Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Hiperprolaktinemia, Kondisi Hormon Tinggi yang Bisa Memengaruhi Kesuburan

Hiperprolaktinemia, Kondisi Hormon Tinggi yang Bisa Memengaruhi Kesuburan
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
Intinya Sih
  • Hiperprolaktinemia adalah kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah terlalu tinggi, memengaruhi kesuburan, siklus menstruasi, dan kesehatan seksual pada perempuan maupun laki-laki.
  • Penyebab utamanya bisa berupa prolaktinoma atau tumor jinak di kelenjar pituitari, serta faktor lain seperti obat-obatan tertentu, gangguan tiroid, penyakit ginjal, atau sindrom ovarium polikistik.
  • Diagnosis dilakukan lewat tes darah dan pencitraan MRI, sementara penanganannya meliputi pemberian obat penurun prolaktin, penyesuaian obat penyebab, hingga operasi bila diperlukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tubuh Mama memproduksi berbagai hormon yang berperan penting dalam kesehatan reproduksi, salah satunya adalah hormon prolaktin yang berfungsi membantu perkembangan jaringan payudara serta merangsang produksi ASI setelah melahirkan.

Namun dalam beberapa kondisi, kadar prolaktin bisa meningkat terlalu tinggi di dalam darah. Kondisi ini dikenal sebagai hiperprolaktinemia

Ketika kadar prolaktin berlebihan, tubuh dapat mengalami berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan siklus menstruasi, kesuburan, hingga kesehatan seksual.

Walau tidak termasuk kondisi yang mengancam jiwa, hiperprolaktinemia tetap dijaga karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan perencanaan kehamilan. 

Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai apa itu hiperprolaktinemia, penyebab, serta gejala yang perlu Mama waspadai. Yuk simak berikut ini.

Table of Content

Pengertian Hiperprolaktinemia

Pengertian Hiperprolaktinemia

Apa Itu Hiperprolaktinemia?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Hiperprolaktinemia adalah kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah berada di atas batas normal. 

Hormon prolaktin sendiri diproduksi oleh kelenjar pituitari, yaitu kelenjar kecil di bagian dasar otak yang mengatur berbagai hormon dalam tubuh.

Melansir dari Cleveland Clinic, prolaktin memiliki peran penting dalam merangsang produksi ASI dan perkembangan jaringan payudara. Namun, ketika jumlahnya terlalu tinggi di luar masa kehamilan atau menyusui, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan pada sistem reproduksi. 

Selain memengaruhi kesuburan, kadar prolaktin yang tinggi juga dapat memicu beberapa keluhan, seperti gangguan menstruasi atau keluarnya cairan dari payudara meskipun tidak sedang menyusui.

Penyebab Hiperprolaktinemia

Apa Itu Hiperprolaktinemia?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu peningkatan hormon prolaktin. Salah satu penyebab paling umum adalah adanya prolaktinoma, yaitu tumor jinak pada kelenjar pituitari yang menyebabkan produksi prolaktin berlebihan. 

Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh beberapa hal lain, seperti:

  • Tumor lain yang berada di sekitar kelenjar pituitari. 
  • Penggunaan obat tertentu: seperti antipsikotik, obat tekanan darah, atau antidepresan. 
  • Gangguan kesehatan tertentu: misalnya hipotiroidisme, penyakit ginjal kronis, atau penyakit hati. 
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). 
  • Cedera pada area dada. 

Gejala Hiperprolaktinemia

Apa Itu Hiperprolaktinemia?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Tidak semua dengan hiperprolaktinemia mengalami gejala yang jelas. Namun, pada sebagian kasus, kadar prolaktin yang tinggi dapat menimbulkan beberapa tanda tertentu.

Mengutip dari Cleveland Clinic, gejala umum hiperprolaktinemia meliputi:

  • Kesulitan untuk hamil (infertilitas).
  • Penurunan gairah seksual. 
  • Keluarnya cairan seperti susu dari puting meskipun tidak menyusui (galaktorea). 
  • Penurunan kepadatan tulang. 

Selain itu, pada perempuan kondisi ini juga dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, seperti haid tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. 

Sementara itu, pada laki-laki hiperprolaktinemia bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau kadar testosteron yang menurun.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Hiperprolaktinemia?

Apa Itu Hiperprolaktinemia?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon prolaktin. 

Jika hasilnya menunjukkan kadar yang tinggi, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk mencari penyebabnya.

Selain itu, beberapa tes tambahan yang dapat dilakukan antara lain pemeriksaan hormon lainnya atau pemeriksaan pencitraan seperti MRI untuk melihat kondisi kelenjar pituitari. 

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan apakah hiperprolaktinemia disebabkan oleh tumor, efek obat, atau kondisi kesehatan lainnya.

Penanganan Hiperprolaktinemia

Apa Itu Hiperprolaktinemia?
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Penanganan hiperprolaktinemia biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Dalam banyak kasus, dokter akan memberikan obat yang dapat menurunkan kadar prolaktin sekaligus membantu mengecilkan tumor pituitari jika ada. 

Jika penyebabnya berasal dari penggunaan obat tertentu, dokter mungkin akan menyesuaikan atau mengganti obat tersebut. 

Pada kondisi tertentu yang jarang terjadi, tindakan operasi atau terapi radiasi juga dapat menjadi pilihan pengobatan.

Kabar baiknya, sebagian besar kasus hiperprolaktinemia dapat ditangani dengan baik sehingga kadar hormon kembali normal.

Inilah penjelasan hiperprolaktinemia, yakni kondisi ketika hormon prolaktin dalam tubuh meningkat lebih tinggi dari normal. 

Walau tidak berbahaya secara langsung, kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan, siklus menstruasi, hingga kesehatan seksual.

Jika Mama mengalami gejala seperti haid tidak teratur, sulit hamil, atau keluarnya cairan dari payudara tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Dengan diagnosis dan perawatan yang sesuai, hiperprolaktinemia umumnya dapat dikendalikan sehingga Mama tetap dapat menjaga kesehatan reproduksi dengan baik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More