Ruam shingles sering terlihat seperti “sabuk” atau garis panjang di pinggang, punggung, atau dada. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), herpes zoster biasanya muncul sebagai:
Ruam kemerahan yang memanjang mengikuti jalur saraf
Lepuhan kecil berisi cairan bening
Sensasi panas, kesemutan, atau nyeri seperti terbakar
Hanya muncul di satu sisi tubuh, tidak simetris
Menurut Mayo Clinic, ruam ini biasanya diawali rasa nyeri bertahan 2–3 hari sebelum bintil muncul, sehingga banyak pasien awalnya mengira sedang mengalami nyeri otot atau masalah saraf.
Kemudian, siapa yang rentan terkena? Menurut CDC:
Lansia usia 50 tahun ke atas
Orang dengan daya tahan tubuh rendah
Pasien diabetes, kanker, HIV, atau yang sedang kemoterapi
Orang yang mengalami stres berat dan kurang tidur
Individu yang pernah terkena cacar air
Sementara Harvard Health menyebutkan bahwa stres kronis dapat memicu reaktivasi virus karena menaikkan hormon kortisol, yang menekan sistem imun Mama.
Jadi Mama, herpes zoster memang menular, tapi penularannya terjadi secara spesifik, tidak lewat udara, dan tingkat resikonya jauh lebih rendah dibanding penyakit lainnya.
Dengan memahami bagaimana virus ini bekerja, apa bentuknya, dan siapa yang rentan, Mama bisa lebih tenang dan tahu langkah pencegahan yang tepat.
Informasi tentang apakah herpes zoster menular hingga fakta sebenarnya juga penting untuk melindungi bayi, ibu hamil, dan orang di sekitar yang memiliki imun rendah. Semoga bermanfaat, ya, Ma!