma

Freepik/Freepik

Kanker kulit melanoma sering kali berkembang diam-diam tanpa menimbulkan keluhan berarti di awal kemunculannya. Berikut, 6 gejala kanker kulit melanoma yang perlu diketahui:

1. Perubahan pada tahi lalat yang sudah ada

Perubahan pada tahi lalat merupakan tanda melanoma yang paling sering ditemukan. Tahi lalat bisa berubah ukuran, bentuk, warna, atau tepinya menjadi tidak beraturan.

Gejala ini umumnya muncul di wajah, leher, dada, punggung, dan lengan, yaitu area tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Perubahan ini sering terjadi secara perlahan sehingga banyak orang tidak langsung menyadarinya.

Tahi lalat yang sebelumnya tampak normal bisa menjadi asimetris atau warnanya tidak lagi merata. Karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit, kondisi ini kerap diabaikan.

Padahal, perubahan tersebut terjadi akibat sel melanoma yang aktif membelah di dalam jaringan kulit. Jika tidak terdeteksi sejak dini, sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitar dan meningkatkan risiko metastasis.

2. Muncul lesi kulit baru

Melanoma juga dapat muncul sebagai lesi kulit baru yang berbeda dari kulit di sekitarnya. Lesi ini sering muncul di punggung, kaki, lengan, wajah, atau kulit kepala, dengan warna hitam, cokelat, kemerahan, atau keabu-abuan. Bentuknya biasanya tidak simetris dan mudah berubah.

Lesi baru pada melanoma cenderung tumbuh lebih cepat dibanding tahi lalat biasa. Dalam beberapa kasus, perubahan ukuran dan warna dapat terlihat hanya dalam beberapa minggu. Kondisi ini menjadi tanda bahwa sel melanoma sudah aktif sejak awal kemunculannya.

Mama perlu waspada jika menemukan lesi baru yang tidak sembuh atau terus berubah. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lain.

3. Gatal, nyeri, atau perih

Rasa gatal, nyeri, atau perih dapat muncul ketika melanoma memengaruhi saraf di sekitar kulit. Gejala ini sering dirasakan di sekitar tahi lalat atau lesi, terutama di wajah, punggung, dan kaki. Banyak orang mengira keluhan ini hanyalah iritasi ringan.

Sensasi tidak nyaman ini terjadi akibat peradangan lokal yang dipicu oleh aktivitas sel kanker. Karena dianggap sepele, pemeriksaan medis sering kali tertunda. Padahal, keluhan yang menetap bisa menjadi tanda serius.

Jika rasa gatal atau nyeri berlangsung lama dan disertai perubahan visual pada kulit, sebaiknya segera diperiksakan. Penanganan sejak dini membantu mencegah melanoma berkembang lebih lanjut.

4. Pendarahan atau luka yang sulit sembuh

Melanoma dapat menyebabkan luka yang mudah berdarah atau tidak kunjung sembuh. Gejala ini sering muncul di leher, bahu, punggung, kaki, atau area yang sering bergesekan dengan pakaian. Luka bisa tampak kecil tetapi berdarah berulang kali.

Jaringan melanoma cenderung rapuh sehingga mudah mengalami kerusakan. Luka dapat mengering, lalu berdarah kembali tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini berbeda dengan luka biasa yang umumnya cepat sembuh.

Pendarahan berulang menandakan adanya gangguan serius pada struktur kulit. Jika dibiarkan, melanoma dapat terus berkembang dan menyebar ke jaringan lain.

5. Perubahan tekstur kulit

Kulit di area melanoma dapat terasa lebih keras, menebal, bersisik, atau tampak berkerut. Gejala ini sering muncul di punggung, dada, wajah, atau kulit kepala. Karena tidak selalu nyeri, perubahan ini kerap luput dari perhatian.

Perubahan tekstur terjadi akibat gangguan jaringan kolagen dan dermis oleh sel kanker. Awalnya tampak ringan, tetapi bisa semakin jelas seiring waktu. Banyak orang baru menyadarinya ketika kondisinya sudah berkembang.

6. Perubahan warna yang tidak biasa

Lesi melanoma sering memiliki warna yang tidak seragam. Warna dapat berupa kombinasi cokelat, hitam, biru, merah muda, hingga putih. Gejala ini sering terlihat di tahi lalat atau lesi pada wajah, lengan, dan kaki.

