Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Dari Infeksi Hingga Anemia, Ini 7 Bahaya Ambeien Pecah
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Ambeien pecah dapat menyebabkan perdarahan berkepanjangan, infeksi di area anus, hingga risiko anemia akibat kehilangan darah yang terus-menerus.
  • Luka akibat ambeien pecah bisa menimbulkan skin tag, rasa nyeri saat beraktivitas, serta potensi kerusakan jaringan jika aliran darah terganggu.
  • Penyebab utama seperti sembelit dan kebiasaan mengejan perlu diperbaiki agar ambeien tidak mudah kambuh, disertai perawatan medis dan pola hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penderita ambeien atau wasir pasti sudah tidak asing lagi dengan rasa tidak nyaman, terutama saat duduk atau buang air besar.

Benjolan ambeien yang membesar bahkan bisa pecah, terutama jika sering mendapat tekanan akibat mengejan terlalu keras atau sembelit yang berlangsung lama.

Kondisi seperti ini umumnya dianggap pertanda kondisi membaik karena rasa nyeri dan tekanan di area tersebut mulai berkurang. Padahal, kondisi ini tidak selalu bisa dianggap sepele.

Luka yang muncul setelah ambeien pecah justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan lain jika tidak dirawat dengan baik. Nah lho, kira-kira apa saja bahaya yang perlu diwaspadai ketika ambeien pecah ya? 

Kali ini, Popmama.com akan membahas lebih lanjut mengenai 7 bahaya ambeien pecah yang harus diwaspadai. Simak berikut ini ya!

1. Perdarahan yang sulit berhenti

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Saat ambeien pecah, darah segar biasanya akan keluar dari area anus. Pada sebagian besar penderitanya, perdarahan memang akan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa menit.

Namun, tidak semua pembuluh darah yang robek bisa menutup dengan sempurna. Melansir dari Medical News Today, sebagian penderita bisa mengalami perdarahan yang terus berulang, terutama saat duduk, berjalan, atau ketika buang air besar. 

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini tentu tidak boleh diabaikan.

2. Infeksi pada area sekitar anus

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Area anus merupakan bagian tubuh yang sangat mudah terpapar bakteri karena sering bersentuhan dengan feses. Ketika ambeien pecah, luka terbuka akan membuat bakteri lebih mudah masuk ke jaringan di sekitarnya.

Perlu hati-hati nih, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi yang kalau berkembang, penderitanya bisa mengalami pembengkakan, nyeri yang semakin berat, hingga terbentuk abses anal, yaitu kantong berisi nanah di sekitar anus. 

Bahkan pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disertai demam.

3. Anemia akibat kehilangan darah

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Jangan anggap sepele perdarahan yang terus keluar akibat ambeien. Kalau terjadi dalam waktu lama, tubuh bisa kehilangan cukup banyak sel darah merah.

Menurut Precision Vascular Kentucky, kehilangan kondisi ini kemudian dapat meningkatkan risiko anemia. Ketika anemia mulai terjadi, penderita biasanya lebih mudah lelah, sering pusing, tubuh terasa lemas, dan wajah tampak lebih pucat dari biasanya.

4. Munculnya skin tag

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Setelah ambeien trombosis pecah dan gumpalan darah di dalamnya keluar, kulit yang sebelumnya meregang tidak selalu bisa kembali seperti semula. Kondisi ini dapat meninggalkan lipatan kulit kecil di sekitar anus yang dikenal sebagai skin tag

Meski tidak berbahaya, lipatan kulit tersebut bisa membuat area anus lebih sulit dibersihkan. Akibatnya, sisa kotoran lebih mudah tersangkut dan memicu rasa gatal maupun iritasi berulang.

5. Nyeri dan perih saat beraktivitas

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Walaupun tekanan dari ambeien yang membengkak sudah berkurang, bukan berarti rasa tidak nyaman langsung hilang sepenuhnya. Dikutip dari New York Gastroenterology Associates, luka yang tersisa masih sangatlah sensitif. 

Gesekan pakaian dalam, duduk terlalu lama, atau buang air besar dapat memicu rasa perihnya kembali. Itu karena proses penyembuhan di area anus cenderung membutuhkan waktu karena lokasinya yang lembap dan sering mengalami gesekan.

6. Kerusakan jaringan di sekitar luka

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Pada kondisi yang lebih berat, aliran darah ke jaringan sekitar ambeien yang pecah bisa terganggu. Jika kondisi ini berlangsung cukup lama, jaringan tersebut dapat mengalami kerusakan.

Bangkok Hospital menyebutkan, kurangnya pasokan oksigen dan nutrisi menjadi penyebab jaringan mati (nekrosis) yang cukup umum. 

Meski tergolong jarang terjadi, kondisi ini memerlukan penanganan medis karena jaringan yang rusak dapat memicu infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.

7. Ambeien lebih mudah kambuh

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Pecahnya ambeien tidak selalu berarti masalahnya benar-benar selesai. Kalau penyebab utamanya, seperti sembelit kronis, kebiasaan mengejan, atau terlalu lama duduk, tidak diperbaiki, ambeien tetap bisa muncul kembali di kemudian hari.

Karena itu, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada penyembuhan luka, tetapi juga perubahan kebiasaan sehari-hari. Menjaga asupan serat, cukup minum air, dan menghindari mengejan terlalu keras dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan.

Itulah 7 bahaya ambeien pecah yang tidak boleh dianggap sepele. Kalau kamu atau orang sekitar mengalami kondisi tersebut, segera konsultasikan pada ahli medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Editorial Team

Related Article