Jerawat di vagina merupakan suatu kondisi yang umum terjadi pada perempuan.
Meski jerawat di vagina bukan kondisi yang serius, namun ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat di kemaluan seperti :
Biasanya, jerawat di vagina disebabkan oleh dermatitis kontak. Kondisi ini merupakan reaksi peradangan pada kulit akibat paparan zat atau bahan tertentu. Sabun yang mengandung wewangian, kondom, pelumas seksual, tampon dan obat oles yang dijual bebas bisa menyebabkan peradangan dan munculnya jerawat di kemaluan.
Folikuitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut karena infeksi bakteri atau jamur. Folikulitis terjadi karena mencukur rambut kemaluan, rambut tumbuh ke dalam, mengenakan celana terlalu ketat atau berenang di kolam yang tidak bersih.
Hidradenitis suppurativa atau disebut juga acne inversa adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan dan infeksi pada kelenjar keringat. Kondisi ini menyebabkan munculnya lesi yang mirip jerawat di seluruh tubuh, termasuk daerah kemaluan dan meninggalkan bekas luka. Penanganannya pun bisa dengan obat-obatan hingga operasi.
Molluscum contagiosum adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan munculnya benjolan seperti jerawat di beberapa bagian tubuh, termasuk area kemaluan. Kondisi Moluskum kontagiosum biasanya membaik dalam waktu 6-12 bulan, namun dapat pula bertahan hingga 4 tahun. Penanganannya bisa dengan obat oles atau obat minum yang diresepkan oleh dokter.