- Ibuprofen
9 Daftar Obat Herpes Zoster, Lengkap dengan Cara Minumnya!

- Advil adalah obat pereda nyeri yang membantu mengurangi nyeri dan peradangan herpes zoster. Dosisnya 200-400 mg, 3-4 kali sehari dengan efek samping seperti nyeri lambung dan mual.
- Famvir adalah obat antivirus yang mempercepat penyembuhan herpes zoster. Dosisnya 500 mg, 3 kali sehari selama 7 hari dengan efek samping seperti sakit kepala dan kelelahan.
- Neurontin adalah obat untuk mengatasi nyeri saraf pasca herpes zoster. Dosis awalnya 300 mg per hari dengan efek samping seperti mengantuk dan pusing.
Herpes zoster adalah infeksi akibat reaktivasi virus Varicella-zoster yang menetap di saraf sejak seseorang pernah mengalami cacar air.
Menurut CDC, pengobatan paling efektif jika dimulai dalam 72 jam sejak gejala pertama muncul.
Obat antiviral menjadi pilihan utama untuk mempercepat penyembuhan dan menurunkan risiko nyeri saraf jangka panjang.
Supaya Mama tidak salah memahami, berikut Popmama.com akan memberikan 9 daftar obat herpes zoster, lengkap dengan panduan minumnya. Simak yuk pembahasan dibawah ini.
1. Advil

Advil adalah obat pereda nyeri bermerek yang mengandung ibuprofen dan digunakan sebagai terapi pendukung pada herpes zoster. Obat ini tidak membunuh virus penyebab cacar api, tetapi membantu mengurangi nyeri dan peradangan yang sering menyertai ruam herpes zoster.
Nyeri akibat herpes zoster bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan kualitas tidur. Oleh karena itu, Advil sering dikombinasikan dengan obat antivirus.
Komposisi/Kandungan:
Manfaat:
- Advil membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang akibat peradangan saraf
- Obat ini juga mengurangi pembengkakan di area ruam
- Selain itu, Advil dapat membantu menurunkan demam yang kadang menyertai herpes zoster
- Penggunaannya membuat pasien lebih nyaman selama masa pengobatan.
Dosis & Cara Minum:
- Dewasa: 200–400 mg, 3–4 kali sehari.
- Diminum setelah makan untuk mengurangi resiko iritasi lambung.
Efek Samping:
- Nyeri lambung atau perih
- Mual dan pusing
- Resiko gangguan ginjal jika digunakan jangka panjang
- Tidak dianjurkan pada penderita maag berat tanpa pengawasan dokter
Harga:
± Rp15.000 – Rp50.000
2. Famvir

Famvir adalah obat antivirus bermerek yang mengandung famciclovir dan digunakan untuk mengobati herpes zoster. Obat ini bekerja dengan menghambat replikasi virus varicella-zoster di dalam tubuh.
Famvir paling efektif bila diminum dalam 72 jam pertama sejak ruam muncul. Penggunaan dini dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi resiko nyeri saraf berkepanjangan.
Komposisi/Kandungan:
- Famciclovir
Manfaat:
- Famvir membantu menghentikan penyebaran virus.
- Obat ini mempercepat pengeringan ruam dan penyembuhan kulit.
- Selain itu, Famvir terbukti mengurangi intensitas nyeri. resiko postherpetic neuralgia juga dapat ditekan.
Dosis & Cara Minum:
- 500 mg, 3 kali sehari selama 7 hari.
- Diminum secara teratur dan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya.
Efek Samping:
- Sakit kepala
- Mual
- Kelelahan
- Gangguan pencernaan ringan
Harga:
± Rp250.000 – Rp400.000
3. Neurontin

Neurontin adalah obat bermerek yang mengandung gabapentin dan digunakan untuk mengatasi nyeri saraf. Pada herpes zoster, nyeri bisa bertahan lama meski ruam sudah sembuh. Kondisi ini disebut nyeri pasca herpes. Neurontin berperan penting dalam mengendalikan nyeri jenis ini.
Komposisi/Kandungan:
Gabapentin
Manfaaat:
- Neurontin menenangkan aktivitas saraf yang berlebihan
- Obat ini membantu mengurangi rasa nyeri menusuk dan terbakar
- Selain itu, Neurontin dapat memperbaiki kualitas tidur pasien
- Sangat bermanfaat pada fase pemulihan
Dosis & Cara Minum:
- Awal 300 mg per hari, dosis ditingkatkan bertahap sesuai anjuran dokter.
- Diminum setelah makan atau malam hari.
Efek Samping:
- Mengantuk
- Pusing
- Gangguan keseimbangan
- Kelelahan
Harga:
± Rp120.000 – Rp300.000
4. Panadol