Warna tidak merata muncul akibat distribusi melanin yang terganggu. Mutasi sel melanosit menyebabkan pigmen berkumpul secara tidak merata. Ini merupakan salah satu tanda peringatan penting melanoma.

4 Penyebab Kanker Kulit Melanoma

Freepik/Freepik

Kanker kulit melanoma bisa terjadi akibat berbagai faktor yang sering kali tidak disadari dalam aktivitas sehari-hari. Berikut 4 penyebab kanker kulit melanoma yang perlu Mama ketahui agar lebih waspada terhadap risikonya.

1. Paparan sinar ultraviolet (UV)

Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan penyebab utama kanker kulit melanoma. Sinar UV berasal dari matahari maupun alat tanning buatan dan paling sering mengenai wajah, leher, lengan, dan kaki. Paparan berulang, terutama yang menyebabkan kulit terbakar, dapat merusak sel kulit secara perlahan.

Kerusakan ini terjadi pada DNA sel melanosit. Ketika DNA rusak dan tidak diperbaiki dengan sempurna, sel dapat mengalami mutasi. Mutasi inilah yang memicu pertumbuhan sel tidak terkendali hingga berkembang menjadi melanoma.

Risiko melanoma meningkat jika paparan sinar UV terjadi sejak usia muda dan berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, melindungi kulit dari sinar matahari menjadi langkah pencegahan yang sangat penting.

2. Memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat atipikal

Orang yang memiliki banyak tahi lalat memiliki risiko lebih tinggi terkena melanoma. Risiko ini meningkat jika tahi lalat berbentuk tidak beraturan atau warnanya tidak merata. Kondisi ini sering ditemukan di area seperti punggung, dada, dan wajah.

Tahi lalat atipikal lebih rentan mengalami mutasi genetik. Sel di dalamnya lebih mudah berubah, terutama jika sering terpapar sinar matahari. Perubahan ini dapat terjadi perlahan dan sulit dikenali tanpa pemeriksaan rutin.

Pemantauan kulit secara berkala sangat dianjurkan bagi Mama yang memiliki banyak tahi lalat. Langkah ini membantu mendeteksi melanoma sejak dini sebelum berkembang lebih agresif.

3. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Riwayat keluarga dengan melanoma meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa. Mutasi gen tertentu dapat diwariskan dan membuat sel melanosit lebih rentan terhadap kerusakan. Faktor ini tidak bisa dihindari, tetapi bisa diwaspadai.

Ketika faktor genetik bertemu dengan paparan lingkungan seperti sinar UV, risiko melanoma meningkat secara signifikan. Inilah sebabnya melanoma dapat muncul pada usia yang lebih muda pada sebagian orang.

Mengetahui riwayat kesehatan keluarga membantu Mama lebih waspada terhadap perubahan kulit dan mendorong pemeriksaan rutin sejak dini.

4. Kulit cerah dan sistem imun yang lemah

Kulit cerah memiliki kadar melanin lebih rendah sehingga perlindungan alami terhadap sinar UV juga lebih sedikit. Akibatnya, kulit lebih mudah mengalami kerusakan akibat paparan matahari. Area yang sering terdampak adalah wajah dan lengan.

Selain itu, sistem imun yang lemah membuat tubuh kurang mampu mengenali dan menghancurkan sel abnormal. Sel yang seharusnya dihentikan pertumbuhannya justru dapat berkembang tanpa kontrol.

Kombinasi kulit cerah dan daya tahan tubuh yang menurun meningkatkan risiko melanoma secara signifikan. Perlindungan kulit dan menjaga kesehatan imun menjadi langkah penting pencegahan.

Kanker kulit melanoma sering berkembang tanpa gejala yang mencolok pada tahap awal. Inilah yang membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisinya sudah lebih serius. Padahal, perubahan kecil pada kulit bisa menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Nah, sekarang Mama dan Papa sudah mengetahui nih apa itu kanker melanoma, beserta dengan gejala dan penyebabnya yang wajib diketahui. Dengan lebih peka terhadap perubahan tahi lalat, lesi baru, serta keluhan pada kulit, Mama dapat mengambil langkah lebih cepat.

Pemeriksaan rutin dan deteksi dini memberi peluang pengobatan yang jauh lebih baik serta membantu melindungi diri dan keluarga dari risiko melanoma. Semoga bermanfaat ya, Ma, Pa.

Editorial Team