Chlorpheniramine Maleate: Manfaat, Efek Samping, & Cara Penggunaan

Apakah kamu menggunakan chlorpheniramine maleate untuk ruam kulit?

29 November 2021

Chlorpheniramine Maleate Manfaat, Efek Samping, & Cara Penggunaan
Pexels/Anna Shvets

Tahukah kamu? Bahwa obat chlorpheniramine maleate masuk kategori antihistamin.

Chlorpheniramine maleate sendiri paling sering digunakan untuk meredakan gejala alergi. Salah satunya seperti batuk dan flu.

Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu berupa histamin yang dibuat tubuh selama reaksi alergi. 

Selebihnya, berikut Popmama.com berikan ulasan mengenai fakta obat chlorpheniramine maleate. Yuk, cek informasinya!

1. Apa saja kegunaan dari chlorpheniramine maleate?

1. Apa saja kegunaan dari chlorpheniramine maleate
Pexels/Andrea Piacquadio

Biasanya, chlorpheniramine maleate hanya diperbolehkan untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 6 tahun ke atas.

Berikut penggunaan chlorpheniramine maleate untuk beberapa gejala yang disebabkan oleh alergi, termasuk:

  • Mata gatal dan berair
  • Bersin
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Ruam kulit dan iritasi
  • Kulit gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga dan kondisi medis lainnya seperti cacar air atau campak. 
  • Konjungtivitis alergi
  • Radang hidung karena alergi
  • Rinitis vasomotor
  • Bilur dari tekanan pada kulit

Editors' Picks

2. Apa saja efek samping dari chlorpheniramine maleate?

2. Apa saja efek samping dari chlorpheniramine maleate
Pexels/Polina Zimmerman

Cara kerja dari obat chlorpheniramine maleate, yakni dengan menghalangi efek histamin.

Zat dilepaskan oleh sel-sel dalam tubuh yang menghasilkan gejala alergi. Namun sebelum mengonsumsinya kamu perlu mengetahui efek samping dari obat chlorpheniramine maleate:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sembelit
  • Sakit perut
  • Penglihatan kabur
  • Mulut, hidung atau tenggorokan terasa kering

Beri tahu dokter segera jika kamu memiliki efek samping yang serius seperti perubahan mental atau suasana hati.

3. Interaksi chlorpheniramine maleate dengan obat lain?

3. Interaksi chlorpheniramine maleate obat lain
Pexels/Anna Shvets

Sebaiknya, beritahu dokter apabila kamu sedang meminum jenis obat lain atau herbal sebelum mengonsumsi chlorpheniramine maleate.

Sedangkan interaksi obat chlorpheniramine maleate bisa mengubah cara kerja obat. Bahkan meningkatkan risiko efek samping yang serius.  Beberapa produk di bawah ini dapat berinteraksi dengan obat chlorpheniramine maleate:

  • Antihistamin yang dioleskan pada kulit seperti krim difenhidramin, salep dan semprotan.
  • Obat pereda batuk seperti kodein dan hidrokodon.
  • Obat untuk tidur atau kecemasan seperti alprazolam, lorazepam dan zolpidem.
  • Obat relaksan otot seperti carisoprodol dan cyclobenzaprine.
  • Obat antihistamin lainnya seperti cetirizine dan diphenhydramine.

4. Cara menggunakan chlorpheniramine maleate?

4. Cara menggunakan chlorpheniramine maleate
Pexels/Alex Green

Sebaiknya kamu perlu baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum minum obat chlorpheniramine maleate. 

Jika diresepkan obat chlorpheniramine maleate, maka minumlah sesuai petunjuk. Selain itu ikuti aturan sebagai berikut:

  • Meminum tablet, kapsul atau bentuk cair chlorpheniramine maleate melalui mulut dengan atau tanpa makanan. 
  • Ikuti petunjuk dosis pada label, atau ambil seperti yang diarahkan oleh dokter.
  • Jika menggunakan kapsul extended-release, telan utuh. 
  • Jangan menghancurkan atau mengunyah kapsul atau tablet chlorpheniramine maleate. Melakukannya dapat melepaskan semua obat sekaligus dan meningkatkan risiko efek samping. 
  • Jangan membagi tablet chlorpheniramine maleate kecuali mereka memiliki garis pembagian dari dokter atau apoteker.
  • Telan tablet chlorpheniramine maleate secara utuh atau terbelah tanpa dihancurkan atau dikunyah.
  • Jika menggunakan chlorpheniramine maleate bentuk cair, gunakan alat pengukur obat untuk mengukur dosis yang ditentukan dengan hati-hati.  Jangan gunakan sendok rumah.
  • Jika bentuk cair adalah suspensi, kocok botol obat chlorpheniramine maleate dengan baik sebelum setiap dosis.
  • Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering dari yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Minum obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya. 
  • Untuk membantu kamu mengingat, minumlah pada waktu yang sama setiap hari. 
  • Jika kondisi berlanjut atau memburuk, segera cari bantuan medis.

5. Tindakan pencegahan chlorpheniramine maleate?

5. Tindakan pencegahan chlorpheniramine maleate
Pexels/Towfiqu barbhuiya

Sebelum mengonsumsi chlorpheniramine maleate, segera beri tahu dokter jika kamu alergi terhadapnya.

Sebab produk ini mungkin mengandung bahan yang tidak aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi atau kondisi lain. 

Selain itu, bicarakan pada dokter atau mengenai riwayat kesehatan kamu. Terutama pada kondisi:

  • Masalah pernapasan seperti asma dan emfisema
  • Kondisi glaukoma
  • Masalah jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Memiliki penyakit hati
  • Kejang
  • Masalah perut atau usus seperti maag dan penyumbatan)
  • Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
  • Kesulitan buang air kecil seperti karena pembesaran prostat

Demikianlah fakta mengenai obat chlorpheniramine maleate. Jangan berikan obat tersebut kepada orang lain, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.