Panadol adalah obat bermerek dengan kandungan paracetamol yang berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun demam. Obat ini sering digunakan sebagai terapi pendamping herpes zoster.
Panadol cocok untuk pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat antiinflamasi. Keamanannya relatif tinggi bila digunakan sesuai dosis.
Komposisi/Kandungan:
Paracetamol
Manfaat:
- Panadol membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang.
- Obat ini juga menurunkan demam.
- Aman digunakan bersamaan dengan antivirus.
- Cocok untuk penggunaan jangka pendek.
Dosis & Cara Minum:
- 500–1000 mg setiap 6–8 jam.
- Maksimal 4.000 mg per hari.
Efek Samping:
- Mual ringan
- Gangguan hati bila overdosis
- Reaksi alergi (jarang)
Harga:
± Rp10.000 – Rp25.000
5. Toradol

Toradol adalah obat pereda nyeri kuat bermerek dengan kandungan ketorolac. Obat ini digunakan pada kasus nyeri herpes zoster yang berat. Toradol bekerja cepat tetapi hanya untuk penggunaan jangka pendek. Selalu digunakan dengan resep dokter.
Komposisi/Kandungan:
- Ketorolac tromethamine
Manfaat:
- Meredakan nyeri akut yang berat
- Mengurangi peradangan
- Membantu pasien yang tidak tertolong oleh obat nyeri biasa
- Digunakan dalam kondisi tertentu saja.
Dosis & Cara Minum:
- Sesuai resep dokter.
- Tidak lebih dari 5 hari pemakaian.
Efek Samping:
- Iritasi lambung
- Resiko perdarahan
- Gangguan ginjal
- Pusing
Harga:
± Rp50.000 – Rp100.000
6. Valtrex

Valtrex adalah antivirus bermerek dengan kandungan valacyclovir. Obat ini merupakan pilihan utama untuk herpes zoster karena efektivitasnya tinggi. Valtrex bekerja menghentikan replikasi virus. Lebih praktis karena frekuensi minum lebih sedikit.
Komposisi/Kandungan:
- Valacyclovir
Manfaat:
- Mempercepat penyembuhan ruam.
- Mengurangi nyeri.
- Menurunkan resiko komplikasi.
- Membantu pemulihan lebih cepat.
Dosis & Cara Minum:
- 1.000 mg, 3 kali sehari selama 7 hari.
- Minum dengan air putih yang cukup.
Efek Samping:
- Mual
- Sakit kepala
Nyeri perut ringan
Harga:
± Rp250.000 – Rp450.000
7. Xylocaine Gel

Xylocaine Gel adalah obat oles bermerek yang mengandung lidocaine. Digunakan untuk meredakan nyeri lokal akibat ruam herpes zoster. Obat ini tidak menyembuhkan infeksi. Namun, sangat membantu mengurangi rasa perih.
Komposisi/Kandungan:
Lidocaine
Manfaat:
- Memberikan efek kebas sementara.
- Mengurangi rasa terbakar.
- Membantu kenyamanan pasien.
- Mendukung proses penyembuhan.
Dosis & Cara Pakai:
- Oles tipis pada area nyeri.
- Tidak digunakan pada luka terbuka.
Efek Samping:
- Iritasi ringan
- Mati rasa sementara
- Reaksi alergi (jarang)
Harga:
± Rp40.000 – Rp120.000
8. Zovirax

Zovirax adalah antivirus bermerek yang mengandung acyclovir. Obat ini telah lama digunakan untuk herpes zoster. Zovirax efektif bila diminum sejak awal gejala. Harganya relatif lebih terjangkau.
Komposisi/Kandungan:
Acyclovir
Manfaat:
- Menghambat pertumbuhan virus.
- Mempercepat penyembuhan ruam.
- Mengurangi nyeri.
- Menekan penyebaran infeksi.
Dosis & Cara Minum:
- 800 mg, 5 kali sehari selama 7–10 hari.
- Disertai asupan cairan yang cukup.
Efek Samping:
- Mual
- Sakit kepala
- Gangguan ginjal (jarang)
Harga:
± Rp80.000 – Rp150.000
9. Shingrix

Shingrix adalah vaksin bermerek untuk mencegah herpes zoster. Bukan obat untuk infeksi aktif. Direkomendasikan untuk usia di atas 50 tahun. Membantu mencegah kekambuhan.
Komposisi/Kandungan:
- Glycoprotein E antigen
Manfaat:
- Mencegah herpes zoster.
- Mengurangi resiko nyeri pasca herpes.
- Meningkatkan perlindungan jangka panjang. Efektivitas tinggi.
Dosis & Cara Pemberian:
2 dosis suntikan.
Jarak 2–6 bulan.
Efek Samping:
- Nyeri di area suntikan
- Demam ringan
- Lelah sementara
Harga:
± Rp1.500.000 – Rp2.500.000
Dengan mengetahui 9 daftar obat herpes zoster beserta, manfaat, dan cara minum yang benar, Mama bisa membantu proses pemulihan lebih cepat dan aman.
Tidak hanya mengurangi ruam dan lepuh, obat-obatan ini juga efektif menurunkan rasa nyeri dan risiko komplikasi seperti neuralgia pascaherpes.
Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan kulit, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup istirahat supaya sistem imun Mama dapat bekerja optimal.
Jangan lupa, jika gejala terasa berat atau tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter agar pengobatan bisa disesuaikan.


















