Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
9 Bahaya Makan Seblak Berlebihan, Bisa Picu Obesitas!
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Seblak mengandung karbohidrat, garam, dan lemak tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu maag, GERD, serta meningkatkan tekanan darah.
  • Kandungan natrium dan lemak jenuh dalam seblak bisa membebani ginjal, menaikkan kolesterol LDL, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
  • Konsumsi seblak berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga obesitas akibat tingginya kalori dari kerupuk, mie, minyak, dan topping tambahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak tergoda dengan kenikmatan seblak? Perpaduan rasa pedas, gurih, serta aroma kencur yang kuat membuat hidangan ini terasa begitu menggugah selera.

Tidak heran jika banyak orang menjadikannya sebagai makanan favorit, bahkan dikonsumsi secara rutin.

Namun, di balik kelezatannya, seblak memiliki kandungan nutrisi yang kurang seimbang jika dikonsumsi berlebihan. Komposisinya yang tinggi karbohidrat, garam, serta lemak dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai risiko yang mungkin muncul dari hidangan ini saat dikonsumsi berlebihan. Nah, kali ini Popmama.com telah menyiapkan 9 bahaya makan seblak berlebihan yang perlu diwaspadai. 

1. Gastritis atau peradangan lambung (maag)

Pexels/Kindel Media

Kandungan cabai yang tinggi dalam seblak dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, dinding lambung bisa mengalami iritasi.

Pada tahap awal, gejalanya mungkin hanya berupa rasa perih atau tidak nyaman di ulu hati. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gastritis atau maag yang lebih serius, bahkan berisiko menyebabkan luka pada lambung.

2. Asam lambung naik (GERD)

Pexels/cottonbro studio

Selain menyebabkan maag, konsumsi seblak berlebihan juga dapat memicu GERD, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Gejalanya biasanya berupa sensasi panas di dada, rasa pahit di mulut, hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan. Kandungan pedas dan lemak dalam seblak juga dapat melemahkan katup lambung, sehingga asam lebih mudah naik.

3. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Pexels/Pavel Danilyuk

Seblak umumnya mengandung kadar natrium yang cukup tinggi, baik dari garam maupun penyedap rasa.

Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah karena menyebabkan volume darah meningkat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Gangguan fungsi ginjal

Pexels/www.kaboompics.com

Ginjal berperan penting dalam menyaring zat-zat berlebih dalam tubuh, termasuk garam dan bahan tambahan makanan.

Dilansir dari National Kidney Foundation, pola makan tinggi garam dalam jangka panjang dapat memberikan beban tambahan pada ginjal dan memengaruhi kesehatan.

Ketika seblak dikonsumsi secara berlebihan, ginjal cenderung bekerja lebih keras. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini berpotensi memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.

5. Risiko diabetes tipe 2

Pexels/Pavel Danilyuk

Sekilas, seblak memang tidak terasa manis. Tapi di balik rasanya yang gurih dan pedas, ada kandungan karbohidrat sederhana dari bahan seperti kerupuk, mie, dan makaroni yang perlu diperhatikan. 

Jenis karbohidrat ini dikenal cepat dicerna tubuh dan langsung diubah menjadi gula dalam darah.

Berdasarkan penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi karbohidrat olahan terlalu sering, dapat menyebabkan lonjakan gula darah berulang kali tanpa disadari. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. 

Ketika hal itu terjadi, risiko berkembangnya diabetes tipe 2 pun ikut meningkat, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan yang lebih seimbang.

6. Kolesterol tinggi

Pexels/SHVETS production

Seblak biasanya semakin lengkap dengan tambahan topping seperti sosis, bakso, hingga ceker. Tanpa disadari, pilihan topping ini justru menyumbang lemak jenuh yang cukup tinggi ke dalam satu porsi makanan. 

Belum lagi proses memasaknya yang identik dengan penggunaan minyak, yang ikut menambah kadar lemak secara keseluruhan. Menurut British Heart Foundation, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL.

Dampaknya tidak hanya berhenti di angka kolesterol saja, tapi juga bisa berpengaruh pada kesehatan pembuluh darah. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat memicu penyempitan pembuluh darah yang berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti risiko penyakit jantung.

7. Gangguan pencernaan

Pexels/Miriam Alonso

Sensasi pedas yang jadi ciri khas seblak berasal dari kandungan kapsaisin dalam cabai. Zat ini memang bisa memberi sensasi rasa yang lebih sedap, tapi di sisi lain juga dapat memengaruhi cara kerja sistem pencernaan. 

Salah satunya dapat mempercepat pergerakan usus, sehingga makanan diproses lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tubuh tidak punya cukup waktu untuk menyerap cairan dengan optimal.

Inilah yang sering memicu diare setelah mengonsumsi makanan pedas berlebihan. Ditambah lagi, tekstur kerupuk yang kadang masih agak keras juga bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih ekstra, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

8. Risiko gangguan pada saluran pencernaan

Pexels/Sora Shimazaki

Selain efek jangka pendek, konsumsi seblak yang terlalu sering juga bisa berdampak dalam jangka panjang. Bumbu yang kuat, pedas, dan kaya bahan tambahan dapat memicu iritasi pada saluran pencernaan, terutama jika dikonsumsi terus-menerus tanpa jeda.

Jika iritasi ini terjadi berulang, jaringan di lambung atau usus bisa mengalami perubahan. Meski tidak langsung terasa, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. 

Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan frekuensi konsumsi, bukan hanya porsinya saja.

9. Obesitas

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Di balik rasanya yang menggugah selera, seblak juga menyimpan kandungan kalori yang cukup tinggi. 

Kombinasi antara karbohidrat dari kerupuk dan mie, serta lemak dari minyak dan topping, membuat total asupan energinya bisa cukup besar dalam satu kali makan.

Kalau asupan ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, tubuh akan menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak. Lama-kelamaan, penumpukan lemak terutama di area perut, bisa meningkatkan risiko obesitas. 

Dari sinilah berbagai masalah kesehatan lain bisa ikut muncul, mulai dari gangguan metabolisme hingga penyakit kronis.

Itu tadi 9 bahaya makan seblak berlebihan yang perlu diwaspadai. Meskipun seblak memang menggugah selera, porsi yang wajar dan tidak terlalu sering sangatlah penting agar tetap bisa menikmati kelezatannya tanpa harus mengorbankan kondisi tubuh. 

FAQ Tentang Bahaya Seblak

1. Apa dampak makan seblak bagi wanita?

Konsumsi seblak berlebihan berdampak negatif pada wanita, terutama memicu gangguan pencernaan (maag/GERD) akibat pedas dan minyak tinggi. Kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi juga dapat mengganggu kesehatan rahim, berpotensi memicu kista, sindrom metabolik, serta memengaruhi kesuburan (reproduksi).

2. Apa dampak positif makan seblak?

Jika dikonsumsi sewajarnya, seblak memberikan energi bagi tubuh melalui kandungan karbohidrat dari kerupuk dan mie. Membantu pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh berkat protein dari telur, ayam, atau tahu. Mendukung kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh melalui serat, vitamin, dan mineral dari sayuran.

3. Berapa kalori 1 porsi seblak?

Satu porsi seblak (sekitar 200-300 gram) umumnya mengandung sekitar 260 hingga 500 kalori. Jumlah ini dapat meningkat drastis hingga lebih dari 600-800 kalori jika ditambah topping padat energi seperti mie, bakso, sosis, cuanki, atau ceker dalam jumlah banyak.

Editorial Team