Duh, 54 Ibu-Ibu Warga Cianjur Tertular Covid-19 di Pengajian

Berawal dari satu jemaah pengajian mengeluh sakit, 54 warga Cianjur terkonfirmasi positif Covid-19

4 Mei 2021

Duh, 54 Ibu-Ibu Warga Cianjur Tertular Covid-19 Pengajian
Pexels/cottonbro

Klaster baru Covid-19 kembali terjadi kali ini berasal dari kelompok pengajian ibu-ibu di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

54 warga terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes antigen.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi terkait klaster baru Covid-19 di Cianjur.

1. Berawal dari warga yang mengeluh sakit

1. Berawal dari warga mengeluh sakit
Pexels/rodnae-productions

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal menyebutkan bahwa kasus ini diketahui bermula dari salah satu anggota jemaah pengajian yang mengeluh sakit.

"Mengalami gejala anosmia atau gangguan pada indra penciuman. Setelah diperiksakan ke puskesmas hasilnya ternyata positif," ujar Yusman dilansir dari Kompas.com.

Editors' Picks

2. Dilakukan penelusuran

2. Dilakukan penelusuran
Pexels/markus-spiske

Atas temuan pasien positif, dilakukan penelusuran dan pelacakan terhadap pasien melakukan kontak erat dengan siapa saja. 

Pasien merupakan jemaah dari kelompok pengajian ibu-ibu di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sehingga tenaga medis puskesmas memeriksa anggota pengajian ibu-ibu tersebut.

3. Kelompok pengajian ibu-ibu

3. Kelompok pengajian ibu-ibu
Pexels/cottonbro

Setelah dilakukan tes antigen 54 warga terkonfirmasi positif Covid-19, warga positif berasal dari pengajian ibu-ibu dan beberapa kalangan pria yang juga ikut terpapar.

Warga yang positif berasal dari dua kampung, namun warga Kampung Cangkuang paling banyak yaitu 49 orang positif Covid-19.

4. Satgas menerapkan pembatasan

4. Satgas menerapkan pembatasan
Pexels/cottonbro

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cianjur menyebut kasus ini merupakan klaster baru penyebaran virus corona di Cianjur.

Oleh karena itu, satgas bersama jajaran forkopimcam setempat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro secara ketat di kampung tersebut.

Warga yang positif juga melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing "Semuanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, kecuali ada seorang yang harus dirujuk ke rumah sakit karena punya penyakit penyerta," ujar Yusman.

5. Persebaran Covid-19 rentan terjadi dalam kelompok

5. Persebaran Covid-19 rentan terjadi dalam kelompok
Pexels/fauxels

Penyebaran virus Covid-19 dalam kelompok-kelompok yang melibatkan banyak orang sangat rentan terjadi, salah satunya kelompok pengajian. Karena, saat melakukan kegiatan dalam kelompok kemungkinan masyarakat tidak menjaga jarak.

Hal ini lah yang menyebabkan dilarang melakukan perkumpulan meski memakai masker, karena meski memakai masker namun tidak menjaga jarak potensi tertular masih bisa terjadi.

Belum lagi, masyarakat juga tidak melakukan swab sebelum ikut dalam pengajian, sehingga tidak mengetahui apakah dirinya membawa virus Covid-19 walau tidak bergejala.

Itulah informasi terkait klaster baru Covid-19 yang berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian. Semoga informasi di atas dapat meningkatkan kesadaran kita untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.