Saat perut mulai melilit dan membuatmu harus bolak-balik ke toilet karena diare, tubuh rasanya lemas tak karuan.
Apakah Diare Boleh Minum Susu? Ini Fakta dan Pantangan Makanannya

- Saat diare, konsumsi susu sapi sebaiknya dihindari karena usus yang meradang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik, sehingga memperparah gejala seperti kembung dan buang air besar berlebih.
- Makanan berlemak, pedas, pemanis buatan, serta sayuran penghasil gas perlu dihindari agar kondisi pencernaan tidak semakin terganggu selama masa pemulihan dari diare.
- Diet BRAT—pisang, nasi putih, saus apel, dan roti panggang—disarankan untuk membantu memulihkan energi tubuh, sementara kebersihan tangan dan makanan penting untuk mencegah diare kembali.
Di saat seperti ini, keinginan untuk mengonsumsi minuman hangat dan bernutrisi seperti susu sering kali muncul sebagai upaya instan untuk mengembalikan energi yang hilang akibat dehidrasi.
Namun, pertanyaan yang paling sering terlintas di pikiran banyak orang adalah apakah diare boleh minum susu? Untuk menjawab pertanyaan tadi, berikut Popmama.com mengulas apakah diare boleh minum susu? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Mengapa Diare Tidak Boleh Minum Susu?

Jika kamu bertanya apakah boleh meminum susu sapi biasa saat sedang diare, jawabannya adalah sebaiknya dihindari. Mengutip dari Mool Health, ketika kamu mengalami diare, usus sedang berada dalam kondisi meradang dan sangat sensitif.
Susu sapi dan berbagai produk olahannya (seperti keju dan mentega) mengandung gula alami yang disebut laktosa. Dalam kondisi normal, usus halus kita memproduksi enzim bernama laktase yang bertugas mencerna laktosa tersebut.
Sayangnya, infeksi atau peradangan yang menyebabkan diare membuat produksi enzim laktase menurun drastis, atau bahkan tersapu bersih untuk sementara waktu.
Akibatnya, laktosa dari susu yang kamu minum tidak bisa tercerna dengan baik. Gula utuh ini kemudian meluncur langsung ke usus besar, tempat berkumpulnya bakteri. Proses fermentasi laktosa oleh bakteri inilah yang pada akhirnya menghasilkan gas berlebih.
Hasilnya? Perutmu akan terasa semakin kembung, sering buang angin, dan frekuensi buang air besar justru semakin memburuk.
Makanan yang Harus Dihindari Saat Diare

Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa kelompok makanan yang wajib kamu coret dari daftar menu sementara waktu:
- Gorengan dan makanan berlemak tinggi: Makanan bersantan, digoreng kering, atau makanan cepat saji sangat sulit diproses oleh usus. Lemak tinggi bisa memicu kontraksi usus yang lebih cepat, sehingga feses yang keluar tetap cair.
- Makanan pedas: Sambal dan lada mungkin bisa menggugah selera, tetapi zat kapsaisin di dalamnya bisa sangat mengiritasi lapisan lambung dan usus yang sedang rapuh, membuat perut makin mulas tak tertahankan.
- Pemanis buatan: Hati-hati dengan permen tanpa gula, minuman diet, atau pemanis buatan seperti sorbitol. Zat ini memiliki efek pencahar alami yang menarik cairan ke dalam usus, sehingga memperparah diare.
- Sayuran pemicu gas: Sayuran berserat sangat baik, tetapi saat diare, hindari kol, brokoli, kembang kol, dan bawang-bawangan. Sayuran ini menghasilkan banyak gas saat dicerna, yang bisa membuat perut kram dan kembung hebat.
Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Diare

Menurut Medical News Today, menerapkan diet BRAT adalah salah satu pendekatan nutrisi paling disarankan oleh banyak dokter. Diet BRAT terdiri dari:
- Pisang: Buah ini sangat lembut dan kaya akan kalium. Kalium sangat penting untuk menggantikan elektrolit tubuh yang terbuang bersama feses cair. Selain itu, kandungan pektin di dalamnya membantu memadatkan tekstur feses.
- Nasi putih: Nasi putih adalah sumber karbohidrat sederhana yang sangat mudah dicerna. Karena kandungan seratnya rendah, nasi putih memberikan waktu bagi usus untuk beristirahat tanpa harus bekerja ekstra keras.
- Saus apel: Apel utuh mentah mungkin terlalu berat karena kulitnya tinggi serat, namun saus apel tanpa gula tambahan sangat ramah di perut dan memberikan asupan energi yang ringan.
- Roti panggang putih: Sama seperti nasi, pilihlah roti tawar putih yang dipanggang tanpa olesan mentega atau selai berlebihan. Makanan ini membantu menambah kalori harianmu.
Cara Mencegah Diare

Mengutip saran ahli dari Cleveland Clinic, tindakan pencegahan berpusat pada sanitasi dan kebersihan. Berikut adalah langkah sederhana yang berdampak besar:
- Rajin mencuci tangan: Ini adalah garis pertahanan pertama. Cucilah tanganmu menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, khususnya sebelum makan, saat menyiapkan bahan masakan, dan setelah menggunakan toilet.
- Jaga higienitas makanan: Pastikan kamu memasak daging dan telur hingga matang sempurna. Jangan biarkan makanan matang berada di suhu ruang terlalu lama; segera simpan di dalam kulkas agar tidak menjadi sarang bakteri.
- Hati-hati saat bepergian: Saat berlibur atau traveling, pastikan kamu hanya minum air kemasan yang masih tersegel rapat. Hindari mengonsumsi es batu jika kamu tidak yakin apakah es tersebut dibuat dari air matang yang bersih atau tidak.
Nah, itulah pembahasan mengenai apakah diare boleh minum susu? Semoga bermanfaat!



















