Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bekasi Jadi Kota Beracun Kedua di Dunia, Emisi Metana Capai 6,3 Ton Per Jam
bekasikota.go.id
  • Bekasi menempati posisi kedua kota paling beracun di dunia akibat emisi metana tinggi, mencapai sekitar 6,3 ton per jam dari TPST Bantargebang.

  • Data emisi diperoleh lewat pemantauan satelit canggih seperti Carbon Mapper, Tanager-1 Planet Labs, dan EMIT NASA yang menyoroti kontribusi besar sektor pengelolaan sampah.

  • Metana memiliki efek pemanasan jauh lebih kuat dibanding karbondioksida dan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan serta mempercepat pemanasan global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kondisi lingkungan di kawasan perkotaan kembali jadi sorotan, terutama ketika data terbaru menunjukkan lonjakan emisi yang mengkhawatirkan. Bekasi kini masuk dalam daftar kota dengan tingkat pencemaran tinggi, dipicu oleh produksi gas metana dalam jumlah besar setiap jam.

Temuan ini tentu bukan sekadar angka, tetapi sinyal penting tentang kualitas udara dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari. Lalu, apa penyebabnya? Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang Bekasi jadi kota beracun kedua di dunia. Simak di bawah!

1. Emisi metana tinggi dari TPST Bantargebang

dok. Pemprov DKI

Kota Bekasi menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan tingginya emisi metana dari TPST Bantargebang. Berdasarkan pemantauan lembaga internasional, kawasan ini menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam.

Angka tersebut menempatkan Bekasi di posisi kedua sebagai penyumbang emisi metana terbesar di dunia, tepat di bawah Campo de Mayo di Argentina.

2. Pemantauan emisi dengan teknologi satelit canggih

dok. Pemprov DKI

Data emisi tersebut diperoleh melalui teknologi pemantauan berbasis satelit seperti Carbon Mapper, satelit Tanager-1 milik Planet Labs, serta instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Temuan ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor pengelolaan sampah terhadap emisi gas rumah kaca, terutama di kawasan seperti TPST Bantargebang yang menerima ribuan ton sampah setiap hari.

3. Dampak emisi metana bagi lingkungan dan kesehatan

pixabay.com/Karuvadgraphy

Emisi metana tidak bisa dianggap sepele karena dalam jangka 20 tahun, efek pemanasannya jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Gas ini mempercepat pemanasan global sekaligus berperan dalam pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Itu dia informasi tentang Bekasi jadi kota beracun kedua di dunia. Kondisi ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, terutama di TPST Bantargebang.

FAQ Tentang Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia

1. Apa itu gas metana dan bagaimana terbentuk?

Gas metana adalah gas rumah kaca yang terbentuk dari proses pembusukan bahan organik tanpa oksigen, seperti sampah di tempat pembuangan akhir.

2. Mengapa TPST Bantargebang menghasilkan metana dalam jumlah besar?

Karena volume sampah yang sangat tinggi dan sebagian besar berupa limbah organik yang terus terurai setiap hari.

3. Apakah gas metana berbahaya jika terhirup langsung?

Dalam konsentrasi tinggi, metana dapat mengurangi kadar oksigen di udara dan berisiko bagi kesehatan, terutama di ruang tertutup.

Editorial Team