Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin Kamis adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan cara berpuasa setiap hari Senin dan Kamis, sesuai dengan anjuran dan kebiasaan Rasulullah SAW.
"Amal-amal dilaporkan pada hari Senin dan Kamis, Dan aku ingin amalku dilaporkan ketika aku tengah berpuasa." (Dari Abu Hurairah, HR Tirmidzi).
Niat Puasa hari Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: "Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala."
Niat Puasa hari Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: "Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Puasa Ayyamul Bidh
Setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15, umat Islam dianjurkan berpuasa. Tiga hari ini disebut Ayyamul Bidh atau “hari-hari putih” karena bertepatan dengan purnama.
"Wahai Abu Dzar, jika engkau hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah).” (HR. Tirmidzi).
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ ٱلْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah Ta'ala.”
Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Setelah Ramadan berakhir, umat Islam dianjurkan melanjutkan dengan enam hari puasa di bulan Syawal. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Barangsiapa berpuasa Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim).
Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa besok dari enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala.”
Puasa Arafah
Bagi Mama yang tidak sedang berhaji, puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah kesempatan emas. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
Niat Puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”
Puasa Tasu’a dan Asyura
Di bulan Muharram, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a) dan hari ke-10 (Asyura). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab:
“Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim, No: 1977).
Niat Puasa Tasu'a:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."