5 Penyebab Vagina Terasa Gatal dan Pengaruhi Persiapan Kehamilan

Suka risih deh kalau vagina gatal secara tiba-tiba pas di tempat keramaian.

17 Maret 2019

5 Penyebab Vagina Terasa Gatal Pengaruhi Persiapan Kehamilan
Freepik/eddows-animator

Apakah kamu pernah merasa gatal di bagian vagina? Jangan diabaikan jika kamu sedang dalam program hamil. Rasa gatal ini bisa berpengaruh pada perisiapan kehamilan kamu.

Tidak mudah memang untuk menggaruk gatal di bawah sana, ya. Apalagi timbulnya gatal saat berada di tempat umum, tentunya membuat kamu kesal sendiri.

Gatal di bagian organ kewanitaan memang sulit untuk digaruk dan selain itu juga harus berhati-hati dalam mengobati area yang sensitif ini.

Tapi pernahkah kamu tahu apa yang menjadi penyebab vagina sering gatal? 
Kali ini Popmama.com akan bahas mengenai 5 hal yang menyebabkan vagina menjadi gatal. Berikut rangkumannya:

1. Bacterial vaginosis

1. Bacterial vaginosis
Freepik/javiindy

Tahukah kamu? Alasan paling umum dari vagina yang terasa gatal disebabkan oleh bakteri vaginosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat.

Selain itu juga adanya perubahan pH dalam vagina.

Sementara keberadaan bakteri-bakteri sehat pada vagina adalah hal yang normal dan bakteri jahatlah yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan rasa gatal di organ intim.

Selain gatal biasanya bacterial vaginosis (BV) diiringi gejala seperti rasa perih dan keluarnya cairan hingga menyebabkan bau tidak sedap.

Nah, untuk mengobati BV ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter agar mendapat resep antibiotik berupa krim atau ovula (kapsul) yang dimasukkan ke dalam organ intim.

Baca juga: Bercinta Terasa Sulit dan Menyakitkan, Ketahui Apa Itu Vaginismus

2. Dermatitis kontak

2. Dermatitis kontak
Freepik/Bonnontawat

Apakah kamu mengalami vagina yang gatal dan juga munculnya kemerahan?

Kondisi itu bisa jadi karena faktor dermatitis kontak. Di mana jenis iritasi kulit yang disebabkan oleh alergi terhadap produk tertentu.

Apabila kamu terjangkit dermatitis kontak, mungkin saja penyebabnya karena penggunaan kondom, tisu toilet berpewangi, sabun mandi, atau alergi pada detergen pencuci pakaian.

Pada umumnya sih gatal akibat dermatitis kontak tidak terlalu parah, namun tentunya sangat mengganggu.

Sebaiknya kamu selalu menjaga kebersihan organ intim dan hindari penggunaan produk kewanitaan yang memiliki wewangian, pantyliner, dan produk lainnya.

Editors' Picks

3. Eksim

3. Eksim
Freepik/nensuria

Miss V gatal, tentu sangat mengganggu kamu bukan. Lantas, apa sebenarnya penyebab organ intimmu menjadi gatal?

Ya, salah satunya adalah karena eksim. Gatalnya di bagian vagina dikarenakan peradangan pada kulit akibat adanya eksim.

Pada umumnya keluhan eksim juga timbulnya ruam kemerahan. Kalau terjadi pada kamu, maka hindarkan penggunaan sabun pembersih vagina. Sebab hal itu akan berdampak memperburuk eksim di area vagina.

Namun apabila kondisi gatalnya terus-terusan semakin parah, sebaiknya tanyakan pada dokter mengenai pilihan pengobatan yang tepat.

Nyatanya saat mengalami vagina gatal-gatal maka hubungan dengan suami jadi terhambat. Ada rasa sakit atau nyeri yang menghantui dan membuat perempuan jadi takut untuk berhubungan intim. 

Baca juga: Penyebab Gatal dan Keputihan Saat Hamil, Waspada Infeksi Jamur Vagina

4. Infeksi jamur

4. Infeksi jamur
Freepik/katemangostar

Selain rasa gatal, mungkin kamu juga akan timbul keluar cairan yang kental berwarna keputihan. Itu artinya mengalami infeksi jamur (vaginal candidiasis).

Pada kasus ini di mana infeksi jamur yang tumbuh berlebihan pada vagina dan vulva.

Biasanya infeksi jamur pada vagina berisiko terjadi saat sedang hamil, menggunakan antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan ketika sistem kekebalan tubuhmu sedang melemah.

Apabila kamu mengalami gejala gatal karena infeksi jamur, caranya bisa diatasi dengan obat antijamur seperti krim yang dioleskan pada area organ intimmu.

Tapi ada baiknya kamu juga mendiskusikan dengan dokter mengenai tanda kegatalan pada vagina.

5. Infeksi menular seksual (IMS)

5. Infeksi menular seksual (IMS)
Rawpixel

Timbulnya sensasi gatal pada bagian organ intim, maka bisa jadi karena gejala infeksi menular seksual (IMS).

Kondisi itu dimulai dari herpes, chlamydia, gonorhea, hingga kutu pubis. Penyakit menular ini ditandai vagina seperti terbakar saat berhubungan intim, buang air kecil, bau busuk dan terjadi luka.

Agar rasa gatalnya tidak semakin berkembang, maka sebaiknya kamu segera hubungi dokter untuk mendapatkan rangkaian tes dan uji laboratorium untuk diagnosis penyakit kelamin.

Apabila hasil tes terbukti positif, dokter pun akan memberikan antibiotik dalam bentuk oral atau suntik dan obat-obatan antivirus untuk kasus herpes.

Biasanya vagina gatal akan membaik dengan sendirinya. Namun jika gejala yang kamu alami semakin parah, maka konsultasikan dengan dokter. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!