Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Phantom Traffic? Fenomena Kemacetan yang Misterius
Pexels/Pixabay
  • Phantom traffic adalah kemacetan tanpa hambatan fisik yang muncul akibat perilaku mengemudi manusia, terutama saat arus lalu lintas padat dan tidak stabil.
  • Fenomena ini terjadi karena efek riak dari satu mobil yang mengerem mendadak, menciptakan reaksi berantai hingga menyebabkan antrean panjang di belakangnya.
  • Hasil penelitian menunjukkan menjaga jarak aman dan berkendara tenang seperti 'kura-kura' dapat mencegah phantom traffic serta menjaga kelancaran arus kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Phantom traffic adalah kemacetan yang muncul tanpa adanya hambatan fisik di jalan, seperti kecelakaan atau proyek perbaikan, dan disebabkan oleh perilaku mengemudi manusia.
  • Who?
    Fenomena ini melibatkan para pengemudi di jalan raya serta telah diteliti oleh ilmuwan dari berbagai lembaga, termasuk Monash University dan Vias Institute.
  • Where?
    Kondisi ini dapat terjadi di berbagai ruas jalan raya yang padat kendaraan, tanpa lokasi spesifik tertentu disebutkan dalam laporan.
  • When?
    Fenomena ini bisa muncul kapan saja saat arus lalu lintas padat; waktu kejadian spesifik per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Kemacetan terjadi karena reaksi berantai akibat satu kendaraan mengerem mendadak, diperparah oleh jarak antar mobil yang terlalu rapat dan gaya berkendara agresif.
  • How?
    Saat satu mobil melambat tiba-tiba, pengemudi di belakang ikut mengerem sehingga menimbulkan gelombang perlambatan ke belakang hingga membentuk antrean panjang tanpa penyebab fisik terlihat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada macet aneh namanya kemacetan hantu. Di jalan tidak ada mobil rusak atau kecelakaan, tapi mobil-mobil tiba-tiba berhenti lama. Katanya itu karena satu mobil ngerem mendadak, terus mobil di belakang ikut ngerem juga. Jadi makin banyak yang pelan sampai macet panjang. Kalau semua jaga jarak dan nyetir pelan, jalan bisa lancar lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan sisi menarik dari fenomena kemacetan dengan menunjukkan bahwa penyebabnya bukan misteri, melainkan perilaku manusia yang dapat dipahami dan dikendalikan. Melalui penelitian dan simulasi ilmiah, pembaca diajak melihat bagaimana kebiasaan sederhana seperti menjaga jarak dan berkendara tenang ternyata memiliki dampak nyata dalam menjaga kelancaran lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Macet karena ada penyempitan jalur atau kecelakaan lalu lintas sudah biasa. Tapi pernahkah kamu terjebak kemacetan yang setelah dilewati masih tidak tahu penyebab pastinya? 

Itu bukan cuma firasat semata. Fenomena tersebut ternyata punya nama, yaitu phantom traffic atau kemacetan hantu.  

Meski terdengar misterius, fenomena ini punya penyebab logis yang bahkan sudah dipelajari para ilmuwan sejak lama. Kalau kamu penasaran, coba deh simak penjelasan mengenai apa itu phantom traffic yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Pengertian Phantom Traffic

Pexels/Mikechie Esparagoza

Sederhananya, phantom traffic adalah kemacetan yang muncul tanpa adanya hambatan fisik di jalan. Tidak ada kecelakaan, kendaraan mogok, atau proyek perbaikan jalan, tapi antrean kendaraan bisa terbentuk dengan sendirinya.

Publikasi ScienceDirect menjelaskan bahwa phantom traffic terjadi murni akibat perilaku mengemudi manusia, tanpa adanya faktor eksternal atau hambatan fisik yang jelas di jalan raya.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika jalan sedang cukup padat, tapi kendaraan masih terus bergerak. Dalam situasi seperti itu, gangguan sekecil apapun bisa memicu ketidakstabilan arus lalu lintas

Situasi ini berujung pada perlambatan kecil dari satu mobil bisa berubah menjadi antrean panjang yang menjalar ke belakang, sehingga seolah-olah ada penghalang tidak terlihat di depan jalan.

Berawal dari Satu Mobil yang Mengerem Mendadak

Pexels/Ketut Subiyanto

Kalau diibaratkan, terbentuknya phantom traffic mirip seperti efek domino. Semuanya bisa dimulai hanya karena satu pengemudi mengerem sedikit lebih keras dari biasanya.

Dilansir dari dari Monash University, phantom traffic dipicu oleh efek riak atau gelombang kejut (shockwave) yang bergerak mundur berlawanan dengan arah laju kendaraan.

Saat satu mobil mengurangi kecepatan secara mendadak, pengemudi di belakangnya otomatis akan mengerem agar tidak terlalu dekat. Pengemudi berikutnya melakukan hal yang sama, bahkan sering kali mengerem lebih kuat. 

Reaksi berantai inilah yang terus menyebar hingga beberapa kilometer ke belakang. Akibatnya, pengendara yang berada jauh dari sumber awal perlambatan bisa saja berhenti total tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di depan.

Jarak Antar Mobil Ternyata Sangat Berpengaruh

Pexels/Life Of Pix

Para ahli penelitian publikasi ResearchGate melakukan simulasi melalui pemodelan perilaku berkendara menggunakan simulasi perangkat lunak MATLAB untuk memahami lebih dalam terkait fenomena ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan berkendara yang terlalu rapat membuat arus lalu lintas menjadi lebih mudah terganggu. Dari simulasi tersebut diketahui bahwa kestabilan lalu lintas sangat bergantung pada kemampuan pengemudi menjaga jarak aman. 

Ketika kendaraan terlalu berdekatan, perlambatan kecil saja sudah cukup untuk memicu gangguan yang lebih besar. Sebaliknya, jarak yang cukup memberi ruang bagi pengemudi untuk menyesuaikan kecepatan, jadi kemacetan tidak mudah terbentuk.

Makanya, menjaga jarak berkendara bukan hanya soal keselamatan, tapi juga membantu menjaga kelancaran arus kendaraan secara keseluruhan.

Gaya Berkendara Menentukan Arus Lalu Lintas

Pexels/Ron Lach

Menariknya, lembaga keselamatan transportasi, Vias Institute menggunakan kisah kura-kura dan kelinci untuk menggambarkan gaya berkendara yang berbeda di jalan raya.

Mereka memaparkan bahwa pengemudi dengan tipe "kelinci" yang agresif, suka memacu kecepatan tinggi, serta sering berpindah jalur secara mendadak merupakan pemicu utama lahirnya phantom traffic.

Berbeda dengan tipe tersebut, pengemudi "kura-kura" yang berkendara dengan kecepatan konstan, tenang, dan sengaja menyisakan ruang jarak yang lebar di depannya bertindak sebagai peredam gelombang kejut yang sangat efektif untuk meredakan kepadatan jalan.

Artinya, berkendara dengan tenang dan tidak terlalu agresif justru bisa membantu menjaga lalu lintas tetap lancar.

Kebiasaan sederhana ini ternyata punya peran besar dalam mencegah munculnya phantom traffic yang sering membuat banyak orang kesal di jalan.

Itu tadi jawaban lengkap seputar apa itu phantom traffic. Kalau kamu tipe pengemudi kelinci atau kura-kura nih? 

Curated For You

Editorial Team

Related Article