Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Bahaya Tidur Sore bagi Kesehatan, Begini Dampak Buruknya!
Pexels/Polina
  • Tidur sore dapat mengacaukan ritme sirkadian, memicu insomnia, dan menurunkan kualitas tidur malam sehingga tubuh terasa tidak bugar keesokan harinya.
  • Kebiasaan tidur sore bisa menyebabkan sleep inertia yang membuat tubuh limbung, sulit fokus, serta menurunkan produktivitas setelah terbangun.
  • Tidur sore berisiko mengganggu metabolisme dan kesehatan mental, termasuk peningkatan berat badan, resistensi insulin, serta munculnya rasa cemas atau sedih saat bangun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah lelah mengurus urusan rumah tangga atau mengawali hari yang padat dengan pekerjaan, godaan untuk merebahkan diri di sofa pada jam 4 atau 5 sore memang sangat besar. 

Rasanya, memejamkan mata sejenak bisa menjadi saat terbaik sebelum melanjutkan rutinitas menyiapkan makan malam untuk keluarga. Namun, tahukah Mama bahwa kebiasaan tidur sore sering kali berujung pada rasa lemas, sakit kepala, bahkan suasana hati yang buruk saat terbangun? 

Untuk mengetahui dampak buruknya, berikut Popmama.com rangkum 5 bahaya tidur sore bagi kesehatan. Yuk, simak sampai habis!

1. Memicu insomnia 

Pexels/cottonbro studio

Bahaya tidur sore yang paling umum dan langsung terasa adalah terganggunya jadwal tidur malam. 

Mengutip dari laman Columbia Doctors, tidur yang terlalu lama atau dilakukan terlalu sore dapat mengurangi tekanan tidur yang seharusnya menumpuk sepanjang hari agar kita bisa terlelap dengan mudah di malam hari.

Saat Mama tidur di sore hari, otak menangkap sinyal bahwa kebutuhan istirahat sudah terpenuhi sebagian. Akibatnya, saat jam tidur malam tiba, Mama justru merasa segar bugar dan kesulitan memejamkan mata. 

Jika pola ini terus berulang, ritme sirkadian tubuh Mama akan kacau, menyebabkan kualitas tidur malam menurun drastis dan membuat Mama terbangun dalam kondisi tidak bugar keesokan harinya.

2. Sleep inertia

Pexels/Pavel Danilyuk

Pernahkah Mama terbangun dari tidur sore dengan perasaan bingung, jantung berdebar, atau bahkan tidak tahu sedang berada di mana? 

Kondisi ini disebut dengan sleep inertia. Menurut penjelasan dari Columbia Doctors, sleep inertia adalah perasaan limbung atau grogi yang terjadi ketika seseorang terbangun dari fase tidur yang dalam secara tiba-tiba.

Tidur sore cenderung membuat kita terlelap lebih lama karena rasa lelah yang memuncak. Jika Mama terbangun saat tubuh sudah masuk ke fase tidur lelap, otak memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar sadar. 

Alih-alih merasa segar, Mama justru akan merasa pening dan lemas selama berjam-jam setelah terbangun. Hal ini tentu mengganggu produktivitas Mama, terutama jika setelah itu Mama harus mendampingi si kecil belajar atau menyiapkan keperluan suami.

3. Penurunan daya fokus dan konsentrasi

Pexels/Andrea Piacquadio

Masih berkaitan dengan sleep inertia, tidur sore yang tidak tepat waktu juga bisa menyebabkan penurunan daya fokus yang signifikan. 

Ketika ritme tubuh terganggu, kemampuan kognitif Mama dalam memproses informasi atau mengambil keputusan bisa melambat.

Bagi Mama yang memiliki segudang aktivitas, fokus adalah kunci utama. Bayangkan jika Mama harus mengemudi untuk menjemput anak atau memasak di dapur dalam kondisi otak yang masih "berkabut" akibat tidur sore yang terlalu lama. 

Rasa kantuk yang menggantung atau brain fog ini tentu berisiko memicu kecerobohan yang tidak diinginkan dalam aktivitas sehari-hari.

4. Risiko gangguan metabolisme

Pexels/Vitaly Gariev

Dampak jangka panjang yang tak kalah serius dari kebiasaan tidur sore adalah gangguan pada metabolisme. Tubuh manusia memiliki jam biologis yang mengatur kapan hormon tertentu harus dilepaskan. 

Tidur di sore hari, apalagi jika dilakukan setelah makan berat, dapat memengaruhi cara tubuh mengolah gula dan mengatur nafsu makan. Kurangnya aktivitas fisik di sore hari karena digunakan untuk tidur bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan. 

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan pada pola tidur berkaitan dengan peningkatan risiko resistensi insulin. 

Jika Mama ingin menjaga berat badan ideal dan kesehatan gula darah, sebaiknya mempertimbangkan kembali keinginan untuk tidur saat matahari mulai terbenam.

5. Dampak pada kesehatan mental

Pexels/Alex Green

Bagi sebagian orang, terbangun di waktu magrib atau saat hari mulai gelap setelah tidur sore dapat memicu perasaan sedih, cemas, atau kesepian yang alasannya tidak jelas.

Fenomena ini sering disebut sebagai "Sindrom Bangun Tidur Sore". Selain itu, jika tidur sore dijadikan pelarian dari rasa stres atau depresi, hal ini justru bisa memperburuk kondisi kesehatan mental Mama.

Kualitas tidur malam yang buruk akibat tidur sore juga memicu peningkatan hormon stres (kortisol) yang membuat Mama lebih mudah tersinggung atau moody

Itulah pembahasan mengenai 5 bahaya tidur sore bagi kesehatan. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Bahaya Tidur Sore bagi Kesehatan

Bahaya tidur sore menjelang maghrib?

Tidur sore menjelang maghrib sering dikaitkan dengan gangguan pola tidur malam, tubuh terasa lemas, dan sakit kepala setelah bangun. Jika dilakukan terlalu lama atau terlalu sering, kebiasaan ini juga dapat membuat ritme tidur menjadi tidak teratur.

Kenapa tidak boleh tidur saat maghrib menurut Jawa?

Dalam budaya Jawa, tidur saat maghrib dipercaya kurang baik karena dianggap sebagai waktu pergantian siang dan malam yang identik dengan suasana sakral. Selain faktor kepercayaan dan budaya, kebiasaan tidur pada waktu tersebut juga dinilai dapat membuat tubuh terasa tidak segar setelah bangun.

Bisakah kurang tidur memicu skizofrenia?

Kurang tidur berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan mental dan memperburuk gejala psikologis tertentu. Pada beberapa kasus, gangguan tidur berat dapat meningkatkan risiko munculnya gejala yang berkaitan dengan skizofrenia, terutama pada orang yang sudah memiliki faktor risiko sebelumnya.

Editorial Team