Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa.
9 Fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Jarang Diketahui!

- Proklamasi 17 Agustus 1945 menandai lahirnya Indonesia merdeka; Soekarno tetap membacakannya pukul 10.00 WIB meski terserang malaria tertiana beberapa jam sebelumnya.
- Upacara di Pegangsaan Timur berlangsung sederhana: tiang bambu disiapkan mendadak, bendera dikibarkan, dan Jepang yang hendak melarang tiba setelah acara selesai.
- Naskah asli, foto, serta rekaman proklamasi menghadapi cerita berbeda: naskah diselamatkan B.M. Diah, negatif foto disembunyikan Frans Mendur, sedangkan rekaman terkenal dibuat ulang pada 1951.
Peristiwa ini menandai lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka setelah melalui perjuangan panjang melawan penjajahan.
Di balik momen bersejarah itu, ternyata tersimpan banyak fakta menarik yang belum tentu diketahui semua orang.
Mulai dari kondisi Soekarno yang sedang sakit saat membacakan teks proklamasi hingga naskah proklamasi yang sempat ditemukan di tempat sampah.
Berikut Popmama.com sajikan 9 fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jarang diketahui. Simak di bawah, yuk!
Table of Content
1. Teks asli proklamasi sempat dibuang

Siapa sangka, naskah tulisan tangan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata nyaris hilang.
Setelah digunakan dalam proses perumusan, naskah asli yang ditulis Soekarno dan ditandatangani Mohammad Hatta justru ditemukan di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda.
Beruntung, wartawan B.M. Diah menyelamatkan naskah tersebut pada dini hari 17 Agustus 1945.
Ia menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari sebelum akhirnya menyerahkan dokumen bersejarah itu kepada Presiden Soeharto.
2. Soekarno sedang sakit saat membacakan proklamasi

Momen bersejarah 17 Agustus 1945 ternyata hampir berlangsung di tengah kondisi kesehatan Soekarno yang kurang baik.
Presiden pertama Indonesia itu diketahui terserang malaria tertiana dengan suhu tubuh yang tinggi beberapa jam sebelum pembacaan proklamasi.
Dua jam sebelum acara dimulai, Soekarno masih beristirahat di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.
Setelah mendapat perawatan dari dokter pribadinya, ia bangun sekitar pukul 09.00 WIB dan tetap membacakan teks proklamasi tepat pukul 10.00 WIB.
3. Tiang bendera dibuat dadakan beberapa menit sebelum upacara

Tiang bambu untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih ternyata baru disiapkan beberapa menit sebelum Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimulai.
Barisan pelopor yang dipimpin Latief Hendraningrat dan Arifin Abdurachman menjadi pihak yang menyiapkannya.
Meski serba sederhana tanpa protokol resmi, pancaragam, maupun konduktor, upacara tetap berlangsung khidmat.
Rangkaian acaranya hanya terdiri dari pembacaan teks proklamasi, pengibaran bendera sambil menyanyikan "Indonesia Raya", serta sambutan singkat dari para tokoh.
4. Jepang sempat melarang pembacaan proklamasi

Tidak banyak yang tahu bahwa beberapa opsir Jepang sempat datang membawa perintah agar Soekarno tidak membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Namun, mereka tiba ketika upacara sudah selesai dilaksanakan. Kedatangan mereka langsung dihadang oleh barisan pelopor yang bersiaga dengan bambu runcing dan golok.
Setelah situasi mereda, Soekarno bahkan memerintahkan pembentukan barisan berani mati untuk menjaga rumahnya sekaligus melindungi Sang Saka Merah Putih yang telah berkibar.
5. Sang Saka Merah Putih pertama dibuat dari bahan sederhana

Bendera Merah Putih pertama yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 ternyata tidak dibuat dari kain khusus.
Salah satu versi sejarah menyebutkan kain putih berasal dari seprai, sedangkan kain merah merupakan milik seorang penjual soto.
Meski dibuat dari bahan yang sangat sederhana, Sang Saka Merah Putih menjadi simbol perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.
6. Foto proklamasi nyaris tidak bisa diselamatkan

Foto-foto detik Proklamasi Kemerdekaan yang kini sering kita lihat ternyata hampir hilang. Tentara Jepang sempat berusaha merampas negatif film milik fotografer Frans Mendur setelah upacara selesai.
Dengan keberanian luar biasa, Frans Mendur mengaku film tersebut sudah diserahkan kepada barisan pelopor.
Padahal, ia menyembunyikan negatif film di bawah pohon halaman kantor harian Asia Raja. Berkat tindakannya, momen bersejarah itu dapat terus dikenang hingga sekarang.
7. Teks proklamasi langsung diperbanyak untuk disebarluaskan

Sesaat setelah naskah proklamasi selesai diketik oleh Sayuti Melik, Mohammad Hatta segera meminta B.M. Diah menggandakan teks tersebut agar berita kemerdekaan dapat cepat tersebar ke berbagai daerah.
B.M. Diah juga menjadi saksi proses pengetikan naskah di rumah Laksamana Maeda. Menariknya, pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 juga bertepatan dengan hari kedelapan bulan Ramadan.
8. Palestina menjadi negara pertama yang mengakui Indonesia

Jauh sebelum banyak negara lain memberikan pengakuan, Palestina sudah lebih dahulu mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 6 September 1944, bahkan sebelum proklamasi dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Pengakuan tersebut diumumkan oleh Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, yang kemudian mengajak negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk turut memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia.
9. Rekaman proklamasi yang terkenal bukan suara asli Soekarno

Banyak orang mengira rekaman pembacaan teks Proklamasi yang sering diputar hingga kini merupakan suara asli Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Padahal, pembacaan tersebut merupakan rekaman ulang yang dibuat beberapa tahun setelah kemerdekaan.
Rekaman asli saat proklamasi berlangsung tidak berhasil didokumentasikan. Karena itu, pada 1951 Soekarno kembali membacakan teks proklamasi untuk kepentingan arsip.
Sementara siaran yang dipancarkan melalui RRI pada malam 17 Agustus 1945 menggunakan suara Yusuf Ronodipuro, bukan suara Soekarno saat upacara pagi hari.
Nah, 9 fakta Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jarang diketahui. Semoga menambah wawasan kamu, ya!





















