Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Cublak Suweng Padukan Cita Rasa Premium Kopi Gayo dan Temanggung

Cublak Suweng Padukan Cita Rasa Premium Kopi Gayo dan Temanggung
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum
Intinya Sih
Gini Kak
  • Roemah Koffie meluncurkan varian kopi Cublak Suweng yang memadukan biji kopi Gayo dari Aceh dan Temanggung dari Jawa Tengah untuk memperkenalkan budaya Nusantara lewat cita rasa premium.
  • Konsep Cublak Suweng terinspirasi dari lagu dan permainan tradisional Jawa, menggambarkan filosofi tiga lingkaran: hubungan dengan diri sendiri, sesama, dan alam.
  • Kemasan kopi turut mengangkat cerita rakyat kancil dan kura-kura sebagai simbol ketekunan serta pelestarian nilai budaya lokal melalui produk kuliner modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengenalkan budaya Nusantara kepada dunia bisa melalui jalur apa saja, salah satunya lewat biji kopi. Perpaduan biji kopi Gayo, Aceh dan Temanggung, Jawa Tengah jadi varian baru dari Roemah Koffie yang terus mempertahankan kearifan lokal.

Cublak Suweng jadi nama varian biji kopi ini, yang diambil dari lagu sekaligus permainan tradisional di Jawa yang penuh kebersamaan dan kegembiraan.

Konsistensi mengenalkan biji kopi lokal lewat lagu daerah ini jadi cara melestarikan budaya nusantara yang kaya lewat kuliner. Tak hanya menjajakan kopi premium, tetapi juga memberikan sustainable impact dari produk yang diluncurkan.

Simak informasi selengkapnya seputar Cublak Suweng padukan cita rasa premium kopi Gayo dan Temanggung yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Memilih Cublak Suweng agar Tetap Dilestarikan

Cublak Suweng Padukan Cita Rasa Premium Kopi Gayo dan Temanggung
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Konsep lagu-lagu daerah jadi salah satu yang terus dikembangkan oleh Roemah Koffie untuk mengenalkan budaya lewat kuliner, dalam hal ini biji kopi. Menurut Felix TJ selaku CEO Roemah Koffie, konsep ini dipilih karena perpaduan kuliner dengan lagu daerah sangat cocok, mengingat Indonesia memiliki banyak sekali budaya yang perlu dikenal dan dilestarikan.

“Karena Indonesia terlalu kaya untuk tidak diceritakan (ragam budayanya), saya mau naikkan Indonesia dengan cara paling premium yang kita belum pernah lihat,” kata Felix TJ dalam Konferensi Pers di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Kamis (16/7/26).

Salah satu yang terbaru merupakan varian Cublak Suweng yang memadukan kopi khas Gayo, Aceh dan Temanggung, Jawa Tengah. Lagu tradisional yang dimainkan dengan membentuk lingkaran sambil bernyanyi ini punya filosofi tersendiri yang maknanya menggambarkan kopi itu sendiri.

”Dalam kopi Cublak Suweng, filosofi tersebut diresapi menjadi tiga lingkaran yang saling bertautan. Pertama, Inner Circle yaitu relasi personal kita sebagai individu dengan diri sendiri, kedua, Shared Circle yaitu relasi kita dengan sesama, dan terakhir, Eternal Circle yaitu relasi kita dengan alam,” kata Felix.

Padukan Kopi Gayo dan Temanggung untuk Kenalkan Rasa Premium

Cublak Suweng Padukan Cita Rasa Premium Kopi Gayo dan Temanggung
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Pemilihan kopi Gayo asal Aceh dan kopi Temanggung asal Jawa Tengah dinilai jadi perpaduan dengan rasa yang pas, seimbang, dan tidak asam. Tekstur biji kopi ini padat, punya sensasi yang tidak terlalu ringan atau pekat sehingga pas disajikan dengan berbagai bahan atau rasa tambahan.

“Ini adalah suatu produk yang kita bisa bilang, bahasanya keren nya itu versatile. Kita ingin kopi ini bisa diterima dengan lebih banyak masyarakat, supaya kopi ini enggak asam dan rasanya balance,” kata Ryo Limijaya, Commercial Director Roemah Koffie, Kamis, (16/7/26).

Biji kopinya diolah dengan proses giling basah dan alami yang mempertahankan kelembapan biji kopi sebelum dikupas dan dikeringkan untuk menurunkan kadar asam dan menambah rasa manis alami. Cublak Suweng juga diharapkan mengawali perjalanan masyarakat untuk eksplorasi kopi premium Indonesia.

”Kami berharap Cublak Suweng bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia,” tambah Felix. 

Melestarikan Cerita Rakyat Lewat Kemasan Kopi

Cublak Suweng Padukan Cita Rasa Premium Kopi Gayo dan Temanggung
Popmama.com/Salsyabila Sukmaningrum

Selain memilih lagu daerah sebagai nama yang dipadu biji kopi lokal, pelestarian budaya juga disisipkan lewat kemasan produk. Terdapat cerita rakyat turun-temurun di Nusantara tentang kancil dan kura-kura yang penuh makna.

”Untuk mengembangkan makna Cublak Suweng itu harus pause, alon-alon asal kelakon,” kata Felix.

Latar belakang tersebut menggambarkan ketekunan dan kesabaran kura-kura yang dapat mengalahkan kancil yang cerdik dalam lomba lari. Hal ini juga sesuai dengan falsafah Jawa Kuno ‘alon-alon asal kelakon’ atau pelan-pelan sal terlaksana atau pasti. 

Demikian penjelasan seputar Cublak Suweng padukan cita rasa premium kopi Gayo dan Temanggung. 

Minum kopi kini semakin unik caranya, salah satunya sembari mewariskan budaya Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More