Meski tidak ada obat yang bisa menyembuhkan secara instan, berbagai lembaga kesehatan memberikan beberapa langkah penanganan yang dapat membantu mengontrol gejala dan mempercepat perbaikan.
Mengonsumsi antihistamin
Menurut AAAAI, antihistamin generasi kedua seperti cetirizine, loratadine, dan fexofenadine adalah lini utama pengobatan.
Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan histamin sehingga gejala bentol dan gatal dapat dicegah atau diminimalkan. Antihistamin biasanya diminum rutin setiap hari atau sesuai kebutuhan, tergantung kondisi pasien.
Menghindari paparan dingin ekstrem
Pembatasan ini penting terutama bagi pasien yang masih dalam tahap awal penanganan. DermNet NZ menyarankan untuk menghindari aktivitas yang berisiko memperparah reaksi alergi, misalnya:
Berenang di laut atau kolam air dingin
Menyentuh es atau benda bersuhu rendah tanpa pelindung
Menghabiskan waktu lama di ruangan ber-AC rendah
Mandi menggunakan air terlalu dingin
Menjaga tubuh tetap hangan
Menjaga tubuh tetap hangat bukan berarti membiarkan tubuh dalam kondisi yang gerah atau panas ya. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa menjaga suhu tubuh tetap stabil dapat mengurangi reaksi berlebihan pada kulit.
Penggunaan jaket, syal, kaus kaki tebal, dan pakaian berlapis sangat dianjurkan terutama pada cuaca malam atau saat berada di lingkungan ber-AC.
Menjaga daya tahan tubuh
Dilansir dari NIH menunjukkan bahwa sistem imun yang tidak stabil dapat memperburuk reaksi alergi. Faktor seperti kurang tidur, stres tinggi, atau pola makan tidak seimbang dapat membuat gejala muncul lebih sering.
Karena itu, menjaga pola hidup sehat turut berperan dalam mengurangi sensitivitas terhadap dingin.
Terapi desensitisasi bertahap
Beberapa studi di Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa pemaparan dingin bertahap dengan pengawasan dokter bisa membantu meningkatkan toleransi kulit.
Teknik ini dilakukan secara hati-hati dan bertahap, sehingga tubuh perlahan mampu menerima suhu rendah tanpa memicu reaksi berlebihan. Namun terapi ini hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis alergi.
Biduran karena dingin termasuk kondisi yang dapat membaik dan bahkan sembuh, terutama bila ditangani dengan tepat dan dihindarkan dari pemicu ekstrem.
Studi medis menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami perbaikan dalam 1–5 tahun, dan sebagian lagi mencapai remisi total.
Langkah seperti konsumsi antihistamin, menghindari paparan dingin ekstrem, menjaga daya tahan tubuh, hingga terapi desensitisasi terbukti membantu mengendalikan gejala.
Sekarang Mama sudah mengetahui apakah biduran karena dingin bisa sembuh atau tidak, jawabannya adalah bisa namun membutuhkan proses ya, Ma. Mulai sekarang harus lebih peduli dan perhatian terhadap tubuh kita ya!