Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Radang Tenggorokan? Ini Gejalanya
pexels.com/Picas Joe
  • Radang tenggorokan adalah peradangan pada area tenggorokan yang menyebabkan rasa nyeri, kering, dan gatal, umumnya muncul akibat infeksi virus, bakteri, atau iritasi lingkungan.

  • Penyebabnya beragam mulai dari infeksi virus seperti influenza hingga faktor noninfeksi seperti alergi, udara kering, asap rokok, polusi, serta penyakit asam lambung (GERD).

  • Kasus ini bisa sembuh dengan perawatan mandiri seperti istirahat cukup, minum air putih, berkumur air garam hangat, dan hindari polusi; namun gejala berat perlu pemeriksaan dokter.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Rindy Yunita Pratamisiwi, Sp.THTBKL

Radang tenggorokan adalah kondisi ketika tenggorokan terasa sakit, kering, atau tidak nyaman, terutama saat menelan.

Meski sering dianggap penyakit biasa, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi virus hingga iritasi akibat lingkungan.

Supaya tidak salah penanganan, penting untuk memahami penyakit tersebut. Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang apa itu radang tenggorokan? Simak di bawah!

1. Apa itu radang tenggorokan?

freepik.com/cookie_studio

Radang tenggorokan adalah kondisi ketika area tenggorokan mengalami iritasi atau peradangan, bikin aktivitas sehari-hari jadi nggak nyaman. Penyebabnya beragam, mulai dari flu, infeksi virus atau bakteri, kebiasaan merokok, hingga paparan polusi udara.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan tenggorokan terasa kering, gatal, dan nyeri. Beberapa orang juga mengalami batuk, suara serak, hingga rasa sakit saat menelan. Pada kasus tertentu, amandel bisa terlihat kemerahan atau membengkak.

Penularannya pun cukup mudah, terutama jika disebabkan oleh virus atau bakteri. Kuman bisa menyebar lewat percikan air liur saat seseorang batuk atau bersin, lalu terhirup oleh orang lain. Gejala biasanya mulai terasa dalam waktu 2–5 hari setelah terpapar.

Kabar baiknya, sebagian besar radang tenggorokan bisa membaik dengan perawatan di rumah. Istirahat cukup, menghindari udara kotor, dan mengonsumsi pelega tenggorokan bisa membantu meredakan gejala.

Namun, jika keluhan terasa berat, seperti nyeri hebat, sulit menelan, sesak napas, atau demam tinggi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Penyebab radang tenggorokan

pexels.com/Ron Lach

Radang tenggorokan bisa muncul karena banyak faktor, baik dari infeksi maupun kondisi noninfeksi. Supaya lebih mudah dipahami, ini dia penyebab-penyebab utamanya:

Infeksi virus

Penyebab paling umum radang tenggorokan. Termasuk virus flu (influenza), Epstein-Barr, varicella zoster, hingga COVID-19 (SARS-CoV-2), serta rhinovirus, adenovirus, coxsackie, dan paramyxovirus.

Infeksi bakteri

Dipicu oleh bakteri seperti Streptococcus (paling sering), Staphylococcus, Chlamydia pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, Neisseria gonorrhoeae, dan Klebsiella pneumoniae.

Infeksi jamur

Lebih jarang terjadi, biasanya disebabkan jamur Candida dan menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti akibat malnutrisi, HIV/AIDS, atau efek kemoterapi.

Faktor noninfeksi

Nggak selalu karena kuman, radang tenggorokan juga bisa dipicu oleh kebiasaan atau kondisi tertentu, seperti:

  • Alergi (debu, makanan, bulu hewan, atau serbuk sari)

  • Udara kering, misalnya terlalu lama di ruangan ber-AC

  • Iritasi akibat makanan pedas, alkohol, asap rokok, atau polusi

  • Tegang otot tenggorokan karena terlalu sering bicara, berteriak, atau tanpa jeda

  • Penyakit asam lambung (GERD)

  • Kondisi serius seperti tumor atau kanker tenggorokan

3. Tanda-tanda radang tenggorokan

trustcarehealth.com

Radang tenggorokan biasanya ditandai dengan rasa kering, gatal, atau nyeri di tenggorokan, terutama saat menelan. Gejala lain yang sering muncul adalah batuk, suara serak, serta rasa tidak nyaman saat makan atau minum.


Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa disertai demam ringan, badan lemas, dan amandel yang tampak kemerahan atau membengkak. Jika gejala terasa makin parah atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera ditangani agar tidak berkembang lebih serius.

4. Pengobatan radang tenggorokan

pexels.com/Gustavo Fring

Penanganan radang tenggorokan sebenarnya tergantung dari penyebabnya. Kalau disebabkan oleh virus, biasanya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 5–7 hari.

Meski begitu, ada beberapa cara simpel yang bisa bantu mempercepat pemulihan dan meredakan gejala:

Perawatan mandiri di rumah

  • Perbanyak minum air putih (sekitar 2 liter per hari) supaya tenggorokan tetap lembap

  • Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi rasa nyeri

  • Konsumsi makanan atau minuman hangat, seperti sup dan air hangat

  • Hindari rokok, asap, debu, dan polusi yang bisa memperparah iritasi

Obat yang bisa dibeli di apotek

Untuk meredakan gejala, kamu juga bisa pakai obat bebas, seperti:

  • Antiseptik tenggorokan (obat kumur atau lozenges) untuk membantu membunuh kuman

  • Pereda nyeri, seperti semprotan tenggorokan atau obat antiinflamasi (misalnya ibuprofen)

Jika perlu penanganan dokter

Kalau gejala tidak kunjung membaik atau justru terasa semakin berat, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Penanganan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Misalnya, dokter bisa meresepkan antibiotik jika radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri, memberikan obat batuk sesuai jenisnya (berdahak atau kering), atau merekomendasikan antasida bila keluhan dipicu oleh asam lambung (GERD).

Itu dia informasi tentang apa itu radang tenggorokan. Sebagian besar radang tenggorokan bisa ditangani dengan mudah. Namun kalau gejalanya tidak kunjung reda, jangan ragu untuk cek ke dokter agar dapat penanganan yang lebih tepat.

Referensi:

“Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment”. Healthline, Diakses April 2026.

“Strep Throat”. WebMD, Diakses April 2026.

“Is It Just A Sore Throat? STI Symptoms You Should Not Ignore”. Verywell Health, Diakses April 2026.

“What is Pharyngitis?”. Verywell Health, Diakses April 2026.

FAQ Tentang Radang Tenggorokan

1. Apakah radang tenggorokan bisa sembuh tanpa obat?

Bisa, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus ringan. Tubuh biasanya mampu melawan virus sendiri dengan dukungan istirahat, hidrasi yang cukup, dan pola makan sehat.

2. Bolehkah minum es saat radang tenggorokan?

Selama tidak memperparah gejala. Pada beberapa orang, minuman dingin justru membantu meredakan nyeri, tapi pada yang sensitif bisa membuat tenggorokan makin tidak nyaman.

3. Apakah radang tenggorokan selalu menular?

Jika disebabkan oleh alergi, polusi, atau asam lambung, kondisi ini tidak menular. Penularan hanya terjadi jika penyebabnya infeksi virus atau bakteri.

Editorial Team