“Di Indonesia, sekarang kita udah gak aman untuk jalan-jalan di luar kalau lagi hujan. Kita disuruh pakai masker, kok bisa? Ternyata hujan di Indonesia udah mengandung mikroplastik,” ungkap Cinta Laura melansir dari akun Instagram pribadinya @claurakiehl
Cinta Laura Ungkap Hujan di Indonesia Berbahaya akibat Mikroplastik

Cinta Laura menyoroti mikroplastik di udara, air, dan tanah Indonesia yang dapat kembali turun bersama hujan, dipicu antara lain oleh pembakaran sampah serta pembuangan limbah rumah tangga.
Ia merujuk laporan The New York Times yang menyebut hujan di kota besar seperti Jakarta diperkirakan mengandung sekitar 15 gram partikel plastik per bulan.
Artikel mencatat penelitian menemukan mikroplastik pada jaringan manusia dan potensi peradangan serta kerusakan sel; Cinta mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik.
Cinta Laura belakangan ini menyuarakan kepeduliannya terhadap isu lingkungan, khususnya mengenai pencemaran mikroplastik di Indonesia. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyoroti keberadaan mikroplastik di udara dan kaitannya dengan hujan.
Isu tersebut semakin menjadi perhatian setelah laporan The New York Times mengenai pencemaran mikroplastik di Indonesia. Laporan itu menyebutkan bahwa mikroplastik ditemukan di udara, air, tanah, hingga berbagai bagian lingkungan lainnya di Indonesia.
Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut mengenai Cinta Laura ungkap hujan di Indonesia berbahaya akibat mikroplastik.
Table of Content
1. Mikroplastik berawal dari aktivitas sehari-hari orang Indonesia
Cinta Laura menilai bahwa mikroplastik menjadi salah satu persoalan lingkungan yang semakin serius di Indonesia. Keberadaan mikroplastik hadir karena sejumlah kebiasaan masyarakat Indonesia.
Beberapa kebiasan tersebut seperti membakar sampah dan membuang limbah rumah tangga ke sungai dapat berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.
“Mikroplastik adalah masalah yang luar biasa besar di Indonesia sekarang. Apalagi dengan orang-orang yang masih bakar sampah mereka dan membuang air kotor dari mesin cuci atau apapun gitu ke sungai,” kata Cinta Laura.
Mikroplastik sendiri dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk produk plastik yang terurai serta serat sintetis dari pakaian. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat berpindah melalui air, tanah, maupun udara.
“Itu semua kena matahari, ter-evaporasi, dan begitulah mikroplastik bisa sampai di udara dan akhirnya turun lagi sebagai hujan,” lanjutnya.
2. Media berita luar turut memberitakan paparan Mikroplastik di Indonesia

Instagram.com/claurakiehl Cinta kemudian menyinggung laporan The New York Times yang turut membahas persoalan mikroplastik di Indonesia. Faktanya, paparan mikroplastik semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Tapi biar saya ceritakan, baru saja minggu lalu New York Times membawakan data di mana mereka bilang sekarang seharusnya kita di Indonesia tidak boleh lagi terkena atau meminum air hujan,” jelas Cinta Laura.
Hujan di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, diperkirakan mengandung sekitar 15 gram partikel plastik per bulan, atau kira-kira setara dengan tiga kartu kredit.
“Karena air hujan di Indonesia, terutama di kota-kota besar, sudah mengandung 15 gram mikroplastik yang sama dengan 3 kartu kredit,” sambungnya.
3. Paparan mikroplastik dapat memberikan dampak jangka panjang

Instagram.com/claurakiehl Faktanya, persoalan mikroplastik tidak berhenti pada pencemaran lingkungan. Paparan dalam jangka panjang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia, termasuk terhadap generasi mendatang.
Sejumlah penelitian memang telah menemukan adanya hubungan antara paparan mikroplastik dengan berbagai masalah kesehatan.
The New York Times melaporkan bahwa penelitian menemukan adanya mikroplastik pada jaringan tubuh manusia, sementara penelitian laboratorium menunjukkan paparan tersebut dapat memicu peradangan dan kerusakan sel.
“Kalau kalian belum tahu, mikroplastik di jangka panjang buat laki-laki bisa menyebabkan impotens, rumpuan, infertility, jangka panjangnya masalah-masalah neurologis, untuk jadiin anak-anak akhirnya nggak bisa berkembang secara fisik maupun secara mental, dan kita menghancurkan generasi masa depan kita,” ujar Cinta Laura.
4. Cinta Laura ajak masyarakat kurangi penggunaan plastik

Instagram.com/claurakiehl Melihat persoalan tersebut, Cinta Laura mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Dari langkah sederhana tersebut, bisa memberikan dampak lingkungan yang lebih ke depannya.
“Jadi kita berkontribusi ke masalah ini, dan saya tahu itu menakutkan, tapi kita harus mulai mengurangi penggunaan plastik, apakah kita suka atau tidak,” lanjutnya.
5. Isu lingkungan dapat memberikan dampak hingga generasi mendatang

Ilustrasi mikroplastik (unsplash.com/Sören Funk) Isu lingkungan sudah sepatutnya tidak hanya dipandang sebagai angka atau statistik, tetapi sebagai persoalan yang sudah bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Indobesia perlu melihat persoalan lingkungan secara lebih serius. Sebab, dampak pencemaran tidak hanya berpotensi dirasakan oleh generasi saat ini, tetapi juga dapat berhubungan dengan kualitas lingkungan yang ditempati masyarakat mendatang.
“Jadi sebenarnya yang saya ingin katakan adalah, isu lingkungan ini bukan hanya sekedar statistik di sebuah kertas, tapi kita sudah sampai tahap di mana kita semua, kalau tidak hati-hati dan tidak punya privilege, bisa melakukan segala hal yang kita anggap wajar, kualitas hidup kita akan semakin menurun, dan yang merasakan dampaknya bukan lagi hanya generasi berdekade-dekade ke depan, tapi kita sendiri,” tutup Cinta Laura.
Demikian informasi mengenai Cinta Laura ungkap hujan di Indonesia berbahaya akibat mikroplastik. Bagaimana menurut pendapat Mama?






















