7 Bahaya Mencuci Mobil dengan Sabun Cuci Piring

- Sabun cuci piring mengikis lapisan pelindung cat mobil, membuatnya kusam dan kehilangan kilap alaminya.
- Kandungan kimia dalam sabun cuci piring bisa membuat warna cat mobil cepat pudar dan tidak merata.
- Sabun cuci piring dapat membuat permukaan mobil terasa kasar, merusak lapisan wax, dan berpotensi merusak komponen karet dan plastik.
Banyak pemilik mobil ingin kendaraannya selalu tampak bersih dan mengilap. Sayangnya, masih ada yang mengandalkan sabun cuci piring sebagai solusi cepat saat mencuci mobil.
Sekilas memang terlihat praktis, tapi bahan pembersih ini sebenarnya tidak dibuat untuk merawat permukaan cat kendaraan yang membutuhkan perlakuan khusus.
Alih-alih menjaga tampilan mobil, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan dampak yang merugikan dalam jangka panjang. Mulai dari warna cat yang memudar hingga lapisan pelindung yang rusak tanpa disadari.
Untuk memahami risikonya lebih jauh, berikut Popmama.com sajikan informasi tentang 7 bahaya mencuci mobil dengan sabun cuci piring. Simak di bawah!
Table of Content
1. Mengikis lapisan pelindung cat

Sabun cuci piring dirancang untuk menghilangkan lemak dan minyak membandel. Sayangnya, sifat “keras” ini juga bisa mengikis lapisan pelindung cat mobil yang berfungsi menjaga kilap dan warna tetap awet.
Dilansir dari Cloud10 Smartwash, jika lapisan ini terus terkikis, cat mobil akan lebih mudah kusam dan kehilangan efek mengilap alaminya. Dalam jangka panjang, mobil jadi terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
2. Membuat warna cat cepat pudar

Menurut Espresso Car Wash, kandungan kimia dalam sabun cuci piring dapat bereaksi dengan pigmen warna pada cat mobil. Akibatnya, warna kendaraan bisa memudar lebih cepat, terutama jika sering dicuci di bawah sinar matahari.
Warna yang awalnya cerah dan tajam perlahan berubah kusam dan tidak merata. Hal ini tentu mengurangi nilai estetika, bahkan bisa memengaruhi harga jual mobil.
3. Menyebabkan cat menjadi kering dan retak

Sabun cuci piring cenderung menghilangkan minyak alami yang membantu menjaga kelembapan permukaan cat. Tanpa perlindungan ini, cat mobil bisa menjadi lebih kering dari waktu ke waktu.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu retakan halus pada lapisan cat. Retakan kecil tersebut bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius dan sulit diperbaiki.
4. Mempercepat timbulnya baret halus

Permukaan cat yang kehilangan lapisan pelindung akan menjadi lebih sensitif terhadap gesekan. Saat mencuci mobil dengan spons atau kain, risiko munculnya baret halus pun meningkat.
Meski terlihat sepele, baret-baret kecil ini bisa menumpuk dan membuat permukaan mobil tampak buram. Kilap alami pun perlahan menghilang.
5. Merusak lapisan wax

Banyak mobil dilapisi wax untuk menambah kilau sekaligus melindungi cat dari debu dan sinar UV. Namun, sabun cuci piring dapat meluruhkan lapisan wax tersebut dengan cepat.
Tanpa wax, cat mobil menjadi lebih rentan terhadap kotoran dan cuaca ekstrem. Perlindungan ekstra yang seharusnya bertahan lama justru hilang dalam waktu singkat.
6. Membuat permukaan mobil terasa kasar

Setelah dicuci dengan sabun cuci piring, permukaan mobil sering kali terasa tidak lagi halus. Ini terjadi karena lapisan pelindung alami telah terkikis.
Permukaan yang kasar lebih mudah menempelkan debu dan kotoran. Akibatnya, mobil jadi cepat terlihat kotor meskipun baru saja dicuci.
7. Berpotensi merusak komponen karet dan plastik

Tidak hanya cat, sabun cuci piring juga bisa berdampak pada bagian karet dan plastik, seperti wiper, list pintu, atau seal kaca. Kandungan kimianya dapat membuat material ini cepat kering dan rapuh.
Jika terus terpapar, komponen tersebut bisa retak atau kehilangan elastisitasnya. Ini bukan cuma soal tampilan, tapi juga bisa memengaruhi fungsi dan kenyamanan berkendara.
Itu dia informasi tentang 7 bahaya mencuci mobil dengan sabun cuci piring. Meski terlihat praktis, penggunaan sabun yang tidak sesuai justru bisa merusak tampilan dan perlindungan mobil dalam jangka panjang.
Agar kendaraan tetap terawat, sebaiknya gunakan produk pembersih khusus yang memang dirancang untuk menjaga kualitas cat dan komponen mobil.
FAQ Tentang Cuci Mobil dengan Sabun Cuci Piring
| 1. Apakah sabun cuci piring aman untuk mobil dalam kondisi darurat? | Dalam kondisi terpaksa, sabun cuci piring bisa digunakan sekali saja dengan catatan dibilas sangat bersih. Namun, penggunaannya tidak disarankan untuk rutinitas karena berisiko merusak cat. |
| 2. Sabun apa yang paling aman untuk mencuci mobil? | Gunakan sampo khusus mobil yang memiliki pH seimbang dan diformulasikan untuk menjaga lapisan cat, wax, serta material eksterior kendaraan. |
| 3. Seberapa sering mobil sebaiknya dicuci? | Idealnya, mobil dicuci 1–2 kali seminggu, tergantung intensitas penggunaan dan kondisi lingkungan seperti debu, hujan, atau polusi. |


















