Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Salat Tahajud Tanpa Tidur? Jangan Sampai Terlewat
Pexels/Can Ceylan
  • Salat tahajud boleh dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu, asalkan dikerjakan setelah Isya hingga sebelum Subuh, dan tetap sah sebagai ibadah malam di sisi Allah SWT.
  • Perbedaan utama antara tahajud dan qiyamul lail terletak pada adanya tidur sebelumnya; jika belum tidur disebut qiyamul lail, sedangkan setelah tidur disebut tahajud.
  • Rasulullah SAW biasa tidur lebih dulu lalu bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah, namun umat yang sulit tidur tetap bisa memperbanyak salat sunnah lainnya di waktu malam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang mau salat malam namanya tahajud. Biasanya orang tidur dulu baru bangun untuk salat itu. Tapi kalau belum tidur juga boleh salat malam, tetap dapat pahala dari Allah. Kalau tidur dulu lalu bangun, itu disebut tahajud, tapi kalau belum tidur namanya qiyamul lail. Dua-duanya sama-sama ibadah yang baik di malam hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan pandangan yang menenangkan dan inklusif tentang ibadah malam. Dengan penjelasan bahwa salat tahajud atau qiyamul lail tetap sah meskipun tanpa tidur, umat dengan berbagai kondisi tetap memiliki ruang untuk beribadah. Pesan utamanya menekankan keikhlasan dan pemanfaatan waktu malam sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah SWT tanpa batasan yang memberatkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Umat Muslim tentunya sudah tahu kalau waktu malam menjadi saat yang paling afdol untuk beribadah dan memanjatkan doa, salah satunya menunaikan salat tahajud.

Bukan tanpa alasan, tahajud sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna usaha untuk bangkit atau terjaga setelah tidur. Itulah sebabnya, banyak orang yang bahkan mengatur alarm agar bisa bangun di waktu ini.

Namun, tidak semua orang memiliki kondisi yang sama. Ada yang memang terbiasa tidur lebih awal, bekerja hingga larut malam, dan ada juga yang sulit terbangun di tengah malam. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru tentang apakah ibadah ini bisa dilakukan tanpa tidur?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com telah merangkum jawaban lengkapnya mengenai bolehkah salat tahajud tanpa tidur berikut ini. Disimak ya!

Bolehkah Salat Tahajud Dilakukan Tanpa Tidur?

Pexels/Bilal Furkan KOŞAR

Salat tahajud tetap boleh dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu. Menurut Fiqh Islam Online, seseorang tetap diperbolehkan melaksanakan salat sunnah setelah Isya meskipun masih terjaga dan belum sempat tidur sama sekali.

Itu berarti, tidak ada syarat yang mewajibkan seseorang harus tidur lebih dulu agar ibadah malamnya diterima. Selama dikerjakan pada waktunya, yaitu setelah Isya hingga sebelum Subuh, salat tersebut tetap sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail

Pexels/Michael Burrows

Meski sama-sama dilakukan pada malam hari, ternyata tahajud dan qiyamul lail tidak selalu memiliki makna yang sama. Para ulama, khususnya dalam Mazhab Syafi'i, membedakan keduanya berdasarkan ada atau tidaknya waktu tidur sebelumnya.

Dikutip dari Arabic Virtual Academy, semua salat sunnah yang dilakukan setelah Isya pada dasarnya termasuk qiyamul lail atau salat malam. Tapi, kalau seseorang sempat tidur terlebih dahulu lalu bangun untuk beribadah, barulah salat tersebut secara khusus disebut sebagai salat tahajud.

Jadi, orang yang langsung salat setelah Isya tanpa tidur tetap mendapatkan pahala salat malam. Hanya saja, dari sisi istilah fiqih, ibadah tersebut lebih tepat disebut qiyamul lail.

Mengapa Tahajud Dikaitkan dengan Tidur?

Pexels/Rizky Sabriansyah

Penjelasan mengenai hal ini berkaitan dengan makna literal bahasa Arab. Kata tahajud berasal dari kata hajada, yang maknanya berkaitan dengan meninggalkan atau menjauh dari tempat tidur.

Karena itulah, para ulama memahami bahwa ada unsur bangun setelah tidur dalam ibadah tahajud. Dari sisi makna, hal inilah yang membuat tahajud sering dikaitkan dengan perjuangan melawan rasa malas dan rasa kantuk demi beribadah pada malam hari.

Kebiasaan Rasulullah SAW Terkait Salat Malam

Pexels/Nitin Khajotia

Rasulullah SAW sendiri memiliki kebiasaan beristirahat terlebih dahulu setelah salat Isya, kemudian bangun pada sepertiga malam terakhir untuk beribadah. 

Karena itulah, banyak ulama memandang bahwa tidur lebih dulu sebelum salat malam merupakan cara yang paling utama. Selain mengikuti sunnah Nabi, bangun dari tidur untuk beribadah juga menunjukkan adanya kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Meski demikian, hal tersebut tidak berarti orang yang belum tidur lalu melaksanakan salat malam menjadi kehilangan pahala. Keduanya tetap termasuk ibadah yang dianjurkan.

Tetap Bisa Beribadah saat Sulit Tidur

Pexels/ds rexy

Karena tidak semua orang memiliki pola tidur yang sama, bagi mereka yang belum atau tidak bisa tidur karena bekerja hingga larut malam atau insomnia, kesempatan untuk beribadah pada malam hari tetap terbuka lebar.

Seseorang yang belum tidur bisa memperbanyak salat sunnah lainnya, seperti salat hajat, salat sunnah mutlak, atau salat tasbih. Setelah itu, ibadah malam tersebut bisa ditutup dengan salat witir sebelum masuk waktu Subuh.

Dengan begitu, waktu malam tidak hanya dihabiskan dengan terjaga tanpa tujuan, tapi juga bisa menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Itu tadi penjelasan lengkap tentang bolehkah salat tahajud tanpa tidur. Yang paling penting bukanlah kamu sudah tidur atau belum, tapi bagaimana kamu memanfaatkan waktu malam tersebut untuk beribadah dengan ikhlas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article