Mengutip dari WebstaurantStore, pembuatan white chocolate membutuhkan beberapa tahapan hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa manis khas.
Berbeda dari cokelat pada umumnya, white chocolate mengandalkan cocoa butter sebagai bahan utama yang memberikan cita rasa serta karakter uniknya.
Berikut proses pembuatan white chocolate yang perlu kamu ketahui.
1. Pemilihan Bahan Utama
White chocolate dibuat dari beberapa bahan utama, seperti cocoa butter, gula, susu bubuk (milk solids), dan vanila. Cocoa butter menjadi komponen penting yang memberikan tekstur lembut serta rasa khas pada white chocolate. Semakin berkualitas bahan yang digunakan, semakin baik pula cita rasa yang dihasilkan.
2. Ekstraksi Cocoa Butter
Tahap awal pembuatan white chocolate dimulai dengan mengambil cocoa butter dari biji kakao. Biji kakao akan dipanggang, dipecahkan, lalu diproses melalui tahap pengepresan untuk memisahkan cocoa butter dari padatan kakao.
3. Pencampuran Bahan
Setelah cocoa butter diperoleh, bahan tersebut dicampurkan dengan gula, susu bubuk, dan vanila. Campuran kemudian dipanaskan serta diaduk hingga seluruh bahan menyatu dengan sempurna.
4. Proses Conching
Campuran white chocolate selanjutnya melewati proses conching, yaitu pengadukan secara terus-menerus sambil diberi udara untuk menghasilkan tekstur yang lebih halus dan creamy. Proses ini juga membantu memperkuat cita rasa white chocolate.
5. Tempering
Setelah melalui proses conching, white chocolate akan menjalani tahap tempering. Proses ini dilakukan dengan mengatur suhu pemanasan dan pendinginan cokelat sambil terus diaduk untuk menstabilkan kristal cocoa butter. Hasilnya, white chocolate memiliki permukaan yang mengilap dan tekstur yang lebih kokoh saat dipatahkan.
6. Pencetakan dan Pendinginan
White chocolate yang sudah melalui proses tempering kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan pada suhu tertentu hingga mengeras. Tahap ini membantu cokelat mempertahankan bentuknya dengan baik.
7. Pengemasan
Setelah mengeras, white chocolate akan dilepaskan dari cetakan, diperiksa kualitasnya, lalu dikemas sebelum dipasarkan dan dinikmati oleh konsumen.